mengoptimalkan perkembangan ank

Mengoptimalkan Perkembangan Anak: Mereka Butuh Bermain Bebas!

Orang tua yang peduli terhadap anak mereka pasti juga peduli terhadap perkembangannya. Namun, belum tentu semua dari mereka itu tahu cara mengoptimalkan perkembangan anak. Lebih parahnya lagi, mereka tak sadar bahwa cara pengasuhan mereka malah menghambat perkembangan anak.

Perkembangan anak yang dimaksud bukan hanya perkembangan dalam bidang akademis atau hard skills, melainkan juga soft skills, seperti kemampuan untuk percaya diri, mengatasi masalah, dan bersosialisasi. Mengoptimalkan perkembangan anak sebenarnya mudah saja. Sayangnya, banyak dari kita yang yang terlalu mencemaskan perkembangan dan kesejahteraan anak. Karena rasa cemas ini malah membuat banyak orang tua yang terlalu protektif terhadap anak. Melindungi anak memang perlu, tetapi terlalu protektif terhadap anak adalah boomerang bagi perkembangan anak. Orang tua yang terlalu protektif terhadap anak biasanya menggunakan metode helicopter parenting, dengan sadar atau tidak sadar.

 

Apa Itu Helicopter Parenting?

Helicopter parenting adalah gaya parenting yang terlalu fokus terhadap anak. Helicopter parents merupakan orang tua yang terlalu protektif, terlalu mengontrol, dan terlalu ikut campur terhadap urusan anak. Contoh dari perilaku tersebut adalah ikut membantu atau menangani masalah sepele yang sebenarnya anak-anak bisa selesaikan sendiri. Hellicopter parents juga selalu memonitor anak dan mengarahkan apa yang harus mereka lakukan sepanjang waktu.

 Hellicopter parents beranggapan bahwa mereka perlu untuk membantu dan mengontrol anak sepanjang waktu untuk memastikan perkembangan anak. Mereka menganggap bahwa masalah yang dihadapi anak hanya akan membuat anak menjadi tidak bahagia. Padahal, terlalu mencampuri atau terlibat dalam urusan anak hanya akan membuat anak sulit berkembang. Hal tersebut disebabkan anak tidak memiliki ruang untuk belajar dan tumbuh.

Ruang untuk berkembang pada dasarnya sangat penting untuk perkembangan anak. Ruang tersebut mengizinkan anak untuk mengasah soft skill mereka. Jessica Joelle dan Ibsen Dissing dalam bukunya yang berjudul The Danish Way of Parenting menjelaskan dampak buruk terhadap perkembangan anak dari cara pengasuhan yang terlalu mengekang. Sesuai judulnya, buku parenting yang satu ini mengambil sudut pandang dan cara pengasuhan orang Denmark. Dalam mengasuh anak, orang Denmark tidak terlalu mengontrol kegiatan anak. Sebaliknya, mereka lebih leluasa dalam memberikan ruang untuk anak berkembang. Ruang berkembang ini akan membantu anak untuk dapat mengasah soft skills dan bahkan hard skills mereka.

 

Helicopter Parenting Menghambat Kendali Internal Anak

Kendali internal sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak. Anak yang memiliki kendali internal sadar bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengendalikan hidup dan hal-hal yang terjadi pada mereka. Hal ini sangat diperlukan oleh semua orang sejak dini karena kendali internal berpengaruh terhadap proses perkembangan anak. Anak yang memiliki kendali internal akan memiliki rasa percaya diri bahwa mereka dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah dan kesulitan yang terjadi pada mereka. Hal ini akan membantu anak untuk memiliki fondasi kuat dalam kemandirian, rasa percaya diri, dan rasa mencintai diri sendiri.

Lawan dari kendali internal adalah kendali eksternal. Anak yang memiliki kendali eksternal percaya bahwa hidup mereka dikendalikan oleh faktor eksternal, seperti lingkungan dan nasib. Anak yang memiliki kendali eksternal akan lebih rentan mengalami kecemasan dan depresi. Hal tersebut disebabkan bahwa mereka percaya tidak dapat mengendalikan hidup mereka. Lebih parahnya, mereka tidak tahu apakah mereka dapat menyelesaikan masalah atau kesulitan yang mereka hadapi.

Hellicopter parenting menanamkan kendali eksternal pada anak. Ketika orang tua selalu menentukan apa yang terbaik untuk anak dan membantu anak dalam menyelesaikan masalah mereka, anak akan berpikir bahwa mereka tidak memiliki kendali atas hidupnya. Mereka merasa tidak memiiki kemampuan untuk menentukan apa yang baik untuk diri mereka sendiri. Mereka juga tidak memiliki kepercayaan diri dalam menyelesaikan masalah.

Terlebih lagi, rasa cemas dan depresi membuat anak sulit untuk berkembang. Contohnya, mereka enggan untuk mencoba hal baru. Padahal, dengan hal baru, anak dapat mencoba kemampuan baru yang menunjang perkembangannya.

 

Bermain Bebas Memberi Ruang bagi Perkembangan Anak

Jika kita ingin mengoptimalkan perkembangan anak, yang kita perlu lakukan adalah membiarkan anak untuk bermain bebas. Bermain di sini bukanlah bermain alat musik, olahraga, atau permainan yang sudah diatur sedemikian oleh orang dewasa. Bermain yang dimaksud adalah aktivitas anak untuk bebas memainkan permainannya sendiri baik bersama teman maupun seorang diri. Orang tua juga tidak perlu selalu mengawasi anak saat bermain. Biarkan anak mengambil kendali atas hidupnya sendiri. Jika kita merasa perlu membantu anak, pastikan bahwa anak benar-benar membutuhkan bantuan kita. Sederhana bukan?

Ketika bermain bebas, anak dapat membangun kendali internal karena mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap hidup mereka. Bermain bebas juga menjadi ruang untuk mencoba hal baru yang akan meningkatkan rasa percaya diri anak dan skills anak lainnya. Jika anak memiliki masalah dalam permainannya, memberinya kesempatan untuk mengatasi sendiri juga dapat mendorong kemampuan problem-solving dan rasa tanggung jawab mereka.

 

Menghilangkan Helicopter Parenting

Mengoptimalkan perkembangan anak memang sederhana. Hal yang sulit adalah untuk memberikan kepercayaan kepada anak. Sebagai orang tua, rasa khawatir terhadap kebahagiaan anak itu normal. Namun, orang tua juga harus belajar untuk mengurangi rasa khawatir tersebut dan berhenti untuk terlalu mengontrol hidup anak. Jika ingin anak kita berkembang, kita juga harus yakin bahwa mereka bisa berkembang bukan? Hellicopter parenting adalah bukti bahwa orang tua masih memiliki keraguan atas kemampuan anak untuk mengembangkan diri mereka sendiri.

Jika kita merasa kesulitan dalam mengurangi rasa cemas, kita dapat belajar dari ahli parenting seperti dengan membaca buku, artikel, maupun majalah. The Danish Way of Parenting yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka juga ditulis oleh ahli yang telah melakukan riset tentang metode pengasuhan ala orang Denmark. Buku The Danish Way of Parenting juga menjelaskan cara mengoptimalkan bermain bebas untuk menunjang perkembangan optimal anak.

Konsep Minimalis dalam Montessori

Metode montessori tidak saklek berbicara soal teori pengasuhan dan kurikulum pendidikan di ruang kelas belaka. Dalam montessori, lingkungan merupakan salah satu komponen penting  yang mempengaruhi tumbuh kembang  anak.  Terdapat hubungan yang dinamis antara anak, orang dewasa, dan lingkungan. Tak terkecuali lingkungan rumah.  Oleh karena itu, montessori juga menekankan kita akan pentingnya strategi penataan lingkungan yang kondusif. Salah satu strateginya adalah melalui unsur minimalis.

Jika memperhatikan ruangan kelas montessori, kita bisa lihat bahwa penataannya dibuat sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan anak. Rumah sebagai tempat utama berkumpul dan berinteraksi dengan keluarga pun sebetulnya bisa disulap menjadi lingkungan yang kondusif.  Berikut ini beberapa prinsip minimalis dalam penataan ruangan ala montessori dari buku The Montessori Toddler karya Simone Davies.

Kesederhanaan

Memiliki anak, apalagi yang masih berusia dini seringkali menjadi kendala dalam menata rumah. Alasannya, anak usia dini memiliki banyak kebutuhan. Mulai dari baju, mainan, alat makan,  sampai perangkat belajar seperti alat tulis dan sarana aktivitas anak. Padahal dalam montessori, kesederhanaan merupakan salah satu kunci. Alih-alih menyediakan banyak barang, orang tua cukup memajang beberapa sarana aktivitas anak saja. Dengan begitu anak-anak akan terlatih fokusnya dalam menguasai kegiatan tertentu dalam satu waktu.

Kerapian dan keteraturan

Konsep minimalis menekankan keteraturan. Metode montessori pun senantiasa mendukung hal tersebut melalui aktivitas pendukung sensorik dan motorik anak. Itulah kenapa di kelas-kelas montessori perangkat belajarnya tersimpan rapi di nampan atau rak khusus. Lewat hal ini kita bisa mengajarkan anak di mana suatu benda harusnya berada. Sebuah penanaman kebiasaan baik yang bisa kita mulai sejak dini di rumah.

Kebersihan

Konsep minimalis sangat khas dengan rutinitas berbenah dan tampilan yang bersih. Dalam metode montessori, anak-anak juga dikenalkan dengan kebersihan melalui aktivitas mandiri seperti menyapu dan membersihkan debu. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun koordinasi, konsentrasi, dan kemandirian mereka.

 

Nah, bagi para orang tua yang memiliki anak usia dini dan tertarik untuk menata rumahnya secara minimalis, tak perlu bingung kan. Ternyata kita bisa menerapkan konsep minimalis lewat metode montessori. Masih ada banyak tip lainnya seputar penerapan montessori di rumah dalam buku The Montessori Toddler karya Simone Davies yang tersedia di Mizanstore loh. Segera dapatkan bukunya ya!

Montessori Toddler oleh Simone Davies

Menjaga Kehamilan

Menjaga Kehamilan: Cara Orang Prancis Memang Paling Tenang dan Paling Santai!

Membayangkan hamil saja rasanya sudah mencemaskan, apalagi harus benar-benar menjaga kehamilan. Hamil terlihat sangat melelahkan dan penuh tantangan. Namun, hamil juga diwarnai kebahagiaan. Oleh karenanya, ada yang ingin merasakan pengalaman menjadi ibu hamil, tapi banyak juga yang hanya ingin punya anak tanpa harus hamil, apalagi melahirkan! Rasa sakitnya itu, lho .… Horor!

Untuk kita yang tinggal di Indonesia, menjaga kehamilan memang benar-benar ribet. Banyak aturan dan larangan yang harus kita ikuti. Mulai dari yang hanya sekadar mitos tak berdasar, hingga fakta berdasarkan penjelasan medis. Banyak mitos tentang kehamilan di Indonesia, seperti ibu hamil dilarang mewarnai rambut, harus makan dua kali lipat, tidak boleh makan nanas, dan masih banyak lagi mitos lintas generasi.

Rasa Cemas pada Ibu Hamil

Sebenarnya, bukan hanya Indonesia yang memiliki banyak aturan dan larangan dalam kehamilan. Amerika sebagai negara maju juga memiliki aturan yang ketat dalam menjaga kehamilan. Namun, di balik aturan dan larangan yang mungkin akan berbeda pada setiap negara, ada persamaan yang dirasakan hampir oleh semua calon ibu tanpa memandang budaya dan negara. Hal tersebut adalah rasa cemas. Cemas akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dari sebuah kehamilan. Rasa cemas inilah yang memunculkan banyak aturan dan larangan yang ketat. Untuk mengurangi rasa cemas, banyak calon ibu yang menaati aturan tersebut. Calon ibu juga akan banyak mencari informasi tentang cara menjaga kehamilan, hingga cara mengasuh anak dari berbagai sumber.

Rasa cemas juga dirasakan oleh Pamela Druckerman, penulis buku Bringing Up Bébé yang sudah diterbitkan Bentang Pustaka. Dalam Bringing Up Bébé, Pamela menjelaskan tentang kisahnya menjalani masa kehamilannya sebagai orang Amerika yang tinggal di Prancis. Pamela juga memberikan perbandingan cara orang Amerika dan Prancis selama proses menanti kelahiran anak. Ternyata, cara orang Prancis menjaga kehamilan mereka sangat berbeda dari cara yang dianut oleh banyak negara. Faktanya, menjaga kehamilan ala orang Prancis sangat positif dan membuat kehamilan terdengar tidak semenakutkan yang kita bayangkan. Berikut adalah cara orang Prancis menjaga kehamilan mereka:

Menjaga Kehamilan dengan Santai dan Bersenang-senang

Jika orang Indonesia dan Amerika sangat cemas dan ketat dalam menghadapi kehamilan, orang Prancis justru sangat tenang. Mereka cenderung lebih santai. Bahkan, mereka dapat bersenang-senang selama masa kehamilan. Fakta menariknya, ada majalah yang membuat tajuk utama berjudul “Spa 9 Bulan.” Judul tersebut mengarah ke masa kehamilan.

Orang Prancis percaya bahwa selama masa kehamilan, yang calon ibu butuhkan bukanlah rasa cemas, tetapi ketenangan. Di Prancis, buku parenting bukan menjadi bacaan wajib bagi calon ibu. Keadaan ini jelas berbeda dengan warga Indonesia.

“Buku-buku ini bisa saja berguna untuk orang yang kurang percaya diri, tetapi saya rasa Anda tidak bisa mengasuh seorang anak sambil membaca buku. Anda harus percaya pada perasaan Anda.”

Selain itu, mereka juga tidak memiliki aturan maupun larangan yang ketat. Contohnya, tidak ada seorang pun yang melarang calon ibu untuk tidak melakukan hubungan seksual. Mereka juga sangat longgar terhadap makanan. Mereka diperbolehkan memakan makanan apa saja yang mereka suka.

Santai dalam menghadapi masa kehamilan bukan berarti orang Prancis menjadi sembarangan dan melakukan hal berbahaya. Faktanya, mereka bisa membedakan hal yang benar-benar berbahaya bagi kehamilan dengan hal yang hanya akan berbahaya dalam kondisi tertentu, seperti mereka hanya minum sedikit alkohol atau tidak sama sekali.

Menjaga Kehamilan dengan Mengontrol Berat Badan

Tidak seperti aturan pada umumnya yang menganjurkan calon ibu untuk makan dua kali lipat, perempuan Prancis justru sangat peduli untuk tetap menjaga berat badan mereka. Itulah sebabnya perempuan Prancis tetap langsing walaupun sedang berbadan dua. Kuncinya, penambahan berat badan standar untuk ibu hamil maksimal hanya dua belas kilogram. Tekanan sosial juga berperan dalam menjaga berat badan ibu hamil.

Selain itu, perempuan Prancis juga tidak membuat kehamilan sebagai alasan untuk makan banyak. Mereka tetap menjaga porsi makan mereka sesuai dengan kebutuhan. Jika masih lapar, mereka tidak akan makan dua kali lipat. Namun, mereka akan makan camilan sore.

Uniknya, orang Prancis juga tidak percaya dengan yang namanya “ngidam”. Mereka juga tidak akan menjadikan mengidam sebagai alasan untuk makan berlebih. Buku kehamilan Prancis bahkan menyarankan para ibu hamil untuk memakan wortel atau apel ketika calon ibu merasa sedang mengidam.

Percaya pada Proses Persalinan yang Aman

Selain memiliki cara yang bagus dalam menjaga kehamilan, Prancis juga memiliki pandangan tentang proses persalinan yang berkualitas dan berbeda dari negara lain. Jika Indonesia dan Amerika mendambakan proses persalinan yang natural, orang Prancis lebih memilih menggunakan epidural. Epidural ini nantinya akan disuntikkan di bagian tertentu untuk memberikan bius lokal pada calon ibu. Faktanya, perempuan yang melahirkan menggunakan epidural mencapai 98―99 persen.

Pada dasarnya, orang Prancis tidak terlalu peduli dengan proses melahirkan yang dipilih oleh ibu hamil. Bagi mereka, proses persalinan hanyalah proses untuk mengantarkan bayi ke dunia. Oleh karena itu, mereka tidak mendamba-dambakan proses persalinan alami. Bahkan, mereka tidak menggunakan istilah “persalinan alami”. Sebagai gantinya, mereka menggunakan istilah non-epidural untuk mengacu pada persalinan tanpa alat bantu. Hal ini sangat membantu ibu hamil untuk tidak mencemaskan proses persalinan.

Orang Prancis memang memiliki budaya yang berbeda dengan orang Indonesia. Namun, cara perempuan Prancis dalam menjaga kehamilan mereka sangat dapat kita tiru. Apalagi, mereka telah membuktikan hasil positif dari cara mereka.

Dengan menggunakan cara tersebut, Prancis dapat menjaga kesehatan bayi dan ibu. Angka kematian bayi di Prancis 57 persen lebih rendah daripada Amerika. Berat lahir bayi Prancis juga lebih ideal dari 8% bayi Amerika yang lahir terlalu gemuk. Bahkan, resiko kematian ibu hamil cukup rendah yaitu 1:6.900.

Bukan hanya cara menjaga kehamilan, kita juga dapat meniru orang Prancis dalam mengasuh anak. Mereka tetap menekankan rasa tenang dan bebas stres dalam cara pengasuhan. Cara pengasuhan ala Prancis dapat dipelajari lebih lanjut dalam buku Bringing Up Bébé. (Diana)