Hal-Hal yang Perlu Kita Ketahui Tentang Bayi

Apa yang kita ketahui tentang bayi? Apa yang kita pikirkan? Bayi yang lucu, menggemaskan, dan rentan? Tentu banyak persepsi kita tentang bayi. Ada pula yang menganggap bayi itu sangat rewel dan merepotkan. Dalam buku The Montessori Baby dalam versi Indonesia yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka, Simone Davis menjelaskan beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang bayi.

 

Baca juga: Kecakapan Komunikasi Sebagai Potensi Anak

 

Empat Fakta Menarik Tentang Bayi

Hal pertama yang perlu kamu ketahui terkait bayi adalah bahwa mereka menyerap segalanya. Bayi sudah bisa menyerap informasi visual sebanyak yang ia bisa. Bayi juga menyerap bau, ruang di sekelilingnya, dan sentuhan di tubuhnya. Mereka juga mendengar aneka bunyi di sekitarnya dan bisa mengecap jarinya sendiri dan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya. Kedua, bayi bisa diajak untuk bercakap-cakap. Tapi, bukan artinya kita hanya sekadar berbicara satu arah kepada bayi. Kita bisa mengajak mereka untuk berbicara dan menunggu tanggapannya, misalnya ketika ia mencoba membuka mulut atau ia menyentuh tangan kita.

Bayi juga perlu waktu untuk bergerak dan menjelajah. Mereka perlu waktu untuk berbaring di lantai yang dialasi dan meregangkan seluruh tubuhnya. Kita bisa mendukung bayi dengan cara memberinya bantuan sesedikit mungkin dan sebanyak yang diperlukan. Tentu bayi juga perlu diperlakukan lembut, bukan? Tapi, bukan berarti bayi rapuh. Kita perlu peka terhadap peralihan bayi dari rahin ke dunia luar dan memegang bayi secara lembut dan hati-hati. Namun, kita tidak perlu membungkus mereka sangat rapat dan malah justru mengungkungnya. Tangan, kaki, dan kepala boleh tidak tertutup asalkan hangat supaya bayi bisa bergerak bebas.

Selanjutnya, bayi juga sedang membangun kepercayaannya terhadap lingkungan, pengasuhnya, dan diri sendiri. Selama sembilan bulan pertama, mereka masih menyesuaikan diri di lingkungan baru. Mereka juga sedang membangun kepercayaan terhadap lingkungan dan dirinya sendiri, serta belajar bagaimana mengandalkan orang tuanya.

Pada tahun pertama, bayi beranjak dari ketergantungan, lalu ke kolaborasi dan ke kemandirian. Saat baru lahir, bayi mengandalkan kita untuk memperoleh pangan, papan, sandang, dan termasuk membersihkan tubuhnya atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Semakin ia besar, kita perlu membiarkan dia untuk turut berpartisipasi, misalnya mengangkat lengan saat memakaikannya baju. Perlahan, ia juga akan belajar untuk mandiri.

 

Tiga Hal Tentang Bayi yang Tidak Pernah Kita Pikirkan

Bayi berkembang secara sehat jika ada kelekatan aman atau secure attachment. Yang dimaksudkan dengan secure attachment adalah jika kebutuhan akan kedekatan dan makanan biasanya dipenuhi secara konsisten semasa bayi. Kelekatan menciptakan hubungan emosional yang mendalam antara bayi dengan pengasuh utama. Selanjutnya, ketika kita melihat bayi yang menangis, pernahkah kita bertanya-tanya apa yang sebenarnya ingin ia katakan? Bayi yang menangis sebenarnya sedang berusaha mengomunikasikan kebutuhannya. Ketika kita tidak tahu apa yang ingin ia katakan, kita perlu berkomunikasi dan mencermati apa yang hendak mereka sampaikan pada kita.

Hal berikutnya adalah bahwa bayi tidak membutuhkan banyak barang. Dalam pengasuhan bayi, ada sebuah prinsip yang perlu diingat bahwa lebih sedikit lebih baik. Bayi memerlukan pelukan penuh kasih, tempat meregangkan tubuh, tempat untuk tidur, nutrisi yang cukup, dan rumah hangat dan nyaman untuk dijelajahi. Selain itu, mereka juga meraih kepercayaan diri berkat dari titik-titik acuan. Titik-titik acuan adalah macam-macam di kehidupan sehari-hari yang digunakan bayi untuk mengorientasikan diri. Hal ini bisa jadi adalah tangan bayi sendiri, suara kita, tempat bayi diberi makan, dan ritme harian.

Hal terakhir yang perlu kita ketahui bahwa bayi mengetahui banyak hal yang tidak kita ketahui. Ketika kita memandang mereka, banyak misteri yang menanti untuk dikuak. Seolah bayi mengatakan, “jika kamu ingin tahu tentang aku, perhatikan aku.” Mengamati bayi adalah salah satu cara untuk menghormatinya.

 

Banyak hal yang ternyata belum kita ketahui tentang bayi. Namun, melalui buku The Montessori Baby, kamu bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang bayi dan cara pengasuhannya. Melalui buku ini, kamu bisa memahami dunia bayi dan bagaimana sebenarnya bayi ingin diperlakukan dan seperti apa kita harus memandang bayi. Buku The Montessori Baby akan mulai prapesan tanggal 6 hingga 22 Mei 2021.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *