fbpx
Manfaat Cuci Tangan

Manfaat Cuci Tangan untuk Kesehatan

Mencuci tangan terkesan aktivitas sepele yang tidak memiliki efek besar. Namun siapa sangka cuci tangan memiliki manfaat yang besar? Salah satu manfaat cuci tangan adalah untuk menjaga kesehatan diri. Banyak sekali penyakit yang bisa menyerang tubuh disebabkan oleh tangan kotor. Maka, mencuci tangan adalah hal penting yang perlu dilakukan rutin.

Manfaat Cuci Tangan

Photo: Pixabay

Manfaat mencuci tangan akan lebih terasa ketika menggunakan sabun, karena akan membantu mematikan kuman-kuman yang ada di tangan. Cuci tangan dengan sabun juga lebih efektif daripada hanya menggunakan air saja. Sabun mengandung bahan yang dapat membantu proses pelepasan kuman dan bakteri yang menempel di kulit.

Selain menjaga kebersihan tangan, berikut uraian beberapa manfaat cuci tangan:

  1. Mencegah berbagai macam penyakit

Tangan manusia menjadi media persebaran penyakit yang paling besar. Tangan adalah bagian tubuh yang paling sering beraktivitas sehingga sangat penting untuk membersihkannya dengan cuci tangan.

Salah satu manfaat cuci tangan adalah mencegah persebaran berbagai macam penyakit yang bisa menyerang tubuh seperti flu, diare, keracunan makanan, infeksi saluran kencing, dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri, kuman, atau virus.

 

Baca juga: Antara Sabun dan Hand Sanitizer

 

  1. Membunuh kuman, bakteri, dan mikroorganisme berbahaya lain

Tangan menjadi tempat menempel bagi sekitar 2 hingga 10 juta kuman dan bakteri. Mikroorganisme inilah yang menjadi penyebab timbulnya penyakit. Manfaat cuci tangan menggunakan sabun dapat membantu membunuh jutaan kuman dan bakteri tersebut.

 

  1. Mencegah potensi resistensi antibiotik

Penggunaan hand sanitizer  yang terlalu sering dapat menyebabkan bakteri kebal dengan antibiotik dan menimbulkan iritasi. Maka dari itu, para ahli tidak menganjurkan pemakaian hand sanitizer yang terlalu sering untuk membersihkan tangan.

Manfaat mencuci tangan perlu dikenalkan pada anak supaya mereka memahami pentingnya mencuci tangan. Ajari anak kebiasaan mencuci tangan bersama serial Cican. Wahyu Aditya menulis buku berjudul Cican dan Cini Bisa Cuci Tangan Sendiri untuk mengajak anak membiasakan cuci tangan dengan asyik dan mandiri. Dapatkan bukunya di sini atau di toko buku kesayangan Anda.

sabun dan hand sanitizer

Antara Sabun dan Hand Sanitizer

Penggunaan sabun dan hand sanitizer meningkat selama pandemi, sebab pada masa pandemi orang-orang diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan. Namun perlu dipahami bahwa keduanya memiliki efektivitas yang berbeda. Mencuci tangan menggunakan sabun dinilai lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan hand sanitizer.

sabun dan hand sanitizer

Photo: Freepik

Perbandingan Antara Sabun dan Hand Sanitizer

Bagaimana keunggulan keduanya jika dibandingkan? Berikut beberapa uraian perbandingannya.

– Mencuci tangan dengan sabun dapat membantu mengeluarkan sel-sel virus dari tangan. Sedangkan penggunaan hand sanitizer kurang efektif untuk membunuh virus.

– Meskipun pembersih tangan berbasis alkohol mampu mengurangi jumlah mikroba di tangan, hand sanitizer tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman. Sehingga, cuci tangan dengan sabun lebih efektif untuk membunuh kuman

Hand sanitizer juga tidak bisa membersihkan tangan yang terlalu kotor atau berminyak, serta yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Mengapa Sabun Lebih Efektif?

Sabun dan hand sanitizer memiliki fungsi yang sama yaitu untuk membersihkan tangan. Namun dibandingkan hand sanitizer, sabun memiliki kandungan bahan yang dapat mematikan kuman serta virus di tangan. Molekul sabun efektif menghancurkan permukaan membran virus dan bakteri.

Selain itu, menggosok tangan saat cuci tangan dengan sabun dapat menciptakan gesekan yang mengangkat kotoran, lemak, dan mikroba. Sabun membutuhkan waktu 20 detik untuk bisa membersihkan dan mematikan kuman di tangan.

Baca juga : Mengajarkan Kebiasaan Cuci Tangan Anak

Meskipun tidak lebih efektif daripada sabun, penggunaan hand sanitizer tetap dianjurkan pada beberapa waktu. Misalnya saat sedang bepergian jauh dan kesulitan mencari tempat cuci tangan, hand sanitizer bisa menjadi solusi. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni membersihkan tangan dari kuman penyebab timbulnya penyakit.

Di antara hand sanitizer dan sabun cuci tangan, biasanya anak-anak lebih suka menggunakan yang ringkas yakni hand sanitizer. Namun melihat pentingnya cuci tangan dengan sabun, perlu ditanamkan juga kepada anak-anak kebiasaan mencuci tangan. Mengajarkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun bisa dimulai melalui buku Cican dan Cini Bisa Cuci Tangan Sendiri karya Wahyu Aditya. Serial Cican hadir untuk menemani anak belajar mencuci tangan dengan asyik dan menyenangkan. Dapatkan bukunya di sini.

perbedaan metode pengasuhan

Mengatasi Perbedaan Metode Pengasuhan dengan Pasangan

Dalam proses mengasuh anak di rumah, sering kali tantangan terbesar justru datang dari pasangan sendiri. Perbedaan metode pengasuhan pasangan ini sepertinya dirasakan hampir di seluruh rumah tangga. Ayah ingin menggunakan pola asuh tradisional seperti masa kecilnya dulu, namun si ibu ingin menerapkan metode modern yang lebih relevan.

Perbedaan metode dalam mengasuh anak ini jika tidak dikendalikan dengan baik, akan memberikan dampak buruk di keluarga. Khususnya bagi si anak. Dia akan mengalami kebingungan, ketika kedua orang tuanya memiliki pendapat yang berbeda saat mengasuhnya. Alhasil, tumbuh kembangnya justru akan terganggu.

Photo by Prostooleh on Freepik

Mengatasi Perbedaan Metode Pengasuhan

Lantas, bagaimana solusinya? Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi perbedaan metode pengasuhan dengan pasangan di rumah:

  1. Membangun Komunikasi dengan Pasangan

Perbedaan metode pengasuhan dan perbedaan pendapat adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Konsekuensinya, kita perlu belajar mengelola emosi dan membuka komunikasi dengan pasangan. Setiap orang tentu memiliki gaya berkomunikasi yang berbeda, termasuk juga pasangan kita.

Buatlah kesepakatan metode pengasuhan dengan pasangan sebelum menerapkannya kepada si anak. Dengan kesepakatan yang telah dibuat, maka tidak akan ada lagi perbedaan metode pengasuhan yang akan menimbulkan kebingungan dan pertentangan di rumah tangga.

  1. Komitmen dan Konsisten dengan Kesepakatan

Jika kesepakatan telah dibuat maka pasangan harus berkomitmen untuk menaati dan melaksanakannya. Perlu dipahami bahwa mengasuh anak bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak saja, bukan hanya tanggung jawab ayah atau ibu saja. Diperlukan kerja sama kedua belah pihak.

 

(Baca juga artikel terkait: Menjadi Teladan Bagi Anak)

 

Menjadi orang tua juga merupakan proses  belajar sehingga jangan segan untuk saling mengingatkan dan memberi support dalam mengasuh anak. Terutama dalam menjaga komitmen dan konsisten terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Kerja sama yang baik dengan pasangan akan menciptakan keluarga yang hangat, sehingga perbedaan pengasuhan dapat diminimalkan.

  1. Menambah Ilmu Parenting

Sebagai implementasi proses belajar menjadi orang tua, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan membaca buku parenting. Buku yang direkomendasikan salah satunya adalah buku A-Z Tanya Jawab Montessori dan Parenting. Buku ini membahas pertanyaan-pertanyaan seputar parenting dan permasalahan pola asuh dalam keluarga sehari-hari. Cara mengatasi perbedaan metode pengasuhan dengan pasangan juga dibahas lengkap di buku ini. Segera miliki dengan melakukan pemesanan di sini, atau di toko buku kesayangan Anda.