Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta.

***

Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia—seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya—sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya.

Namun, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk.

EMHA AINUN NADJIB, lahir pada 27 Mei 1953 di Jombang, Jawa Timur. Pernah meguru di Pondok Pesantren Gontor, dan “singgah” di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Emha Ainun Nadjib merupakan cendekiawan sekaligus budayawan yang piawai dalam menggagas dan menoreh kata-kata. Tulisan-tulisannya, baik esai, kolom, cerpen, dan puisi-puisinya banyak menghiasi pelbagai media cetak terkemuka.

Pada 1980-an aktif mengikuti kegiatan kesenian internasional, seperti Lokakarya Teater di Filipina (1980); International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, AS (1984); Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984); serta Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman Barat (1985).

Read more
Penulis
: Emha Ainun Nadjib
Judul buku
: Mereka yang Tak Pernah Mati
Penerbit
: Bentang Pustaka
ISBN
: 978-602-291-894-3
Tebal
: 272 halaman
Kategori
: Sosial dan Budaya

Buku ini membahas perspektif Emha Ainun Nadjib, atau Mbah Nun, terhadap orang-orang di sekelilingnya. Dari situ pembaca akan mempelajari seni menjalani kehidupan. Tokoh yang dbahas pun beragam, dari orang sangat terkenal seperti WS Rendra, Koes Ploes sampai orang-orang biasa yang memiliki keistimewaan di balik kesederhanaan. Nilai yang ditawarkan buku ini komplit, ada relasi antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, manusia dan negara.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta