Lagi, Buku Terbitang Bentang Pustaka Kembali Difilmkan

Buku-buku terbitan Bentang Pustaka memang telah sering difilmkan. Mulai dari Laskar Pelangi hingga Negeri Van Oranye. Tidak bisa dipungkiri bahwa konsep cerita dalam buku-buku Bentang memang kerap menginspirasi para pegiat dan seniman film. Kini, giliran buku Rudy Habibie yang ditulis oleh Gina S. Noer yang akan difilmkan. Continue reading “Lagi, Buku Terbitang Bentang Pustaka Kembali Difilmkan”

Ini Dia Kesempatanmu Traveling Bareng Trinity!

“Traveling-lah selagi muda”. Kata-kata sakti dari Trinity ini tak henti-hentinya menggerakkan orang-orang untuk beranjak dari selimut hangat, berlari menuju “dunia” yang sebenarnya. Sudah hampir sepuluh tahun traveler satu ini membagi-bagi keseruan cerita traveling-nya keliling dunia lewat tulisan. Berangkat dari The Naked Traveler: Round The World 1 dan 2, berlanjut ke The Naked Traveler 3, 4, lalu The Naked Traveler: Anthology, dan yang baru terbit tahun lalu, The Naked Traveler: Anthology Horror, kini Trinity kembali mengajak pembaca untuk bertamasya, lewat The Naked Traveler: 7. Yang spesial, di buku terbarunya Trinity berduet dengan sahabat karib sekaligus travelmate sejatinya, Yasmin. Bagaimana tidak, Yasmin rela menjual rumah untuk traveling bersama Trinity! Continue reading “Ini Dia Kesempatanmu Traveling Bareng Trinity!”

Lagi Trinity Ajak Pembaca Tamasya Lewat Bukunya

IMG_2456Nama Trinity tak pernah absen ramaikan panggung pustaka tanah air. Setelah sukses dengan enam buku traveling-nya, kini, Trinity bersiap luncurkan buku ketujuh dengan judul lanjutan, The Naked Traveler 7. Rencananya, buku terbitan Bentang Pustaka ini akan beredar awal Agustus mendatang.

Seperti buku-bukunya terdahulu, di buku terbarunya nanti Trinity sekali lagi mengajak pembaca untuk keluar dari selimut hangat dan berlari menuju pasir, air, bebatuan, atau apapun tentang dunia luar. Yang spesial di The Naked Traveler 7 ialah kolaborasi Trinity dengan salah seorang sahabat terbaiknya bernama Yasmin. Sebelumnya, nama Yasmin pernah muncul sebagai travelmate Trinty dalam buku The Naked Traveler: Round The World (TNT: RTW), 2007 silam. “Setelah melakukan perjalanan TNT: RTW bersama Yasmin, rupanya banyak pembaca yang mengidolakan Yasmin karena membaca tulisan tentang persahabatan kami dan bagaimana dia bisa tetap lancar beribadah,” kata taraveler yang sempat bekerja sebagai pegawai kantoran itu.

Sebelum memutuskan untuk berkolaborasi dengan Yasmin dalam buku terbarunya, Trinity kerap membagikan cerita tentang perjalanan Yasmin ke Mekkah, lewat akun twitter pribadinya, dengan tagar #YasminNaikHaji. “Rupanya tweet-tweet itu disambut gembira oleh para follower, bahkan sebagian mengusulkan agar kisah Yasmin naik haji turut dimasukkan ke buku terbaru saya,” kisah Trinity. “Tentu saya setuju! Saya tahu banget Yasmin memang jago menulis, jadi prosesnya gampang,” celetuknya.

Menariknya, dalam The Naked Traveler 7, Trinity dan Yasmin sama-sama membagikan pengalaman “duniawi” mereka di Tanah Suci, tentunya dalam konteks masing-masing dari mereka. “Maka, bacalah buku saya nanti dengan pikiran terbuka dan toleransi yang tinggi, seperti yang diajarkan traveling kepada kita semua,” pesannya.

Mengupayakan Pendidikan Bagi Semua Orang

1466731629576Walaupun Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta, hanya 7,2% dari jumlah generasi muda yang ada yang mampu menikmati bangku kuliah. Tidak dapat dipungkiri, kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama sedikitnya generasi muda yang mampu melanjutkan kuliah. Sebagian besar terjebak dalam kemiskinan sehingga tak mampu mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, terutama universitas. Biaya kuliah yang mahal juga memukul mundur anak-anak bangsa yang sebetulnya masih ingin terus belajar.

Sedikitnya jumlah anak bangsa yang mampu mengenyam pendidikan tentu sangat disayangkan. Dengan jumlah generasi muda sebanyak itu, tentu saja ada bermacam potensi yang bisa dikembangkan. Tidak ingin melihat potensi anak bangsa menjadi sia-sia, Surya Burhanuddin, seorang fasilitator sekaligus motivator pun mencoba mendorong generasi muda agar tetap melanjutkan pendidikan. Bagi Surya, pendidikan haruslah diperjuangkan. Setiap anak harus mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik supaya mereka mampu menjadi generasi penerus bermasa depan cerah.

Surya telah melakukan banyak hal untuk itu. Dan tentu saja, puluhan orang “terselamatkan” masa depannya, berkat kegigihan Surya dalam memfasilitasi dan memotivasi mereka. Semua anak bangsa yang difasilitasi oleh Surya, berasal dari kalangan tidak mampu. Mulai dari anak tukang becak hingga penjual sayuran. Penghasilan dari pekerjaan tersebut, tentu saja menyulitkan mereka melanjutkan pendidikan tinggi, apalagi ke universitas luar negeri. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat mulia Fajar.

Bahkan, kemiskinan dan ketidakmampuan anak-anak itulah yang menjadi semangat Surya untuk terus mendorong para anak muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.  Surya tak bisa membiarkan berbagai keterbatasan itu terus membelenggu anak-anak muda yang sebenarnya memiliki potensi. Sebab, jika potensi para anak bangsa dibiarkan, maka mereka akan terus jatuh ke lubang yang sama: yaitu kemiskinan. Dan seolah tak ingin melihat hal yang terjadi terus berulang-ulang – Surya pun berusaha sekuat tenaga agar anak-anak tak mampu bisa sekolah setinggi-tingginya, terutama ke luar negeri. Dengan memotivasi dan memfasilitasi pendidikan mereka, Surya berharap – anak-anak itu mampu mengubah nasib mereka dan kawan-kawannya. Sehingga tidak jatuh ke lubang yang sama.

Perjuangan Surya sangat patut untuk diapresiasi. Ia bukan hanya mengejar mimpinya sendiri – tetapi ia juga memperjuangkan mimpi-mimpi orang lain. Bahkan, mendorong mereka semua agar mau bermimpi – termasuk bermimpi bersekolah ke luar negeri.

Sore tadi, Surya Burhanuddin hadir dalam acara Dialog Indonesia di stasiun TVRI. Dalam acara tersebut, ia menceritakan tentang perjuangannya memfasilitasi dan memotivasi anak-anak muda di Indonesia agar terus berkuliah. Kisah mengenai perjuangan Surya sendiri telah dirangkum dalam buku berjudul Para Pemburu Masa Depan yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Surya telah menunjukkan bahwa semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Melalui buku tersebut, Surya telah membuktikan kepada kita semua, bahwa berkuliah di luar negeri bukan sekadar mimpi. Para Pemburu Masa Depan menjadi buku yang mampu mencambuk para generasi muda untuk tidak takut bermimpi setinggi apapun.

Goenawan Muhammad: Mengakrabi Kemanusiaan melalui Pengalaman Silat

1466659553980 Goenawan Muhammad, dalam sebuah kata pengantar pada “Jurus Hidup Memenangi Pertarungan Hidup”, mengatakan bahwa pengalaman silat dapat mengakrabkan diri kita terhadap kemanusiaan. Apa yang membuat pria yang akrab disapa GM itu menyebutkan demikian? Menurutnya, silat dapat menjadi salah satu bahan penelaahan fenomologi tentang manusia. Silat bukan hanya ilmu tentang mempertahankan diri. Tidak sekadar itu, silat adalah sebuah karya seni – yang membawa tubuh seseorang kepada aura yang positif. Silat seperti sebuah tarian – yang tidak hanya dihayati, tetapi juga dirayakan.

Saat GM remaja sendiri, ia pernah belajar silat. Di tempat ia belajar silat, gurunya bertanya kepada setiap murid mengapa mereka ingin belajar silat. Semua murid mengemukakan jawaban mereka dengan panjang. Namun, bagi guru GM, alasannya belajar silat hanya agar tidak berkelahi. Waktu itu GM terkesiap dengan jawaban gurunya. Bagaimana bisa belajar silat untuk menghindari berkelahi? Sementara banyak orang yang menekuni silat agar bisa melawan orang-orang yang pernah menindas mereka.

Saat itu, GM lupa bagaimana ia menafsirkan kalimat yang dilontarkan oleh guru silatnya. Namun, setelah membaca esai-esai Whani Darmawan dalam buku “Jurus Hidup Memenangi Pertarungan”, GM seolah mendapatkan kembali tafsiran atas kalimat gurunya itu puluhan tahun silam. Melalui buku yang ditulis oleh pesilat sekaligus aktor itu, mengingatkan kembali GM mengenai arti penting silat, terutama dalam hal mengakrabkan diri dengan kemanusiaan kita sendiri.

Lamia Putri D.

Lagi, Bentang Pustaka Angkat Penulis Berbakat Wattpad

Bagi penggemar baca atau yang suka menulis, istilah Wattpad pasti tak asing lagi. Wattpad merupakan sebuah situs blogging online gratis yang memberi kesempatan pada setiap orang untuk menulis cerita sendiri atau membaca karya penulis lain dari seluruh dunia. Menariknya, cerita Wattpad dikategorikan menjadi lebih dari lima belas kategori. Menariknya lagi, pengguna Wattpad bisa memberi feedback pada tulisan yang ada, berupa like dan komentar, juga memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi langsung dengan penulis. Dari feedback dan interaksi ini, pengguna bisa menemukan cerita-cerita favorit di Wattpad yang telah dibaca oleh banyak orang.

Tak jarang, Wattpad melahirkan penulis-penulis baru yang tulisanya lantas diterbitkan oleh penerbit profesional. Pada umumnya, penulis beruntung ini berhasil menarik jutaan pembaca pada tulisannya di Wattpad, berlanjut kemudian menarik penerbit untuk menerbitkan tulisannya menjadi versi cetak dan komersil. Sebut saja Naiqueen, namanya telah malang melintang di situs Wattpad karena tulisan-tulisannya yang ramai menarik jutaan pembaca. Pada 2015 lalu, Naiqueen berhasil memenangkan hati Penerbit Bentang Pustaka lewat salah satu tulisannya di Wattpad berjudul Tenaga Kerja Istimewa. Sukses dibaca lebih dari dua juta kali di Wattpad, naskah Tenaga Kerja Istimewa lantas diterbitkan oleh Bentang Pustaka sebagai novel yang ciamik.

Setelah Naiqueen, muncul satu lagi penulis muda berbakat yang karyanya di Wattpad juga hendak diterbitkan Bentang Pustaka, Iffah Ariqoh. Lewat tulisannya berjudul Caramel Macchiato, Iffah berhasil menggemparkan pembaca Wattpad dengan ceritanya yang menguras hati. Sejak kali pertama menulis di Wattpad tahun 2014, cerita Iffah telah dibaca sebanyak enam juta kali hingga saat ini. Beruntung, sebentar lagi pembaca luas dapat menikmati tulisan Iffah dalam versi cetaknya dengan judul yang sama, Caramel Macchiato.

Akad Lagi, Yuk!

CliaehyUsAECH9B             Sukses dengan Akad yang pertama, pada tanggal 12 Juni 2016 kemarin, kini, komunitas Pejuang Subuh Bandung kembali menghadirkan Akad untuk kedua kalinya. Eits, akad kali ini berbeda lho, ya! Bukannya diselenggarakan di KUA, Akad yang diselenggarakan Pejuang Subuh Bandung ini digelar di masjid, lho! Yap, Akad merupakan kepanjangan dari Agenda Kajian Ahad.

            Tahun ini, Akad kembali dengan tema “Ramadhan Delight: Fresh Outside, Beauty Inside”. Bertempat di Masjid PUSDAI Bandung, acara akan digelar pada Minggu, 20 Juni pukul 09.00-12.00 WIB. Menghadirkan penulis novel Islami; Wanita Pendamba Surga, Risma El Jundi, Akad akan menjadi ajang berbagi bersama tentang pengalaman dan kisah-kisah yang menarik.

            Spesialnya, Akad kali ini khusus buat Akhwan atau perempuan only, dan tentunya Free! Ayo ramaikan dan Jadilah wanita pendamba surga yang bersama menghidupkan shalat subuh seramai shalat Jum’at!

[CERMIN] Mentari Tapal Batas

DSCN1060Mentari mulai menampakkan dirinya lagi. Setelah semalam penuh tenggelam di sana, di ufuk barat, dengan wajah tak secerah pagi ini. Wajahnya terlihat semburat jingga berkilauan masam, namun sama indahnya ketika terbit. Mungkin dia sedih meninggalkan tugasnya menerangi kami, yang jauh dari cahaya.

Kami, anak perbatasan, selalu merindukan cahaya dan belaian hangat dari mentari. Kami menangis ketika mentari beranjak pergi dan membuat kami bertarung dengan kegelapan malam yang sunyi. Ingin rasanya membawa sedikit bagian darinya ke tempat kami. Agar malam nanti tak semuram malam-malam yang lalu.

Kami berjumpa Bu Guru ketika kami sedang bersedih di bawah langit jingga dan memandang mentari di ufuk barat.

“Bu guru, kak mane mentari tu pergi? Tak dapatkah dia kak sini sahaja? Tengok perbatasan tu, Indonesia mesti selalu gelap. Kenape kak sana tak?”

“Mentari tu mesti pergi lah, dia menerangi alam ni secare bergantian. Indonesia ni besar tau,  masih banyak saudara kite senasib macam kak sini. Jadi sabarlah, suatu saat, malam kak sini dapat bersinar macam kak negara tetangga tu.”

“Ya lah bu guru, setidaknya koruptor yang ambil sinar kite, macam negara tetangga tu, tak dapat korupsi mentari kite ye.”

 

*****

Oleh: Putri Idhaini

Sumber gambar: Leovita Augusteen

Tasaro GK: Menulis Muhammad untuk Meradikalisasi

IMG_20160620_111825_HDRBukan tanpa beban Tasaro GK menuliskan novel tetralogi sejarahnya, Muhammad.  Enam tahun menulis tentang sosok panutan umat muslim itu, Tasaro mengaku tak jarang mendapat kritikan.

Terbit pertama kali pada tahun 2010 dengan judul Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan, menurut Tasaro, gol dari bukunya adalah untuk mengajak masyarakat, khususnya remaja, untuk kembali mengidolakan Muhammad. Tasaro menambahkan, bicara tentang Islam juga tidak mungkin lepas dari sosok Muhammad, namun sayang, selama ini Muhammad tidak diceritakan dengan baik karena pembaca seolah seperti membaca jurnal. “Oleh karenanya novel ini ditulis dari pendekatan jurnalistik,” aku Tasaro.

Tasaro berharap, lewat Muhammad, ia bisa meradikalisasi. “Karena banyak muslim yang tidak mengerti agamanya secara baik,” kata Tasaro. Menurutnya, menjadi masalah serius bagi umat muslim ketika umat muslim menganggap bahwa membicarakan sosok Muhammad adalah pamali. “Hal itu justru menjauhkan kita dari sosok Muhammad yang seharusnya menjadi panutan,” katanya lagi. Bagi Tasaro sendiri, menggambarkan Muhammad ke dalam sebuah buku adalah perbuatan yang sangat berbahaya karena masyarakat kita menganggapnya pamali. Maka dari itu, sebagai penulis Muhammad, ia kerap menuai pro dan kontra.

Muhammad yang semula akan Tasaro kemas menjadi trilogi, kemudian harus ia cacah menjadi tetralogi karena tiga buku terlalu tebal untuk memuat cerita panjanganya. Setelah seri pertamanya, terbitlah kemudian Muhammad: Para Penggema Hujan tahun 2010, menyusul Muhammad: Sang Pewaris Hujan pada Januari 2016, dan sebagai penutup, Muhammad: Generasi Penggema Hunan pada Maret 2016. Empat seri Muhammad Tasaro tuangkan ke dalam 2000 halaman. Meskipun membutuhkan rentang waktu enam tahun, Tasaro mengaku, proses menulisnya hanya sebentar. Usai menuntaskan Muhammad, Tasaro berencana untuk menulis tentang Yesus dengan setting Indonesia abad 17. Rencananya, cerita ini akan mengangkat dua versi, yaitu antara dua agama yesus, dalam pandangan Islam dan Kristen.