Media Gathering Buku Anak Pertama Karya Maudy Ayunda

Penggemar Maudy Ayunda pasti sudah tidak asing dengan Kugy. Yups, Kugy merupakan karakter fiksi yang diperankan oleh Maudy dalam Film Perahu Kertas yang rilis pada 2012. Karakter ini masih sangat melekat di benak para penggemar Maudy maupun penikmat film dan novel Perahu Kertas. Sosok Kugy merupakan gadis periang, tomboi, dan terkesan aneh karena menyebut dirinya sendiri sebagai Agen Dewa Neptunus. Ia memiliki ritual unik, yakni menulis curahan hatinya lewat secarik kertas yang kemudian dibuat dalam bentuk perahu dan dihanyutkan ke air.

Lantas, bagaimana jika Maudy mengantarkan sosok Kugy ke dunia nyata lewat cerita-cerita manis dari masa kecilnya?

Maudy Ayunda dikenal sebagai figur yang bertalenta dan beprestasi di bidang akademik maupun non akademik. Ia menjadi role model anak muda dan peduli terhadap dunia pendidikan, termasuk pendidikan di Indonesia. Setelah sukses dengan buku pertamanya Dear Tomorrow yang berisi pemikiran-pemikirannya masa mendatang, Maudy siap meluncurkan buku kedua. Buku ini merupakan buku yang Maudy tulis ketika masih berumur 10 tahun. Saat itu, kumpulan dongeng karangan Maudy berhasil dijual yang kemudian hasil penjualannya didonasikan kepada Korban Tsunami di Aceh pada 2004.

Dalam media gathering yang dilaksanakan di GoWork Plaza pada 23 Januari 2018 lalu, Maudy mengatakan pada media bahwa buku kedua yang akan diluncurkan ini menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap literasi anak-anak di Indonesia. Maudy berharap bahwa buku keduanya ini mampu melatih kemampuan anak-anak dalam menggunakan bahasa bilingual sejak dini, serta pesan moral yang tersirat dalam cerita dapat menjadi teladan bagi anak-anak. Maudy mengerjakan buku terbarunya ini bekerja sama dengan ilustrator Kathrin Honesta, yang dikenal dengan ilustrasi-ilustrasinya yang cantik dan sarat akan makna.

Kina and Her Fluffy Bunny mengisahkan tentang seorang gadis kecil bernama Kina yang memiliki mainan favorit, yaitu kelinci gembil. Suatu hari, Kina tidak bisa bermain lagi dengan mainan kesayangannya itu dan berpikir untuk mengganti dengan yang baru. Hal ini urung dilaksanakan oleh Kina karena melihat kedua orang tuanya tidak menyerah untuk mempertahankan apa yang mereka sayangi.

Kisah Kina ini diceritakan secara sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, yakni untuk memiliki pola pikir “memperbaiki” bukan “mengganti” dengan yang baru. Pola pikir ini diharapkan oleh Maudy sebagai penulis dan Kathrin sebagai ilustrator dapat meresap pada semua pembaca buku Kina and Her Fluffy Bunny.

Jadi, sudah tidak sabar berkenalan langsung dengan buku kedua Maudy Ayunda yang berkolaborasi dengan Kathrin Honesta! Nantikan kehadiran buku anak berjudul Kina And Her Fluffy Bunny di toko buku seluruh Indonesia!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *