Adjie Santosoputro Praktisi Mindfulness Milenial

Segalanya begitu bising. Banyak orang merasa bingung dan mudah sekali merasa gelisah. Segala persoalan hidup Adjie Santosoputro dan Mindfulnessmenjadi sangat sulit dimengerti maknanya. Orang-orang sibuk mempertanyakan apakah mereka bisa bahagia atau tidak, dan bagaimana mereka bisa berdamai dengan persoalan hidup lainnya.

Adjie Santosoputro menangkap kegelisahan itu dan mulai mengedukasi generasi Milenial baik di media sosial maupun dalam berbagai platform lain. Di Twitter (@AdjieSanPutro) maupun di Instagram (@adjiesantosoputro), ia aktif hampir setiap hari berbagi berbagai topik tentang kesehatan mental dan cara mengendalikan diri melalui mindfulness.

Tak berhenti di sana, ia juga menjadi penggagas dari menggagas Santosha, mengelola sesi pelatihan, seminar, dan konsultasi terkait emotional healing dan hidup bahagia melalui pendekatan “mindfulness”.

Pria lulusan Fakultas Psikologi UGM ini mendaulat dirinya sebagai praktisi mindfulness. “Sederhananya, mindfulness adalah melatih pikiran agar sadar penuh hadir utuh di sini-kini. Tubuh di sini, pikiran juga beristirahat di sini. Bukan tubuh di saat ini, tapi pikiran melamun ke masa lalu maupun mengembara ke masa depan,” begitu akunya di blog pribadinya.

Sejak  menjadi praktisi mindfulness pada tahun 2010, ia sering diundang dan diminta berbagi mengenai mindfulness. Melalui pelatihan, seminar, dan konsultasi ia berbagi kepada orang-orang yang merasa membutuhkan solusi untuk meningkatkan fokus dan produktivitas kerja, menciptakan hidup bahagia dan tenang, cara mengelola stres, cerdas emosi, serta hubungan damai dengan sesama.

Dalam salah satu wawancara di media online, Adjie mengaku bahwa ia bukanlah seorang motivator. Katanya, “motivator bertugas mengajak orang untuk selalu bersemangat meraih impian yang dapat diukur secara lahiriah, sedangkan saya mengajak orang belajar menerima. Bahwa ada hal-hal dalam hidup yang pada kenyataannya tidak bisa diraih. Saya mengajak orang belajar menerima keadaan. Ikhlas menerima realitas. Saya berbagi ilmu sambil terus melatih diri menjadi orang yang ikhlas.”

Terbitkan Buku Baru

Bentang Pustaka mengenal Adjie Santosoputro sebagai “praktisi mindfulness-nya generasi Milenial”. Ia dijuluki begitu karena kontribusinya yang besar dalam mengedukasi banyak generasi Milenial yang merasa resah akan hidup mereka. Adjie hadir di tengah-tengah mereka, berdialog di media sosial, dan mendengarkan keluh kesah mereka dengan sabar. Ia menjadi teman seperjalanan generasi Milenial untuk masuk dalam diri, mengenali dan berdamai dengan dirinya masing-masing.

Dengan kegigihan tersebut, Adjie mengajak para generasi Milenial melakukan perjalanan bersama untuk mencapai kebahagiaan bersama-sama pula. Perjalanan bersama itu, bukan hanya sebagai gelombang ombak yang berlalu begitu saja, tapi sebagai samudra yang selalu ada, asalkan kita mampu bergandengan tangan, berjalan beriringan.

Hadirnya buku Mengheningkan Cinta, dapat menjadi salah satu langkah penting seorang Adjie Santosoputro dalam memperkenalkan mindfulness dalam kehidupan keseharian kita. Dengan demikian, buku ini dapat memberikan suasana baru bagi masyarakat Indonesia untuk lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental sehingga dapat lebih bijaksana menyikapi persoalan yang datang dalam hidup. (Tejo)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *