TRUTH, Temukan Rasa Utuhmu, Temukan Hidup

Setelah menerbitkan buku pertamanya berjudul Hati yang Gembira Adalah Obat (2016), kini Sophie Navita kembali mengeluarkan buku dengan judul TRUTH, Temukan Rasa Utuhmu, Temukan Hidup. Ketika membaca buku TRUTH, Temukan Rasa Utuhmu, pembaca sebenarnya tidak harus membaca buku pertama Sophie. Setiap buku bisa dinikmati secara terpisah, meski dengan membaca keduanya, tentu akan bisa melengkapi pemahaman tentang pola pikir seorang Sophie Navita.

Dalam buku keduanya ini, Sophie kembali menuangkan pikirannya tentang hal-hal yang ia amati dalam kehidupan sehari-hari. Sophie sampai pada titik ketika ia merasa kampanye mencintai diri sendiri itu memang hal yang baik, tetapi selalu akan gagal ketika kita lupa bahwa ada faktor yang lebih utama dalam hidup ini. 

Sophie Navita memulai kariernya sebagai presenter sejak usia 9 tahun di Singapura. Setelah pindah ke Indonesia, ia mulai menjadi penyiar di salah satu stasiun radio di Bandung tahun 1996 dan terpilih menjadi finalis MTV VJ Hunt. Tidak hanya itu, Sophie juga merupakan seorang aktris. Ia pernah bermain peran dalam sinetron Cerita Cinta dan Cinta Seputih Melati.

Saat ini Sophie masih aktif menjadi MC di berbagai acara. Ia juga sering menjadi pembicara/narasumber dalam sebuah seminar atau talkshow. Selain menjadi MC dan pembicara, Sophie aktif mengajar kelas-kelas well being lewat kemampuan masak sehatnya. Di tengah mengisi kelas Sophie juga menjelaskan filosofi di balik well being, yang bukan sekadar makan dan olahraga.

Tentang Buku TRUTH, Temukan Rasa Utuhmu, Temukan Hidup

Buku terbaru Sophie Navita dengan judul TRUTH, Temukan Rasa Utuhmu, Temukan Hidup ini berisi kumpulan pengamatan dirinya tentang hidup dan segala dinamikanya. Setelah mengajak untuk mencintai diri sendiri dalam buku pertamanya, kini Sophie mengajak untuk menemukan kedamaian diri seutuhnya. Mungkin kita telah melakukan segala sesuatu untuk diri kita sendiri, seperti memaafkan diri sendiri ketika melakukan kesalahan, mencintai diri sendiri dengan mengajak jalan-jalan atau memberikan apresiasi pada diri sendiri dengan membelikan barang dari uang yang kita simpan. Namun, setelah mengutamakan diri, Sophie melihat orang sering terlupa pada satu faktor utama, yaitu tentang DARI MANA semua—termasuk diri ini—bermula.

Tuhan, merupakan alasan kenapa kita ada di dunia. Tuhan, merupakan alasan kenapa kita mampu hidup dan berkarya di bumi ini. Dia yang selalu siap mengampuni dan menerima kita apa adanya. Bagaimana mungkin membahas soal diri ini tanpa melibatkan Penciptanya?

Sophie Navita siap membawamu menemukan rasa untuk hidupmu. Meski tidak mudah, Sophie menuliskan pemikirannya dengan gaya bercerita yang ringan dan kocak seperti yang disukai para pembaca buku sebelumnya. Ia berusaha menguraikan sekelumit pikiran menggantung yang dirasa bermakna menjadi tulisan yang ringan dibaca, dengan tetap meninggalkan kesan mendalam. (Ainun)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *