Islamic Montessori: Perpaduan Metode Parenting Eropa, Kaidah Islam, dan Budaya Indonesia

Telah terbit!

Buku parenting terbaru karya Zahra Zahira yang akan membantu kita untuk dapat menerapkan Montessori baik di rumah ataupun di sekolah.
Saatnya bermain-main bersama anak!
Intisari Buku :
– Mengenalkan nilai-nilai Islam melalui metode Montessori kepada anak secara menyenangkan
– Terdapat 200 lebih aktivitas Islamic Montessori Inspired yang sesuai dengan K-13 Diknas Indonesia
– Materi sesuai dengan silabus PAUD
– Membahas detail 7 area penting Islamic Montessori
– Spesial tip menyiapkan aktivitas Montessori

Sinopsis :
Banyak di antara kita yang sering mendengar istilah “Montessori”. Ingin menerapkan Montessori, baik di rumah ataupun di sekolah. Tetapi kemudian terhambat dengan beberapa material Montessori yang harus dimiliki. Bermula dari keterbatasan itu, Zahra Zahira membuat lesson plan activity yang terinspirasi dari kurikulum dan filosofi Montessori. Berbekal peralatan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar kita, Zahra membagi aktivitas montessori ke dalam 30 tema mingguan. Di setiap tema terdapat 7 area penting montessori: Islamic Studies, Practical Life, Sensorial, Language, Mathematics dan Art & Craft. Zahra juga meyakini, pengenalan nilai-nilai islami dalam setiap aktivitas montessori, dapat mendekatkan anak-anak pada Allah dan mengenalkan Islam sejak dini.

Melengkapi series Montessori lainnya dari @bentangkids, buku Islamic Montessori Inspired Activity ini dibanrol dengan harga Rp99.000,-

Mau? Yuk, Pesan sekarang juga disini! Admin (081216730405)

Belajar Montessori: Haruskah Punya Aparatus Montessori?

Ketika mendengar istilah Montessori, kita mungkin akan mengasosiasikannya dengan aparatus Montessori. Aparatus Montessori merupakan perangkat permainan yang dirancang agar anak mampu menemukan suatu konsep secara mandiri dengan memainkannya berulang-ulang. Dalam proses eksplorasinya, apabila anak melakukan kesalahan, ia akan memperbaiki hal tersebut melalui pengulangan. Aparatus dibuat menarik untuk dimainkan berkali-kali dan didesain secara detail dan presisi sesuai dengan kemampuan anak usia dini. Setiap permainan memiliki tujuan pembelajaran yang berbeda dan fokus pada aspek-aspek tertentu. Itulah mengapa perancangan aparatus Montessori tidak sembarangan dan harganya cenderung mahal.

Pertanyaan yang muncul kemudian: apakah metode Montessori tidak dapat diterapkan di rumah apabila tidak ada aparatus Montessori?

Pertama, kita harus memahami terlebih dahulu gambaran besar dari Montessori itu sendiri. Apa maksud di balik filosofi, prinsip-prinsip, dan permainan yang dirancang sedemikian rupa tersebut. Dalam sebuah kuliah online, Ms. Zahra Zahira menyampaikan, “Montessori adalah filosofi. Filosofi dalam mendidik anak. Filosofi dalam menghargai anak sebagai individu yang dihargai, yang memiliki perasaan seperti orang dewasa.” Ia menambahkan, “Satu hal yang perlu diingat jika kita ingin mengaplikasikan Montessori di rumah, kitalah, orang dewasalah, orang tuanyalah yang harus berubah terlebih dahulu. Kita perlu memberi model perilaku yang baik untuk anak-anak.”

Salah satu area penting dalam Montessori adalah practical life skill atau keterampilan praktik kehidupan. Hal-hal yang dilakukan setiap orang dalam kesehariannya menjadi komponen pembelajaran Montessori. Anak diajarkan untuk dapat mengurus keperluan dasarnya secara mandiri dan dilatih beradaptasi dalam kehidupan sosialnya.
Untuk mengajarkan practical life skill, terdapat banyak pilihan aparatus yang bisa dibeli. Akan tetapi, sesungguhnya orang tua dapat menggunakan benda-benda yang sudah ada dan menyesuaikannya dengan kemampuan dan keamanan alat dan bahan tersebut untuk si kecil.

Contohnya, permainan spoon grains dapat menggunakan mangkuk plastik dan sendok yang sesuai dengan ukuran tangan si kecil. Berbagai kegiatan memasak juga dapat menjadi bahan permainan, seperti mencuci buah dan sayur, mengupas kentang dengan alat kupas yang aman, menuang air, berkreasi dengan cetakan kue, dan sebagainya. Selama permainan tersebut disesuaikan dengan kemampuan si kecil, dapat dilakukan berulang-ulang, dan sesuai dengan prinsip-prinsip Montessori, orang tua tidak perlu khawatir ketika tidak ada aparatus Montessori.

Berangkat dari kesadaran bahwa penyediaan aparatus Montessori tidak selalu bisa dilakukan oleh setiap orang tua, Ms. Zahra Zahira, founder Indonesia Islamic Montessori Community menulis buku berjudul Islamic Montessori Inspired Activity. Buku ini memuat panduan bagaimana menyiapkan alat, bahan, dan cara bermain ala Montessori dengan kombinasi nilai Islami dan kebudayaan Indonesia. Terdapat lebih dari 200 aktivitas yang telah disesuaikan dengan K-13 Diknas Indonesia dan mencakup 7 area penting Islamic Montessori.

Ikuti Pre Order Islamic Montessori Inspired Activity di toko-toko buku online dan reseller kami. Informasi lebih lanjut, cek Instagram @bentangkids dan jangan lupa follow agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya!

BENTANGPUSTAKA

Belajar Islamic Montessori di Rumah Belum Lengkap Tanpa Hal-Hal Berikut!

Menerapkan sebuah sistem pembelajaran untuk anak di rumah membutuhkan persiapan yang matang. Semakin baik dalam persiapannya, maka semakin efektif pelajaran yang diserap oleh anak. Dalam artikel sebelumnya telah dijelaskan beberapa hal yang penting sebelum memulai Islamic Montessori di rumah. Baca artikelnya DI SINI.

Lalu, apakah persiapan saja sudah cukup? Tentu tidak, Happy Parents. Selama kegiatan Islamic Montessori, anak tidak serta-merta dilepaskan begitu saja untuk bermain dan mengeksplorasi permainannya. Namun, orang tua perlu konsisten mengarahkan anak sesuai dengan filosofi Montessori dan nilai-nilai Islam yang ingin ditanamkan. Berikut hal-hal yang wajib diperhatikan saat penerapan Islamic Montessori di rumah.

Presentasi Kegiatan dengan Beginning, Middle, dan End serta Mengaitkan dengan Nilai Islami
Setiap kegiatan Montessori harus memiliki sistematika dan waktu yang ditentukan untuk melatih kedisiplinan. Secara tidak langsung juga memberi kenyamanan kepada anak karena anak peka terhadap keteraturan. Sistematika kegiatan Montessori dibagi menjadi tiga sesi, yaitu pembukaan, pertengahan, dan penutupan. Dalam Islamic Montessori, hendaknya setiap sesi dilakukan dengan menyebut asma Allah dan mengaitkan kegiatan dengan kebesaran dan ciptaan Allah.

SHOW Presentation and Limit Intervention
Sebelum anak mampu bermain Montessori secara mandiri, kita perlu mencontohkan terlebih dahulu. Anak-anak tidak akan mengerti dan mengingat dengan baik apa yang kita contohkan apabila kita menjelaskan sambil memeragakan kegiatan tersebut. Penjelasan menggunakan kata-kata harus dilakukan bergantian dengan penjelasan menggunakan gerakan tangan. SHOW merupakan singkatan dari Slow Hands, Omit Words yang berarti gerakan tangan yang perlahan dan menahan mulut untuk berbicara ketika tengah memeragakan cara bermain dalam Islamic Montessori.

Mengaplikasikan Work Cycle
Yang satu ini terlihat mudah dan sederhana, tetapi perlu konsistensi dari orang tua untuk mengingatkan anak, khususnya pada awal-awal penerapan Islamic Montessori di rumah. Orang tua perlu menyiapkan satu nampan untuk setiap permainan Montessori. Ketika permainan itu akan digunakan oleh anak, anak harus membawa nampan tersebut ke “ruang kerjanya”, yaitu pada mat yang bisa diletakkan di meja atau lantai. Sehingga, seluruh proses bermain dan belajar hanya dilakukan di atas mat. Setelah selesai, ia harus mengembalikannya pada lemari atau tempat khusus permainan Montessori yang disediakan orang tua. Ini akan membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab dalam dirinya.

Dalam buku Islamic Montessori Inspired Activity yang akan terbit sebentar lagi, ketiga hal tersebut dijelaskan lebih terperinci disertai berbagai aktivitas dan tip pendukung yang dapat menjadi panduan orang tua dalam menerapkan Islamic Montessori di rumah. Nantikan karya dari Ms. Zahra Zahira, founder Indonesia Islamic Montessori Community ini, ya! Hanya di Bentang Pustaka. Follow Instagram @bentangkids agar tidak ketinggalan informasinya.