Tag Archive for: Novel Fiksi

membaca novel fantasi

Novel Fantasi Indonesia: Eksistensi dan Optimisme

membaca novel fantasi

Di kalangan remaja, penikmat bacaan cenderung tertuju pada novel fantasi. Kisah-kisah di novel fantasi sering kali membawa pada imajinasi yang begit beragam, manusia super, manusia bersayap atau hal-hal super yang tidak ternalar lainnya. Kisah-kisah tersebut barangkali memberi kenyamanan dalam setiap halamannya, bahkan mungkin memanjakan angan. Namun sayangnya, novel-novel dengan gaya yang sedemikian dianggap lebih disediakan oleh penulis luar. Pembaca dimanjakan dengan karya penulis luar yang dianggap menyajikan plot dan alur yang lebih meyakinkan. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, penulis-penulis dalam negeri telah jauh menumbuhkan genre tersebut dengan latar dan kisah-kisah yang mengiblat pada lingkungan lokal. Seperti karya milik Sahlil GE yang berjudul The Girl From Tomorrow.

Wajah Novel Fantasi Indonesia

The Girl From Tomorrow adalah novel remaja yang meraup pembaca sebanyak 1,3 juta kali di Wattpad. Meski mengangkat kisah urban fantasi, Sahlil GE tetap memberi gambaran kehidupan remaja sekolah menengah di Indonesia. Mulai dari aktivitas harian, kebiasaan bersenang-senang, hingga merujuk pada hobi dan perwatakan rentang usia yang dituju. Penggambaran karakter Juno, Lana, dan Kikan sebagai trio utama kisah ini adalah hal penting sebagai cerminan para pembaca untuk menciptakan ketertarikan.  Tokoh-tokoh utama dalam kisah ini seolah menjadi gambaran remaja masa kini dengan bumbu magis yang menarik.

(Baca juga ulasan singkat The Girl From Tomorrow:Keterhubungan Masa ala The Girl From Tomorrow)

Sahlil GE seolah telah melakukan pengamatan yang matang untuk membangun kisahnya. Hal ini juga disebabkan sasaran pembaca yang kian diluaskan. Sahlil GE berusaha memperlebar jangkauan sasaran usia pembacanya. Lebih dari sekadar membentuk karakterisasi remaja, plot yang visioner memberi gambaran masa depan yang begitu futuristik. Pintu masa, permainan waktu, dan sesuatu yang mengangkat unsur fantasi menjadi hal penting yang membangun karakteristik kisah The Girl From Tomorrow sebagai bentuk baru dari novel fantasi Indonesia.

Dukungan untuk Penulis Fantasi Indonesia

Pada dasarnya, Indonesia telah mencetak penulis-penulis yang berkompeten untuk membangun kisah yang segar dan kaya akan inovasi. Penulis-penulis Indonesia telah menunjukkan kebolehannya dalam pembentukan karakter, atau penggambaran plot yang penuh variasi. Dengan upaya penulis Indonesia yang begitu gigih meramaikan ragam literatur lokal, pembaca pun diharapkan turut meramaikan dan berperan dalam pembacaan karya-karya tersebut. Pembaca di Indonesia diharapkan mampu memercayai dan memberi dukungan atas berkembangnya  penulis Indonesia, termasuk kategori novel fantasi.

The Girl From Tomorrow adalah gambaran segar dan terkini untuk novel fantasi lokal yang siap dinikmati. Buku ini dapat menjadi rekomendasi untuk kamu pecinta novel yang sarat akan unsur magis yang unik. Dapatkan bukunya di sini, dan jadilah satu dari mereka yang memberi dukungan penulis-penulis berbakat di Indonesia.

gambar siluet candi di tengah hutan - Fakta Kitab Omong Kosong, Cerita Ramayana ala Seno Gumira Ajidarma

Fakta Kitab Omong Kosong, Cerita Ramayana ala Seno Gumira Ajidarma

Ada fakta-fakta menarik tentang Kitab Omong Kosong, buku karya Seno Gumira Ajidarma. Walau premis utamanya adalah Ramayana, Seno Gumira mengambil kebebasan untuk memodifikasi kisah Ramayana secara kreatif dan dengan sentuhan khasnya.

Berikut 4 fakta tentang Kitab Omong Kosong:

Baca juga: Kitab Omong Kosong: Buku Seno Gumira Ajidarma yang Akan Terbit Ulang

 

Penulisan Nama dan Latar yang Tidak Konvensional

Kita mengenal Sinta, Rama, Rahwana, Kota Ayodya, dan Hanoman. Namun, di Kitab Omong Kosong, Seno Gumira menuliskan nama-nama tersebut dengan unik. Sinta menjadi Sītā, Rama menjadi Rāma, Rahwana menjadi Rāwana, Ayodya menjadi Ayodhyā, Hanoman menjadi Sang Hanūmān, dan penulisan nama-nama lain yang turut berubah.

Mereka tetaplah tokoh yang sama, tapi penulisan nama yang tidak “konvensional” ini telah menghidupkan ceritanya. Pemakaian aksen pada nama-nama tokoh cerita—yang memang berlatar di zaman dahulu—memperkuat latar cerita dan membangun suasana “Ayodya” tempat berlangsungnya kejadian.

 

Fokus pada Kisah yang Berbeda

Jika Ramayana berputar pada dinamika Rama-Sinta dan Rahwana-Sinta, serta peristiwa pengobongan dan pengasingan Sinta di Hutan Dandaka, Kitab Omong Kosong dimulai dengan upacara Persembahan Kuda.

“Maka berlangsunglah bencana Persembahan Kuda, sebuah upacara untuk dewa-dewa atas nama perdamaian yang menginjak-injak hak asasi manusia.”

Rama, bertahun-tahun setelah mengasingkan Sinta dalam keadaan hamil, melakukan upacara Persembahan Kuda demi menebus rasa bersalahnya. Tapi, semakin ke belakang, kita akan melihat bahwa Rama sesungguhnya tidak melakukan itu demi Sinta. Jangankan melakukan persembahan, Rama saja bahkan tidak berusaha mencari Sinta!

 

Perbedaan Karakterisasi Tokoh Sri Rama

Sri Rama kerap diagung-agungkan sebagai raja yang baik budi, bijaksana, mencintai kerajaan dan rakyatnya. Kitab Omong Kosong berlari dengan penggambaran yang berbeda 180 derajat.

“Saya Sri Rāma, raja yang berkuasa di Ayodhyā, mengadakan Persembahan Kuda. Kerajaan mana pun yang dilewati kuda putih yang kami lepaskan pada malam bulan sabit setelah surat ini disampaikan, harus tunduk kepada kami atas nama perdamaian.”

Rama digambarkan sebagai raja yang ditakuti. Upacara Persembahan Kuda yang menelan jutaan korban dan meluluhlantakkan benua, menciptakan citra sebagai raja arogan. Walmiki, pencerita Ramayana, menembangkan kisah yang mengutuk Rama atas perbuatannya. Sinta kecewa luar biasa dan mengemukakan ratapannya terhadap perbuatan Rama yang tidak adil dan seenaknya.

Singkatnya, sangat susah untuk bersimpati dengan Rama dalam cerita ini.

 

Tokoh Sentral Karangan Seno Gumira

Upacara Persembahan Kuda berubah jadi bencana, memorak-porandakan setiap negeri yang dilewatinya. Masuklah dua tokoh utama kita: Maneka dan Satya, salah dua dari sekian banyak korban upacara tersebt.

Maneka adalah pelacur yang menerima rajah dari si kuda persembahan. Hal ini membuat reputasinya sebagai pelacur melejit pesat. Orang-orang berbondong datang dari sepenjuru negeri untuk tidur dengannya, tidak peduli laki-laki atau perempuan. Maneka yang awalnya semringah lama-lama menjadi tersiksa.

Dia bertemu Satya, seorang budak berumur 16 tahun. Pertemuan ini membuat Satya berani untuk melarikan diri dari dunia perbudakan. Bersama-sama, mereka pergi mencari Walmiki untuk menanyakan mengapa mereka dimasukkan ke dalam cerita Ramayana.

Di tengah perjalanan, tujuan mereka berubah menjadi mencari Kitab Omong Kosong, sebuah kitab peninggalan Hanoman yang berisi cara menghemat 300 tahun untuk membangun kembali peradaban yang dihancurkan Persembahan Kuda.

 

Kitab Omong Kosong sedang dalam masa prapesan. Pembelian via bit.ly/pesankitabomong sampai tanggal 14 April 2021 akan mendapatkan bonus poster dari Bentang Pustaka. Info lengkapnya dapat diakses di bit.ly/pesankitabomong, Instagram Bentang, atau Twitter Bentang.

 

Kontributor artikel: Anggarsih Wijayanti

Pembaca

Banyak Tipenya! Berikut Tipe-Tipe Pembaca Buku

Tak sedikit orang yang menjadi kegiatan membaca buku sebagai salah satu hobinya. Namun tak sedikit juga yang menjadikan kegiatan membaca sebagai kegiatan sampingan atau hanya sekadar iseng mengikuti tren. Hal tersebut yang mengakibatkan muncul banyaknya tipe pembaca buku. Berikut tipe-tipe pembaca buku, kamu yang mana, nih?

Si Dedikasi! Pembaca Buku Berseri

Biasanya terdapat jenis buku yang saling terkait. Mulai dari trilogi, tetralogi, atau sekadar sekuel dan prekuel dari suatu buku. Para pembaca berdedikasi ini yang biasanya merasa wajib membaca keseluruhan buku terkait. Misalnya seperti Supernova dari Dee Lestari, ataupun tetralogi Muhammad dari Tasaro GK, hingga buku-buku Andrea Hirata.

Si Setengah-Setengah Udah Ganti

Ini merupakan tipe mereka yang baru membaca setengah atau bahkan kurang sudah memilih ganti buku. Biasanya mereka hanya semangat dan tertarik di awal, namun ketika di tengah perjalanan cerita atau isi buku berbeda dengan ekspektasi, mereka memilih berganti haluan.

Si Suka Nonton Dulu Baru Baca

Biasanya mereka para pembaca yang mulai tertarik membaca setelah menonton film yang diadaptasi dari buku tersebut. Misalnya buku Laskar Pelangi, Rudy Habibie, ataupun Maze Runner.

Si Nggak Bisa Move On! Pembaca Ulang

Tipe yang satu ini tipe membaca yang nggak bisa move on banget dari bacaan-bacaan sebelumnya. Mereka biasanya merasa buku yang sudah selesai dibaca masih sangat menarik, entah karena jalan cerita ataupun berbagai aspek di dalamnya.

Si Tukang Spoiler

Pembaca yang satu ini biasanya mereka sengaja mencari spoiler. Mulai dari ulasan di internet, hingga membaca beberapa halaman terakhir di bagian akhir buku. Namun tak hanya sampai di situ! Mereka bahkan juga kerap menyebarkan spoiler kepada teman atau pembaca di sekitarnya yang notabene belum menyelesaikan bacaan atau buku mereka.

Si Pembaca Fiksi

Sudah jelas kan kalau mereka ini merupakan tipe yang suka banget dengan fiksi. Pastinya mereka suka cerita-cerita fantasi, yang tentu saja dapat dinikmati melalui buku-buku fiksi. Seperti kisah dalam Supernova, Aroma Karsa, Pangeran Dari Timur, hingga terbitan terbaru Bentang Pustaka, yaitu Al-Masih: Putra Sang Perawan.

Si Pembaca Nonfiksi

Kebalikan dari si penyuka fiksi, para pembaca nonfiksi biasanya merupakan orang-orang yang lebih realistis. Mereka mencari inspirasi dari bacaan mereka. Kamu bisa menemukan buku-buku nonfiksi di Bentang Pustaka tentunya, mulai dari karya-karya Cak Nun, Gus Nadir, hingga Marie Kondo lho!

Si Pembaca Baperan

Haduh! Pembaca yang satu ini biasanya mereka yang terlalu menyelam dalam sebuah cerita. Mereka terlalu terbawa suasana dalam kisah dalam buku bacaan mereka. Tak jarang mereka menangisi beberapa kisah dan kejadian di dalam buku. Atau bahkan mereka mulai mengidolakan tokoh-tokoh di dalamnya sampai pada level fanatik.

Si Anggota Klub dan Komunitas

Tak hanya berdiam diri menikmati sebuah bacaan, tak jarang orang-orang akan mencari orang lain yang memiliki preferensi bacaan yang sama. Karenanya, tak sedikit juga komunitas dan klub bacaan yang beredar. Selain menjadi hobi yang positif, hal ini juga dapat membangun relasi dengan orang-orang baru lho!

Nah, berikut merupakan tipe-tipe pembaca buku. Kalau kalian yang mana, nih? Ingin mendapatkan buku-buku menarik dari Bentang Pustaka? Caranya gampang banget! Langsung menuju ke mizanstore.com atau melalui TBO (Toko Buku Online) kesayangan kalian semua di linktr.ee/Bentang tentunya banyak promo menarik, lho!

 

Penulis: Stevanus Febryanto W.S

© Copyright - Bentang Pustaka