Memenangkan Pasar Asia dengan “Marketing For Competitiveness”

Sebuah perubahan selalu memantik perubahan lain yang tidak bisa diabaikan. Pada abad ke-19 dunia diguncangkan oleh Revolusi Industri dengan penemuan mesin uap yang menggerakkan industri. Saat ini dunia sedang menghadapi Revolusi Digital yang ditandai dengan transisi teknologi mekanis dan elektronik ke teknologi digital.

Perubahan ini menuntut organisasi, baik yang berskala kecil hingga masif, untuk menyesuaikan diri. Revolusi Digital telah menciptakan perkembangan hebat dalam semua industri, namun pada saat yang sama juga menjungkirbalikkan tatanan konvensional yang telah mapan. Industri perhotelan bersaing dengan layanan persewaan kamar dan penginapan online seperti Airbnb dan Couchsurfing. Sementara itu, perusahaan transportasi bersaing sengit dengan layanan transportasi online seperti Uber, Grab, dan Gojek. Digital distruptive tidak bisa terhindarkan.

Di Asia, Revolusi Digital berkembang dengan sangat pesat karena memiliki pasar yang potensial. Sebagai wilayah dengan penduduk terpadat, Asia memiliki daya tarik besar yang tidak bisa diabaikan oleh para pemasar. Tiga negara dengan pasar konsumen paling menjanjikan yaitu China, India dan Indonesia berada di Asia. Di sisi lain, pasar Asia juga menghadirkan tantangan besar karena memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa, kondisi geografis dan perilaku konsumen yang unik.

Dalam Marketing for Competitiveness, dua studi kasus ini dianalisis dengan teliti dalam esai-esai yang ditulis secara kolaboratif. Pada setiap akhir pembahasan, terdapat daftar referensi yang membuat buku ini layak dijadikan saduran akademik. Di antara data dan analisis, penulis juga menyajikan studi kasus yang relevan dan patut disimak. Tentu saja contoh-contoh yang dihadirkan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan, baik di Asia dan global, bersaing di Asia.

Oleh sebab itu, Marketing for Competitiveness wajib dibaca oleh para pemasar, pemerhati ekonomi dan bisnis, hingga calon-calon pekerja yang akan bersaing di Pasar Asia. Selepas membacanya, kepala pembaca akan dipenuhi oleh ide-ide strategis dan kreatif yang menmbuat percaya diri berkompetisi di Pasar Asia.

—–

Tentang penulis

Philip Kotler

Dr Philip Kotler adalah S.C. Johnson Distinguished Professor of International Marketing di Kellogg School of Management. Dia salah satu pemikir pemasaran terkemuka dunia. Dia meraih gelar M.A. dalam bidang ekonomi (1953) di University of Chicago dan gelar PhD dalam bidang ekonomi (1956) di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan menerima gelar kehormatan dari 20 universitas di negara-negara lain. Dia menulis lebih dari 58 buku dan lebih dari 150 artikel. Dia pernah menjadi konsultan di IBM, General Electric, Sony, AT&T, Bank of America, Merck, Motorola, Ford, dan banyak lagi. The Financial Times memasukkan namanya dalam daftar 10 pemikir bisnis terkemuka. Surat kabar tersebut juga menyebut buku Marketing Management karyanya sebagai salah satu dari 50 buku bisnis terbaik sepanjang masa.

Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya adalah pendiri Asia Marketing Federation dan Presiden Asia Council for Small Business. Pada 2003, namanya disebut sebagai salah satu dari “50 Gurus Who Have Shaped the Future of Marketing” oleh CIM-UK. Pada 2009, dia menerima penghargaan Distinguished Global Leadership Award dari Pan-Pacific Business Association. Dia juga seorang pemikir bisnis strategis dan praktisi pemasaran. Dia telah menulis lima buku internasional bersama Philip Kotler—bapak pemasaran modern. Buku terakhir Hermawan, Marketing 3.0, diterima secara global dan diterbitkan dalam 25 bahasa.

Hermawan adalah executive chairman dan pendiri MarkPlus Inc., penyedia layanan pemasaran terintegrasi yang terkemuka dan memberikan layanan komprehensif untuk konsultasi, riset, pelatihan, dan media, dengan cabang di 18 kota di Indonesia. Dia menerima gelar doktor kehormatan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Hooi Den Huan

Dr Hooi Den Huan adalah Direktur Nanyang Technopreneurship Center, Nanyang Technological University, dan Associate Professor di Nanyang Business School. Dia juga menjadi penyelia di Asia Marketing Federation Foundation, wakil presiden di Asian Council for Small Business, konsultan kehormatan untuk CCPIT Commercial Sub-Council, and anggota dewan penasihat Times Higher Education, Times of India. Den menerima gelar BSc (Hons) dalam bidang business studies dari University of Bradford, gelar PhD dari University of Manchester, dan pernah menjadi sarjana tamu di Sloan School of Management, MIT.

Dia adalah Chartered Marketer (CIM-UK), Chartered Accountant (ICAEW), Chartered Management Accountant (CIMA), dan juga seorang Babson TETA Fellow. Selain itu, Den pernah menerima penghargaan Distinguished Global Leadership Award dari Pan-Pacific Business Association pada 2011, kemudian ICSB President’s Award pada 2014, dan Fellowship dari Marketing Institute of Malaysia pada 2016. Sebuah perubahan selalu memantik perubahan lain yang tidak bisa diabaikan. Pada abad ke-19 dunia diguncangkan oleh Revolusi Industri dengan penemuan mesin uap yang menggerakkan industri. Saat ini dunia sedang menghadapi Revolusi Digital yang ditandai dengan transisi teknologi mekanis dan elektronik ke teknologi digital.

Perubahan ini menuntut organisasi, baik yang berskala kecil hingga masif, untuk menyesuaikan diri. Revolusi Digital telah menciptakan perkembangan hebat dalam semua industri, namun pada saat yang sama juga menjungkirbalikkan tatanan konvensional yang telah mapan. Industri perhotelan bersaing dengan layanan persewaan kamar dan penginapan online seperti Airbnb dan Couchsurfing. Sementara itu, perusahaan transportasi bersaing sengit dengan layanan transportasi online seperti Uber, Grab, dan Gojek. Digital distruptive tidak bisa terhindarkan.

Di Asia, Revolusi Digital berkembang dengan sangat pesat karena memiliki pasar yang potensial. Sebagai wilayah dengan penduduk terpadat, Asia memiliki daya tarik besar yang tidak bisa diabaikan oleh para pemasar. Tiga negara dengan pasar konsumen paling menjanjikan yaitu China, India dan Indonesia berada di Asia. Di sisi lain, pasar Asia juga menghadirkan tantangan besar karena memiliki keanekaragaman budaya dan bahasa, kondisi geografis dan perilaku konsumen yang unik.

Dalam Marketing for Competitiveness, dua studi kasus ini dianalisis dengan teliti dalam esai-esai yang ditulis secara kolaboratif. Pada setiap akhir pembahasan, terdapat daftar referensi yang membuat buku ini layak dijadikan saduran akademik. Di antara data dan analisis, penulis juga menyajikan studi kasus yang relevan dan patut disimak. Tentu saja contoh-contoh yang dihadirkan dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan, baik di Asia dan global, bersaing di Asia.

Oleh sebab itu, Marketing for Competitiveness wajib dibaca oleh para pemasar, pemerhati ekonomi dan bisnis, hingga calon-calon pekerja yang akan bersaing di Pasar Asia. Selepas membacanya, kepala pembaca akan dipenuhi oleh ide-ide strategis dan kreatif yang menmbuat percaya diri berkompetisi di Pasar Asia.

—–

Tentang penulis

Philip Kotler

Dr Philip Kotler adalah S.C. Johnson Distinguished Professor of International Marketing di Kellogg School of Management. Dia salah satu pemikir pemasaran terkemuka dunia. Dia meraih gelar M.A. dalam bidang ekonomi (1953) di University of Chicago dan gelar PhD dalam bidang ekonomi (1956) di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan menerima gelar kehormatan dari 20 universitas di negara-negara lain. Dia menulis lebih dari 58 buku dan lebih dari 150 artikel. Dia pernah menjadi konsultan di IBM, General Electric, Sony, AT&T, Bank of America, Merck, Motorola, Ford, dan banyak lagi. The Financial Times memasukkan namanya dalam daftar 10 pemikir bisnis terkemuka. Surat kabar tersebut juga menyebut buku Marketing Management karyanya sebagai salah satu dari 50 buku bisnis terbaik sepanjang masa.

Hermawan Kartajaya

Hermawan Kartajaya adalah pendiri Asia Marketing Federation dan Presiden Asia Council for Small Business. Pada 2003, namanya disebut sebagai salah satu dari “50 Gurus Who Have Shaped the Future of Marketing” oleh CIM-UK. Pada 2009, dia menerima penghargaan Distinguished Global Leadership Award dari Pan-Pacific Business Association. Dia juga seorang pemikir bisnis strategis dan praktisi pemasaran. Dia telah menulis lima buku internasional bersama Philip Kotler—bapak pemasaran modern. Buku terakhir Hermawan, Marketing 3.0, diterima secara global dan diterbitkan dalam 25 bahasa.

Hermawan adalah executive chairman dan pendiri MarkPlus Inc., penyedia layanan pemasaran terintegrasi yang terkemuka dan memberikan layanan komprehensif untuk konsultasi, riset, pelatihan, dan media, dengan cabang di 18 kota di Indonesia. Dia menerima gelar doktor kehormatan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Hooi Den Huan

Dr Hooi Den Huan adalah Direktur Nanyang Technopreneurship Center, Nanyang Technological University, dan Associate Professor di Nanyang Business School. Dia juga menjadi penyelia di Asia Marketing Federation Foundation, wakil presiden di Asian Council for Small Business, konsultan kehormatan untuk CCPIT Commercial Sub-Council, and anggota dewan penasihat Times Higher Education, Times of India. Den menerima gelar BSc (Hons) dalam bidang business studies dari University of Bradford, gelar PhD dari University of Manchester, dan pernah menjadi sarjana tamu di Sloan School of Management, MIT.

Dia adalah Chartered Marketer (CIM-UK), Chartered Accountant (ICAEW), Chartered Management Accountant (CIMA), dan juga seorang Babson TETA Fellow. Selain itu, Den pernah menerima penghargaan Distinguished Global Leadership Award dari Pan-Pacific Business Association pada 2011, kemudian ICSB President’s Award pada 2014, dan Fellowship dari Marketing Institute of Malaysia pada 2016.Bentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta