fbpx
Sifat anak

Sifat Anak yang Tersembunyi

Dunia anak menyimpan rahasia dan misteri yang orang dewasa tidak pahami, seperti juga sifat anak. Ketika melihat anak-anak, karakteristik mereka cenderung membuat kita menilai bahwa mereka nakal, tidak patuh, egois, dan serakah. Namun, satu karakteristik yang tidak pernah kita lihat adalah kesukaan mereka terhadap imajinasi kreatif. Anak-anak tidak selalu memiliki sifat yang menyebalkan bagi kita, tetapi juga menyimpan segudang sikap serta karakteristik yang merujuk pada kreativitas.

Anak-anak yang memiliki sifat dan kebiasaan seperti meniru, penasaran, dan plinplan perlahan akan berubah. Mereka selanjutnya akan memiliki sifat yang lebih dewasa sesuai usia mereka serta semakin kreatif. Hal inilah yang terkadang membuat kita jadi berpikir bahwa anak-anak nakal, tidak patuh, suka bertengkar, dan lain-lain. Maria Montessori dalam bukunya yang berjudul Montessori: Keajaiban Dunia Anak yang Terlupakan mengungkapkan tentang sikap dan sifat anak yang selama ini belum kita pahami.

 

Baca juga: Menyelami Dunia Anak Melalui Periode Sensitif

 

Sifat Asli Anak-Anak

Montessori mengungkapkan bahwa anak-anak memiliki tugas, yaitu bermain. Oleh karena tugas mereka adalah bermain, sifat mereka mengikuti tugas tersebut. Anak-anak pada usia mereka akan belajar memahami lingkungannya. Ketika bermain, mereka belajar untuk berkomunikasi, bernegosiasi secara sederhana dengan teman, berimajinasi, serta mempertahankan apa yang mereka miliki.

Anak-anak juga mulai menyerap hal-hal yang di sekitarnya. Ketika kita mengatakan anak egois, tidak mau mengalah, nakal, maka kita perlu memperhatikan lingkungan sekitar anak. Lingkungan sekitar anak meliputi diri kita sebagai orang terdekat, teman-temannya, serta lingkungan sekolah. Kita mulai mengobservasi bagaimana lingkungan ini bekerja dalam diri anak. Setelahnya, baru kita bisa memahami mengapa sifat mereka bisa berubah demikian.

Sifat asli anak terbentuk ketika ia mulai memiliki imajinasi kreatif dan berinteraksi dengan lingkungannya. Setelahnya, sifat mereka akan mulai mengikuti lingkungannya. Itulah alasan mengapa kita sangat perlu menjaga sikap dan sifat kita di depan anak. Jika kita menyadari sifat jelek kita maka sebisa mungkin kita tidak menunjukkannya di depan anak.

 

Sifat yang Menyimpang

Anak-anak memiliki sifat yang sesudah bersama dengan lingkungan, terkadang jadi menyimpang. Misalnya, anak menjadi nakal atau tidak patuh. Selain faktor eksternal, yaitu lingkungan, juga ada faktor internal yang sudah terjadi sejak lama. Faktor internal ini adalah energi psikis yang harus diwujudkan dalam bentuk gerakan karena dengan cara inilah anak bisa berpikir dan bertindak, kemudian membentuk pribadinya yang utuh.

Perlu diperhatikan bahwa ketika anak sedang membentuk diri mereka, kita tidak bisa menginterupsi perkembangan mereka. Interupsi yang kita lakukan terkadang tidak kita sadari. Misalnya, kita mengatur mereka sedemikian rupa untuk menjadi “anak yang baik” atau mengekang mereka. Sikap ini tanpa sadar menggantikan pribadi anak dengan pribadi kita. Jika hal ini kita lakukan secara terus-menerus, kesatuan antara pikiran dan tindakan anak tidak bisa terjadi.

Selain itu, faktor lainnya adalah jika kita juga tidak mengajak anak untuk berkegiatan, anak bisa merasa tidak termotivasi. Maka, kita perlu menciptakan lingkungan yang baik bagi anak untuk berkegiatan serta bergerak dengan bebas. Kita sebagai orang dewasa hanya bertugas untuk mengawasi dan mengobservasi tingkah laku mereka tanpa menginterupsi perkembangan anak.

 

 

Montessori: Keajaiban Dunia Anak yang TerlupakanTidak semua gerakan anak kita interpretasikan sebagai awal dari sifat yang buruk. Masih banyak misteri dari sifat anak yang belum kita pahami. Melalui buku Montessori: Keajaiban Dunia Anak yang Terlupakan karya Maria Montessori, kita bisa belajar memahami pemikiran anak secara dalam dan menyeluruh. Buku ini bisa kamu dapatkan melalui linktr.ee/Bentang atau di toko buku kesayanganmu.

Mencintai Bayi

Tiga Alasan Kita Mencintai Bayi

Pernahkah kita berpikir, mengapa kita mencintai bayi? Apa alasan yang membuat kita bisa mencintai mereka begitu dalam? Apakah semua orang bisa mencintai bayi? Atau perasaan ini sebenarnya hanya sebatas kagum? Banyak sekali pertanyaan kita tentang bayi. Dunia mereka yang sangat mungil namun menyimpan berbagai misteri, membuat kita semakin tertarik.

Di sisi lain, bayi menguras banyak waktu, membangunkan kita pada malam hari, membuat kita merasa kelelahan, dan terkadang mereka juga tidak berhenti menangis. Tentu hal-hal ini dirasakan setiap ibu yang sedang memiliki bayi. Tetapi, kita tetap menyayangi mereka. Apa alasannya? Berikut adalah tiga alasan kita mencintai bayi.

 

Baca juga: Hal-Hal yang Perlu Kita Ketahui Tentang Bayi

 

Bayi Mengingatkan Kita Betapa Polosnya Manusia Sewaktu Lahir ke Dunia

Ketika kita melihat bayi, yang terlintas pertama kali dalam benak kita adalah bahwa mereka terlihat sangat polos dan suci. Kita juga bisa teringat bahwa dulu pun saat kita masih bayi tentu seperti mereka. Kita melihat bahwa setiap manusia mengawali hidup seperti bayi kita. Mereka polos, tidak menghakimi siapa pun, tidak merasa takut, dan tidak memiliki beban.

Saat bayi pertama kali melihat dunia, kita sangat suka mengamati kepolosan mereka saat menelaah dunia di sekitarnya. Tindak dan tanduk bayi dalam melihat dan menjelajahi segalanya membuat kita merasa sangat damai. Kepolosan mereka yang melihat segala sesuatu tanpa menghakimi, tetapi justru merasa takjub membuat kita mencintai bayi. Ini adalah alasan pertama mengapa kita bisa mencintai bayi dengan sangat mendalam.

 

Bayi Menumbuhkan Harapan Kita untuk Masa Depan

Kelahiran anak mencetuskan harapan semoga dunia menjadi lebih baik untuk hidupnya kelak. Kita selalu berharap bahwa nantinya anak kita suka untuk belajar, dan peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Kita juga berharap bahwa mereka mencintai lingkungan dan semesta, dan ia tidak terlibat pada kekerasan maupun peperangan. Harapan ini membuat kita semakin ingin melindungi dan menjaga mereka, kita jadi semakin mencintai bayi.

Harapan-harapan inilah yang membuat kita semakin menyayangi mereka. Harapan itu semakin besar, hingga kita berharap mereka menjadi orang sukses dan bisa bekerja sebagai ini dan itu. Karena harapan itu, kita benar-benar berniat untuk menjaga mereka sepenuh hati dan jangan sampai mereka terluka. Rasa sayang kita dibungkus dengan harapan untuk menjadikan lingkungan sekitar semakin baik dan nyaman. Karena adanya harapan ini, kita mencintai bayi dengan mendalam. Kita berharap cinta kita membuat mereka bisa mewujudkan harapan tersebut.

 

Bayi Berbau Harum dan Ekspresif

Ini adalah salah satu alasan yang paling banyak diutarakan oleh orang-orang. Bayi berbau harum! Bagi kita, tidak ada aroma yang lebih sedap daripada bau badan bayi sehabis dimandikan. Kita sering kali mencium tubuh bayi karena menyukai aroma mereka yang membuat kita merasa relaks dan nyaman, juga senang menggelitik mereka.

Kita senang dengan ekspresi mereka saat kita menggelitik mereka. Kita juga senang melihat mereka saat mengekspresikan sesuatu. Misalnya, saat mereka menangis untuk menyampaikan bahwa popok mereka sudah kotor atau saat mereka lapar dan lelah. Meskipun suara tangisan terkadang membuat kita terganggu, kita juga merasa senang melihat ekspresi mereka. Kita seolah bermain tebak-tebakan dengan mereka, apa yang sedang bayi sampaikan dan apa yang mereka inginkan. Aroma tubuh mereka yang harum, ekspresi mereka yang lucu tidak hanya membuat kita semakin mencintai bayi, tetapi juga merasa lebih rileks dan seolah beban dalam pikiran hilang.

 

 

Beberapa orang mengatakan bahwa bayi bak mainan yang sangat mereka sayangi. Saat kita bersama bayi, ada rasa nyaman dan ingin merawat mereka dengan sepenuh hati. Saat kita melihat wajah mereka, memperhatikan ekspresi mereka, dan mencium aroma mereka, kita menyadari bahwa bayi sangat berharga. Kesadaran kita bahwa bayi sangat berharga itulah yang membuat kita mencintai mereka dan ingin mengasuh mereka dengan sangat baik.

Menurut Montessori, kita bisa melakukan pengasuhan dengan pendekatan Montessori bahkan sejak mereka lahir. Kita menjadi tahu caranya menanggapi tangisan bayi, tahu aktivitas mana saja yang dicari dan tepat untuk bayi, dan cara menyiapkan rumah yang ramah bayi. Semua penjelasan tersebut bisa didapatkan melalui buku The Montessori Baby karya Simone Davies dan Junnifa Uzodike yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Bentang.

Saat ini, buku The Montessori Baby dalam bahasa Indonesia sedang dalam masa prapesan. Kamu bisa ikut prapesan melalui bit.ly/pesanmontessoribaby.

Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan di Dalam Toilet Selain Membersihkan Diri

Ketika melihat anak yang ketakutan ke toilet sendiri, kita bisa memberi tahu mereka bahwa ada kegiatan positif yang bisa mereka lakukan di dalam toilet selain buang air. Barangkali, pemikiran mereka jika di dalam toilet sendiri maka akan ada monster yang menghampiri sehingga anak takut sendirian. Meskipun telah kita beri tahu tentang manfaat yang bisa mereka rasakan jika bisa ke toilet sendiri, mereka terkadang masih tetap khawatir.

Perlu juga kita mengubah cara penyampaian kepada mereka tentang pentingnya ke toilet sendiri. Salah satunya adalah dengan memberi tahu mereka kegiatan positif yang bisa dilakukan di dalam toilet.

 

Baca juga: Melatih Toilet Training pada Anak

 

Mengenali Bagian Tubuh Mereka

            Toilet adalah salah satu tempat dengan tingkat privasi yang tinggi dan nyaman bagi kita untuk melakukan banyak hal. Karena toilet adalah tempat yang sangat privat, toilet bisa menjadi tempat bagi anak untuk mengenali bagian tubuh mereka. Mereka bisa melihat secara detail bagian tubuh mereka tanpa harus takut akan dilihat orang lain atau merasa tidak nyaman.

Mengenali tubuh penting bagi anak, agar mereka mengetahui apa saja yang mereka miliki dan bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh atau dilihat oleh orang lain. Selain itu, jika anak memiliki tanda tertentu di tubuh, mereka bisa mengetahuinya dengan melihat tanda tersebut secara langsung.

Dengan mengenali tubuh mereka, selanjutnya anak juga tahu apa yang baik dan tidak baik bagi tubuh mereka terutama mengenai perawatan diri. Mereka perlu tahu bagaimana kondisi kulit mereka dan hal lainnya. Kita sebagai orang dewasa juga perlu mengajarkan pada mereka bahwa mengetahui bagian tubuh sendiri bukan hal yang tabu dan memalukan. Mereka justru harus tahu apa yang mereka miliki dan bagaimana cara merawatnya.

 

Tempat Anak untuk Berekspresi

Anak memiliki ekspresi dan emosi yang memang sulit kita tebak. Itu sebabnya, kita perlu melatih mereka untuk mengontrol ekspresi dan emosi yang mereka miliki agar tidak melukai perasaan orang lain maupun perasaan sendiri. Toilet bisa menjadi salah satu tempat bagi anak untuk bebas berekspresi tanpa harus takut melukai perasaan siapa pun. Ketika marah dan menangis atau kecewa, anak bisa menatap dirinya sendiri di kaca dan menumpahkan ekspresi dan emosinya. Namun, kita sebagai orang dewasa tetap perlu mengawasi mereka.

Selain itu, anak bisa bebas melihat wajah dan ekspresi mereka saat senang, sedih, marah, menangis, kecewa, dan lain-lain. Dengan demikian, anak bisa tahu bagaimana mereka harus mengekspresikan sesuatu. Di dalam toilet, anak juga bisa memeriksa seluruh wajah mereka dan apa dampaknya jika mereka mengeluarkan ekspresi tertentu.

 

Banyak sekali ternyata manfaat yang bisa kita rasakan dengan ke toilet sendiri. Tidak hanya untuk buang air dan membersihkan diri, toilet ternyata juga bisa menjadi tempat anak mengenali bagian tubuh mereka dan berekspresi secara bebas tanpa khawatir akan menyakiti orang lain. Mengajarkan anak pentingnya ke toilet sendiri memang terasa sulit di awal-awal, namun jika kita bisa menyampaikan dengan baik dan benar pasti bisa, kok!

cican-bisa-ke-toilet-sendiriMelalui buku Cican Bisa ke Toilet Sendiri, Wahyu Aditya ingin menyampaikan pentingnya anak untuk bisa ke toilet sendiri. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang lucu, full-color, dan tahap-tahap menggunakan toilet yang bisa ditiru anak. Buku ini akan segera terbit pada tanggal 17 Mei 2021. Eits, tidak hanya itu. Cican juga mengajak anak Mom untuk turut berpartisipasi dalam Lomba Mewarnai Tingkat Nasional via Daring, lho. Informasi selengkapnya bisa cek di akun Instagram @bentangkids ya!