Jodoh; Sebentuk Kejujuran Cinta

walk-932965_1920Jika boleh menarik kesimpulan, Novel Jodoh mengajari pembacanya cinta sejujur-jujurnya cinta antara dua insan manusia. Fahd Pahdepie dalam karya fenomenal terbarunya ini menunjukkan melalui narasi yang manis dan lugu bagaimana seorang lelaki mencintai seorang perempuan dengan jujur. Novel Jodoh bukanlah novel cinta picisan yang hanya menampakkan satu sisi terbaik dari cinta. Novel Jodoh mengulas berbagai aspek yang tak begitu picisan namun terlingkup dalam cinta, seperti nafsu, perpisahan, ketakutan yang timbul karena cinta. Karena memang, sejatinya cinta harus terus diwarnai dengan kejujuran, meski mungkin pahit dan tidak menyenangkan.

Cinta yang jujur seperti dalam novel Jodoh ini menjadi angin segar diantara kisah cinta yang seringkali alpa menggambarkan keutuhan hubungan antara dua insan yang saling mencinta. Kisah cinta antara Sena dan Keara mungkin tidak se-istimewa kisah cinta Romeo dan Juliet atau Layla dan Majnun. Akan tetapi kisah cinta mereka adalah kisah cinta yang lugu dan lekat dengan kenyataan yang kita lihat maupun rasakan sehari-hari.

Tidak berhenti disitu, Fahd Pahdepie melalui #Jodoh berhasil menunjukkan kepada pembacanya apa makna dari konsep jodoh secara lebih mendalam. Cinta yang tumbuh antara dua manusia, meskipun haarus kandas ditengah jalan, tidaklah mengurangi kemurnian dan kesejatian cinta itu sendiri. Mereka tetaplah berjodoh, dalam masa tertentu, dalam rentang waktu tertentu yang telah ditentukan Tuhan.

Pelajaran-pelajaran yang dapat kita petik dari tulisan Fahd Pahdepie ini membuat kita pula memafhumi fakta bahwa novel Jodoh akan cetak ulang hanya sebulan dari tanggal peluncurannya. Ah, cinta yang jujur dan apa adanya memang selalu menarik hati!

Talitha Fredlina Azalia walk-932965_1920Jika boleh menarik kesimpulan, Novel Jodoh mengajari pembacanya cinta sejujur-jujurnya cinta antara dua insan manusia. Fahd Pahdepie dalam karya fenomenal terbarunya ini menunjukkan melalui narasi yang manis dan lugu bagaimana seorang lelaki mencintai seorang perempuan dengan jujur. Novel Jodoh bukanlah novel cinta picisan yang hanya menampakkan satu sisi terbaik dari cinta. Novel Jodoh mengulas berbagai aspek yang tak begitu picisan namun terlingkup dalam cinta, seperti nafsu, perpisahan, ketakutan yang timbul karena cinta. Karena memang, sejatinya cinta harus terus diwarnai dengan kejujuran, meski mungkin pahit dan tidak menyenangkan.

Cinta yang jujur seperti dalam novel Jodoh ini menjadi angin segar diantara kisah cinta yang seringkali alpa menggambarkan keutuhan hubungan antara dua insan yang saling mencinta. Kisah cinta antara Sena dan Keara mungkin tidak se-istimewa kisah cinta Romeo dan Juliet atau Layla dan Majnun. Akan tetapi kisah cinta mereka adalah kisah cinta yang lugu dan lekat dengan kenyataan yang kita lihat maupun rasakan sehari-hari.

Tidak berhenti disitu, Fahd Pahdepie melalui #Jodoh berhasil menunjukkan kepada pembacanya apa makna dari konsep jodoh secara lebih mendalam. Cinta yang tumbuh antara dua manusia, meskipun haarus kandas ditengah jalan, tidaklah mengurangi kemurnian dan kesejatian cinta itu sendiri. Mereka tetaplah berjodoh, dalam masa tertentu, dalam rentang waktu tertentu yang telah ditentukan Tuhan.

Pelajaran-pelajaran yang dapat kita petik dari tulisan Fahd Pahdepie ini membuat kita pula memafhumi fakta bahwa novel Jodoh akan cetak ulang hanya sebulan dari tanggal peluncurannya. Ah, cinta yang jujur dan apa adanya memang selalu menarik hati!

Talitha Fredlina Azaliabentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta