(PRE-ORDER RESMI DIBUKA!)

Baru-baru ini, beberapa postingan yang diunggah di akun media sosial Bentang Pustaka mengejutkan Jamaah Maiyah. Rasa penasaran dan animo publik pun meningkat. Memangnya, ada kabar terbaru apa, sih, dari sosok budayawan Emha Ainun Nadjib? Rupanya, beliau baru saja meluncurkan buku terbarunya. Lalu, apa yang istimewa dari buku ini?

Beberapa tahun terakhir, buah pemikiran Cak Nun yang sudah dibukukan pada 1990 hingga 2000-an telah banyak diterbitkan kembali. Karya-karya Cak Nun dianggap memiliki perenungan yang sangat dalam sehingga tetap awet dan relevan dibaca meski berjarak belasan tahun kemudian. Dan, kali ini, Cak Nun memutuskan menyapa para pembacanya dengan tulisan-tulisan mutakhirnya yang dirangkum dalam Tetralogi DAUR. Serial DAUR ini memuat catatan harian beliau yang ditulis setiap hari sepanjang 2016.

Daur Jilid I dan II akan lebih dulu menyapa pembaca melalui buku bertajuk Anak Asuh Bernama Indonesia dan Iblis Tidak Butuh Pengikut. Mengutip isinya, Cak Nun hendak menggugah para generasi muda untuk ikut kembali memikirkan persoalan kemanusiaan di sekitarnya, di negaranya. Lebih tepatnya lagi, bertujuan untuk mengajak pembaca melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metode perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat. Catatan ini akan membawa pembaca terseret dalam keintiman pemikiran seorang Cak Nun dan ikut mengamati lebih dalam, dinamika macam apa yang sedang terjadi di Indonesia pada saat ini.

Melalui DAUR, sudah siapkah kamu menerima amanah belantara pemikiran Cak Nun? Jangan khawatir! Seri DAUR I dan II sebentar lagi lahir ke dunia. Pre-order akan dimulai pada 1928 Mei 2017. Catat tanggalnya! Jangan sampai tertinggal!

 

Share This