Menengok Kondisi Bangsa dari Lupa Endonesa

Cover Lupa Endonesa

“Tak malu korupsi? Tak malu berperilaku buruk? Tak malu mencederai bangsa sendiri? Atau mungkin malu tak lagi menjadi tren?” – Sujiwo Tejo

 

Jika kamu sedang mencari bacaan yang mengkritisi keadaan bangsa ini, Lupa Endonesa karya Sujiwo Tejo adalah salah satu buku yang harus kamu miliki. Dengan gaya khas sang Dalang Edan—personifikasi tokoh wayang—buku ini akan mengajakmu untuk menengok kembali persoalan sosial dan politik bangsa Indonesia yang telah melupakan jati dirinya bersama geng Ponokawan.

Personifikasi Ponokawan sebagai Penutur Cerita

Di dalam buku ini, pembaca dipertemukan Mbah Tejo dengan keempat tokoh utama yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang akan berdialog serta mendiskusikan situasi sebuah negara bernama Endonesa. Endonesa, bukan Indonesia. Meskipun itu merupakan sebuah negara buatan sang dalang, situasi, kondisi, dan konflik Endonesa hampir sama dengan yang terjadi di Indonesia. Singkatnya, Endonesa adalah perumpamaan fiktif untuk Indonesia.

Kritik terhadap Negeri yang Disampaikan dengan Humor

Cerita-cerita yang bisa pembaca jumpai di buku ini tidaklah seperti esai yang menjenuhkan. Di setiap artikel banyak mengandung filosofi Jawa yang dapat dipetik nilai-nilainya. Cara keempat tokoh menghadirkan isu pun dikemas dengan humor yang menohok, nyeleneh, tapi tak dipungkiri, ada benarnya. Banyak dialog jenaka para tokoh yang akan membuat pembaca terpingkal. Walaupun begitu, kisah yang disuguhkan begitu kontemplatif, mengasah otak untuk berpikir kritis terhadap kondisi negeri kita.

Lupa Endonesa Akan Terbit Ulang!

Tertarik untuk membacanya? Kabar baik untukmu! Karya Mbah Tejo ini akan segera diterbitkan ulang bulan Mei 2021. Terbit ulang kali ini sekaligus merayakan ulang tahun ke-9 Lupa Endonesa sejak pertama kali dicetak pada September 2012. Cetakan terbaru ini akan hadir dengan kover baru yang dihadiahkan oleh salah satu jancukers, Luci Kurniawan, kepada Mbah Tejo.

 

Di kover terbaru buku ini, pembaca bisa menemukan gambar serabi. Semasa kecil, tiap kali berulang tahun, oleh sang ibu, Mbah Tejo selalu dibuatkan among-among, yang salah satu isinya adalah serabi. Dalam perayaan ulang tahun yang ke-9 ini, Bentang Pustaka dan Mbah Tejo ingin membagikan serabi kepada para pembaca melalui kover baru buku ini. Ikuti prapesan Lupa Endonesa dari 3—21 Mei 2021 di sini. Pantau selalu Instagram Bentang Pustaka untuk info terbaru.

 

Nur Aisyiah Az-Zahra

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *