fbpx
Pengasuhan yang Dibutuhkan Anak

Pengasuhan yang Dibutuhkan Anak

Sering kali ketika kita melihat anak yang tantrum, kita jadi berpikir, “pengasuhan seperti apa yang dibutuhkan anak?” Kita mencari berbagai cara, mempelajari berbagai metode pengasuhan, bahkan mengikuti seminar-seminar tentang pengasuhan anak. Terkadang kita juga tidak memberikan bantuan kepada anak sehingga kita tidak bisa memahami dunia mereka lebih dalam. Lantas, pengasuhan seperti apa yang dibutuhkan anak?

 

Baca juga: Sifat Anak yang Tersembunyi

 

Anak Butuh Sarana

Tugas kita sebagai orang dewasa bukanlah membantu anak membentuk diri mereka, karena hal tersebut adalah tugas alam. Tetapi, sebagai orang dewasa kita bisa memberikan sarana untuk manifestasinya. Kita bisa menyediakan bermacam-macam hal yang dibutuhkan anak untuk pembentukan diri mereka.

Selain itu, kita juga perlu menyediakan lingkungan yang memadai untuk embrio psikis. Karena tugas kita hanyalah menyediakan sarana kepada anak, kita tidak perlu menginterupsi perkembangan anak dengan bermacam-macam bantuan. Kita bisa membiarkan anak untuk berkembang secara mandiri bersamaan dengan alam.

 

Anak Butuh Dorongan Psikis

Selain anak membutuhkan sarana, mereka juga butuh untuk membuktikan eksistensi kehidupan psikis mereka. Kita sebagai orang dewasa berperan untuk mendorong mereka melakukan gerakan-gerakan secara sadar. Ketika kita melihat anak sedang bergerak, kita juga perlu menyadari bahwa anak juga sedang mengutarakan perasaan mereka.

Ketika anak bergerak dari perasaan mereka atau bergerak karena menginginkan sesuatu, maka kita bisa memberikan lagi dorongan psikis pada mereka dengan cara membantu mereka menggerakkan tubuh dan mengekspresikan keinginan mereka. Kehidupan psikis anak terutama balita mesti diamati dengan cermat. Kita mesti memulai dari masa ketika indra anak mulai menangkap dan mengumpulkan impresi sadar mengenai dunia luar.

 

Kemampuan Pengamatan Kita

Ketika ingin membantu anak dalam pengasuhan, kita sebenarnya tidak memerlukan kemampuan pengamatan yang luar biasa. Kita juga tidak perlu mampu untuk menafsirkan hasil dari pengamatan. Kita cukup memiliki kemauan untuk membantu pikiran anak yang tersembunyi. Selanjutnya, kita hanya perlu mengikuti anak.

Maria Montessori juga menuliskan bahwa pengasuhan yang diperlukan oleh anak sebenarnya sederhana sekaligus praktis. Contohnya seperti ini. Kebanyakan dari kita meyakini bahwa bayi tidak bisa duduk tegak sehingga mereka harus selalu berbaring mendatar. Karena anggapan ini, hubungan indrawi pertama antara bayi dengan lingkungan adalah langit, bukan daratan atau bumi. Dengan demikian, bayi tetap membutuhkan penglihatan sebagai impresi pertama mereka.

 

 

Banyak hal yang tidak pernah kita ketahui tentang dunia anak. Seolah mereka hanyalah manusia yang lemah dan tidak mengetahui banyak hal, padahal sebenarnya banyak yang tersembunyi pada pikiran mereka. Pengasuhan anak tidaklah bertele-tele. Mereka hanya membutuhkan sesuatu yang sederhana dan kita sebagai orang dewasa juga hanya menyediakan hal-hal di atas. Singkatnya, kita hanya menyediakan fasilitas dan dorongan psikis kepada anak, serta kita perlu mengamati mereka.

Melalui pengamatan, kita bisa memahami dunia anak dengan baik. Kita bisa memahami apa yang mereka lakukan, mengapa mereka melakukan gerakan tersebut, dan bahkan kita bisa berkomunikasi dengan mereka meskipun mereka belum bisa bicara. Dengan demikian, kita saling mengerti satu sama lain dan membentuk bonding yang baik dengan anak.

Montessori: Keajaiban Dunia Anak yang TerlupakanDalam buku Maria Montessori berjudul Montessori: Keajaiban Dunia Anak yang Terlupakan, banyak diulas mengenai dunia anak dan bagaimana kita bisa memahami anak melalui kacamata mereka. Buku ini bisa didapatkan sekarang melalui linktr.ee/Bentang atau dapatkan di toko buku kesayanganmu.

Metode Montessori

Penerapan Praktis Metode Montessori dalam Pendidikan

Metode Montessori selalu menjadi pilihan bagi orang tua maupun guru dalam penerapan pengasuhan anak. Montessori memang bisa memberikan kontribusi penting pada dunia pendidikan, baik untuk anak-anak kelas menengah maupun kelas bawah. Dalam penerapan metode Montessori di ranah pendidikan, terdapat dua hal yang perlu dibahas. Pertama, yaitu ketersediaan guru dan kedua adalah persoalan biaya. Kedua hal ini kemudian akan dibandingkan dengan sistem pendidikan lainnya.

 

Baca juga: Memberi Kepercayaan pada Anak

 

Ketersediaan Guru Montessori

Ketika kita membahas guru, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan, yaitu melatih guru baru atau memberikan pelatihan untuk guru yang sudah berpengalaman. Namun, kedua pendekatan ini memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Hal paling efektif yang bisa dilakukan adalah perpaduan keduanya. Guru baru yang tidak perlu meninggalkan kebiasaan lama mungkin akan lebih siap menerima dan lebih cakap dalam menjalankan filosofi dan praktik Montessori.

Guru-guru yang sudah berpengalaman perlu diyakinkan terlebih dahulu bahwa pendidikan Montessori memang merupakan pendekatan mengajar yang lebih baik ketimbang pendekatan yang telah mereka kenal. Setelahnya, barulah guru yang sudah berpengalaman diberikan pelatihan Montessori.

Di sisi lain, kita perlu melihat keadaan guru saat ini. Mereka digaji dalam jumlah yang sedikit, dibebani banyak tanggung jawab, dan tidak dihargai. Selain itu, mereka juga berada dalam posisi yang sangat melelahkan, yaitu harus mengontrol dan mendominasi anak-anak. Akibatnya, para guru menjadi patah semangat karena mustahil bagi mereka bisa memenuhi tuntutan tersebut. Tuntutan ini membuat mereka harus menggiring, mendorong, dan menarik perhatian seluruh murid sebagai satu kesatuan.

Guru yang telah berpengalaman barangkali menyambut baik kesempatan untuk mendalami pendekatan mengajar baru yang akan membebaskannya dari beban tersebut. Hal ini disebabkan pada hasil observasi bahwa guru-guru yang pernah melihat praktik metode Montessori memang tertarik pada teknik dan bahan ajar Montessori yang dinilai efektif.

 

Biaya Pendidikan Montessori

Kebanyakan orang menganggap bahwa dalam penerapan praktik Montessori membutuhkan biaya operasional lebih tinggi daripada pendekatan-pendekatan pendidikan yang lain. Anggapan ini muncul karena beberapa alasan. Pertama, sekolah Montessori umumnya adalah lembaga pendidikan usia dini. Guru-guru Montessori kebanyakan memiliki latar belakang pendidikan yang setara dengan guru SD dan bekerja sehari penuh. Oleh sebab itu, mereka mendapat gaji lebih tinggi dibandingkan guru TK.

Kedua, kelas Montessori mengharuskan adanya sistem asisten guru sehingga hal ini menambah komponen biaya operasional. Ketiga, aparatus Montessori menarik dan didesain dengan gaya modern sehingga terkesan lebih mahal dari yang sebenarnya. Harga satu set aparatus untuk tiga puluh anak hampir setara biaya yang dibutuhkan oleh tempat penitipan anak yang menyediakan wahana bermain anak. Perbedaannya, peralatan Montessori tidak perlu sering diganti dan diperbaiki karena kualitasnya bagus dan anak-anak diajari untuk menggunakan dengan baik.

 

 

Dalam kelas Montessori, penentu bahwa kelas tersebut efektif dan sesuai dengan filosofi adalah sikap guru terhadap anak-anak dan dirinya sendiri. Selain sikap seperti itu, guru juga perlu memiliki akses terhadap aparatus-aparatus Montessori. Jika tidak punya, guru bisa mengadaptasi bahan-bahan ajar yang ia punya atau membuatnya sendiri.

Pada praktiknya, metode Montessori yang selama ini kita anggap membutuhkan biaya yang mahal karena guru dan juga aparatus, tidak selalu benar. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan kembali perihal biaya. Selain itu, filosofi dan praktik Montessori efektif diberikan kepada anak, terutama untuk menggali potensi mereka.

Montessori Seni Menggali Potensi Anak Sejak DiniMelalui buku Montessori: Seni Menggali Potensi Anak Sejak Dini yang ditulis oleh Paula Polk Lillard, kita akan mempelajari filosofi dan praktik Montessori yang dapat diterapkan orang tua atau guru perihal potensi anak. Pertanyaan kita seputar cara untuk menggali potensi anak tanpa menghalangi langkah mereka akan dikupas habis dalam buku ini. Dapatkan sekarang melalui linktr.ee/Bentang atau dapatkan di toko-toko buku kesayanganmu.

Toilet umum

Mengajak Anak Menjaga Kebersihan Toilet Umum

Ketika kita bepergian jauh dan ingin buang air, tentu kita pergi ke toilet umum. Tidak jarang kita menemui toilet umum yang kurang bersih dan bahkan terkadang sangat jorok. Hal ini tentu membuat kita menjadi risi dan terkadang tidak jadi menggunakan toilet. Jika anak melihat hal ini, jangan sampai kita membiarkan mereka berpikir bahwa toilet umum memang demikian adanya.

Kita bisa memberi tahu kepada mereka bahwa toilet umum tidak selalu jorok, dan bahkan seharusnya bersih karena digunakan banyak orang. Kita juga perlu memberi tahu apa saja yang bisa kita dapatkan jika membiarkan toilet umum kotor.

 

 Baca juga: Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan di Dalam Toilet Selain Membersihkan Diri

Toilet Umum Seharusnya Bersih

Saat kita memasuki sebuah toilet umum, kita perlu memeriksa sekitar. Apakah pintu bisa dipastikan tertutup rapat dan kemudian pastikan tidak ada hal mencurigakan di dalam toilet. Setelah itu, kita cek kebersihan toilet. Jika kotor, maka hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memberi tahu anak bahwa toilet seharusnya bersih, baik toilet di rumah maupun toilet umum.

Kemudian, kita lanjutkan dengan membersihkan toilet. Kita bisa menyiram lantai dan pastikan kotoran yang ada di lantai sudah hilang. Setelah itu, kita bersihkan permukaan WC menggunakan tisu basah atau siram dengan air. Setelahnya, kita lap lagi dengan tisu kering agar nyaman saat kita gunakan. Selanjutnya siram WC, baru kemudian kita gunakan. Ketika sudah selesai menggunakan toilet, kita kembali bersihkan toilet agar orang yang selanjutnya akan memakai toilet merasa nyaman.

Pastikan ketika kita melakukan ini, kita tunjukkan pada anak langkah-langkahnya sembari berbicara dengan mereka. Tujuannya adalah agar anak lebih memahami gerakan kita sekaligus kita bisa berkomunikasi dengan mereka. Tanamkan pada diri mereka bahwa kebersihan toilet sangat penting untuk kenyamanan bersama. Jika kita melihat toilet yang tidak bersih, maka kita harus memulai dari diri sendiri.

 

Toilet di Sekolah

Pada artikel “Pentingnya Menjaga Kebersihan Toilet”, telah dipaparkan dampak yang bisa ditimbulkan dari toilet yang kotor. Kita bisa terserang berbagai macam penyakit dan bisa menularkannya pula pada orang lain. Selain bisa terserang penyakit, membiarkan toilet umum kotor bisa membuat diri kita sendiri jadi malu. Toilet umum biasa digunakan banyak orang dan tentu kita merasa malu jika keluar dari toilet dan orang yang akan menggunakan selanjutnya melihat bahwa toilet kotor.

Meskipun kita memasuki toilet dalam keadaan kotor, kita perlu membiasakan diri tetap menjaga kebersihannya. Jangan sampai kebiasaan kita menjaga kebersihan terhenti hanya di dalam rumah. Jika orang lain belum memulai kebiasaan membersihkan toilet, maka kita yang perlu memulainya. Ajakan ini perlu kita berikan pada anak agar mereka juga terbiasa untuk menjaga kebersihan toilet umum.

Kita bisa mengajari anak untuk menjaga kebersihan toilet umum mulai dari toilet di sekolah mereka. Toilet di sekolah juga termasuk dalam toilet umum karena digunakan oleh banyak orang yang tidak kita kenal. Kita tidak mengetahui apa saja yang mereka bawa dalam diri mereka. Kita bisa mulai mengajarkan anak bahwa saat di sekolah, kita harus menjaga kebersihan toilet sehabis menggunakannya. Kita bisa mengajak mereka untuk memulai sejak dini dan memberikan pengaruh positif ini kepada teman-teman di sekolah.

Jika anak kita masih pada usia taman kanak-kanak tentu kita sering menjumpai anak-anak yang masih belum bisa ke toilet sendiri atau terkadang malah jorok saat menggunakan toilet. Jika anak kita sudah bisa menjaga kebersihan toilet, kita perlu memberikan pengertian kepada mereka bahwa anak-anak seusia dia tidak semuanya bisa menggunakan toilet dengan baik. Sehingga, jika ia melihat ada teman yang jorok atau toilet sekolah jorok, ia bisa mengajak temannya untuk mulai menjaga kebersihan toilet dan memulainya dari diri sendiri.

 

 

Tidak sulit untuk mengajak anak menjaga kebersihan toilet, apalagi jika kita sudah memulainya sejak dini. Melalui buku Cican Bisa ke Toilet Sendiri dari Seri Kebiasaan Baik Fun Cican karya Mas Wahyu Aditya, Cican mengajak si kecil untuk mulai bisa ke toilet sendiri dan menjaga kebersihannya.

 

Saat ini, Cican sedang mengadakan Lomba Menggambar dan Mewarnai Cican tingkat nasional via daring, lho! Ikuti lombanya sekarang juga karena lomba ini hanya sampai tanggal 29 Mei 2021. Selain itu, ada tawaran khusus untuk buku Cican Bisa ke Toilet yang bisa kamu dapatkan tanggal 17-29 Mei 2021. Simak info lebih lanjut di akun Instagram @bentangkids ya!