Belahan Jantungku

Belahan Jantungku by Andien Aisyah

Belahan Jantungku

Setiap perjalanan kehidupan ialah spesial dan personal. Begitu pun dengan perjalanan menemukan diri yang sejati, kadang tidak bisa diduga awal mulanya. Andini Aisyah Hariadi memulai perjalanan ke dalam diri  sejak mengetahui dirinya akan menjadi seorang ibu. Menjadi ibu, bukanlah sesuatu yang saat itu menjadi rencananya. Namun, seiring kebingungan yang bertambah, keingintahuan dan tekad untuk belajar pun terus tumbuh … Andien mempersiapkan dirinya dengan kembali kepada alam, termasuk mengenali ritme alami tubuh dalam menjalani kehamilan.

Buku ini membawa energi positif dari mereka yang berkontribusi dalam perjalanan Andien menemukan sosok dirinya yang baru, seorang ibu. Dari Reza Gunawan, Nia Umar, Tantan Kuswandi, Fonda Kuswandi, Dokter Ratih Ayu Wulandari, Irene Mongkar, Gobind Vashdev, Coach Yusa Aziz, hingga Najeela Shihab yang merupakan para ahli dalam ranahnya, turut menitipkan pesan penting melalui buku ini.

Belahan Jantungku menjadi catatan pembuka Andien tentang perjalanannya menemukan diri, pengalaman kehamilan, persalinan, mengasihi, menyapih, hingga saling menguatkan sesama perempuan. Bukan sebagai ajakan, apalagi kampanye, tetapi sebuah kesempatan untuk becermin pada pemahaman dan pilihan kita masing-masing.

Belahan Jantungku

Buku Belahan Jantungku karya Andien Aisyah

Pre-sale buku Belahan Jantungku dapat dipesan mulai 26 Oktober hingga 7 November 2019. Harga buku khusus pre-sale adalah Rp97.750,00.

Benefit pre-sale:

  • Buku bertanda tangan.
  • Golden ticket meet and greet Andien untuk semua pembeli masa pre-sale.
  • Platinum ticket intimate meet and greet Andien untuk 15 pembeli beruntung (diundi).

Daftar toko buku pemesanan akan diumumkan tanggal 25 Oktober 2019 di laman ini.

Andien Aisyah

Andien Aisyah, dari Menyanyi Jazz hingga Jadi Ibu

Andien Aisyah

Andini Aisyah Haryadi atau lebih dikenal dengan nama Andien Aisyah. Ia adalah seorang penyanyi jazz asal Indonesia yang telah menelurkan tujuh album selama dua dekade dalam industri musik. Tak hanya musik jazz, Andien juga memiliki ketertarikan pada bidang fashion.

Tiga tahun lalu, Andien dianugerahi seorang putra yang lucu bernama Anaku Askara Biru, atau lebih akrab dipanggil Kawa. Sejak menjadi ibu, kiprah Andien di Indonesia kian meluas, tidak hanya dalam bidang musik dan fashion, tetapi juga lifestyle.

Selama ini, metode asuh yang diterapkan oleh Andien pada Kawa banyak “kontroversional”, benarkah? Yuk, kenali Andien lebih dalam.

Andien Menekuni Jazz Sejak Belia

Sejak kecil, Andien selalu lebih tertarik pada lagu-lagu jazz. Saat teman-temannya lebih menyukai lagu-lagu Whitney Houston, Andien lebih suka dengan lagu Girl From Ipanema. Bakat menyanyi ini tak disia-siakan. Andien selalu menjuarai kontes menyanyi di Indonesia maupun di luar negeri. Hingga pada usia 15 tahun, Andien menelurkan album pertamanya berjudul Bisikan Hati.

Menikah pada 2015

Andieh Aisyah telah menikah dengan Irfan Wahyudi, atau akrab disapa Ippe. Pertemuan mereka berawal dari event yang diikuti Andien. Kala itu Ippe adalah seorang EO. Saat ini, Ippe aktif menjadi fotografer dan menekuni hobi sepeda.

Andien dan Ippe Dianugerahi Kawa

Tak lama setelah menikah, Andien Aisyah dikaruniai seorang putra yang lucu bernama Anaku Askara Biru. Kawa adalah panggilannya sejak sebelum lahir. Nama Anaku Askara Biru diambil dari beberapa bahasa, salah satunya adalah bahasa Jepang.

Metode Parenting Andien Aisyah

Sejak memasuki kehamilan, Andien mempelajari beberapa metode mengasuh anak. Pada masa kehamilan, ia aktif mengikuti yoga dan mengonsumsi makanan penunjang kehamilan. Setelah itu, Andien mulai banyak menyuarakan mengenai gentle birth. Pada proses kelahiran pun Andien memilih metode water birth atau melahirkan di dalam air. Metode-metode yang diterapkan Andien ini menjadi kontroversi pada beberapa kalangan.

Akan tetapi, ternyata metode gentle birth yang diterapkan Andien sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Yang perlu diperhatikan dari metode ini adalah bahwa proses melahirkan bukanlah proses yang penuh paksaan.

Selain metode tersebut, Andien sudah menerapkan metode BLW atau Baby Lead Weaning pada Kawa sejak berusia 5 bulan. Artinya, Kawa sudah bisa mengonsumsi makanan padat sedari dini. Metode ini pun menuai kritikan dari beberapa pihak. Namun, Andien punya alasan tersendiri ia menerapkan BLW pada Kawa.

Andien menceritakan perjalanan hidupnya sebagai seorang perempuan dan sebagai ibu ke dalam buku pertamanya, Belahan Jantungku. Tidak hanya tulisan Andien, di dalam buku ini pun terdapat tulisan beberapa praktisi kesehatan dalam bidangnya masing-masing, seperti Reza Gunawan, Najeela Shihab, Couch Yusa, dr. Ratih Wulandari, dan lainnya. Buku ini bisa mulai dipesan 26 Oktober 2019.