Jl. Pesanggrahan No.8 RT/RW : 04/36, Sanggrahan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, 55584.
This will close in 0 seconds
This will close in 0 seconds
This will close in 0 seconds
This will close in 0 seconds
This will close in 0 seconds
Profesionalitas dalam Bekerja untuk Hasil Maksimal
/in Artikel, dee artikel, Pengembangan Diri/by Bentang PustakaProfesionalitas dalam bekerja kerap disinggung di berbagai kesempatan. Menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesionalitas termasuk kata benda yang berarti (1) perihal profesi; keprofesian dan (2) kemampuan untuk bertindak secara profesional. Profesional sendiri memiliki arti antara lain, memerlukan kepandaian khusus untuk melakukannya. Profesionalitas juga tidak pandang bulu. Ia tidak melulu monopoli pekerja sektor tertentu. Semua jenis pekerjaan membutuhkan profesionalitas untuk memberikan hasil paripurna. Namun, bagaimana sebetulnya memaknai profesionalitas dalam keseharian di bidang usaha?
Menghayati Profesionalitas dalam Dunia Riil
Rantai Tak Putus mengangkat banyak kisah tentang profesionalitas dalam bekerja. Melalui kisah Agus di Waru, misalnya, kita belajar arti menepati janji kepada klien. Diceritakan bahwa Agus menang tender dengan nilai yang sangat besar, padahal saat itu modal untuk berproduksi sudah sangat menipis. Demi profesionalitas, dia harus mulai berproduksi dengan modal seadanya. Profesionalitas pula yang membuat Agus pontang-panting ke sana kemari mengupayakan modal tambahan hingga berusaha mendapatkan bahan-bahan produksi dengan harga miring.
Profesionalitas dalam diri Agus agaknya tidak lepas dari karakternya yang ulet dan berkemauan keras dalam mencapai tujuan. Namun, sekadar ulet dan berkemauan keras tidaklah cukup. Agus memiliki pula semangat tinggi untuk menambah wawasan baru, sehingga memberinya kesempatan untuk terus mengasah profesionalitasnya.
Profesionalitas dan Passion
Profesionalitas dalam bekerja juga merupakan penopang yang akan menghidupi passion, begitu setidaknya yang diyakini Pinuji, seorang pengusaha bengkel di Waru. Kecintaannya pada otomotif memungkinkannya bertahan mengelola Bengkel of Pinujie. Mengawali usaha bengkel dari nol, Bengkel of Pinujie mengalami banyak cerita jatuh bangun. Pinuji bahkan sempat menyerah dan mencoba banting setir menekuni profesi lain, dari satpam sampai mencoba mendaftar menjadi TKI. Namun, rupanya pesona otomotif masih terlampau kuat. Pinuji akhirnya memutuskan kembali menekuni dunia otomotif.
Namun, passion saja tidaklah cukup. Seperti yang diceritakan kepada Dee Lestari dalam riset penulisan buku Rantai Tak Putus, Pinuji mulai menjalankan bisnis otomotif dengan lebih profesional. Dia membenahi sistem pelayanan, sistem ketenagakerjaan, hingga keuangan. Memang, seperti disebutkan oleh Siti, istrinya yang membantu menangani keuangan, passion membuat Pinuji menjadi tetap tabah mencari jalan keluar setiap ada masalah dalam pekerjaan. Pendapat ini digongi oleh Pinuji. Dia juga sepakat bahwa passion yang tidak dikelola dengan baik akan membuat sulit maju, dan kombinasi dengan profesionalitas akan makin melejitkannya menuju puncak.
Profesionalitas dan UMKM
Kedua contoh di atas menunjukkan pentingnya profesionalitas dalam dunia bekerja. Dalam kasus UMKM Indonesia, menularkan semangat yang menjunjung tinggi profesionalitas merupakan langkah yang tak kalah pentingnya. Menurut data BPS, persentase UMKM di kalangan seluruh unit usaha lain di Indonesia adalah 99,9%, menyumbangkan pendapatan negara hingga sekitar 60%. Jika 99,9% UMKM itu naik kelas–yang tadinya usaha mikro naik menjadi usaha kecil, usaha kecil naik menjadi usaha menengah, dst. Sudah barang tentu akan makin besar jumlah kontribusi yang diberikan ke perekonomian Indonesia. Bukan hanya itu, seperti kata Dee Lestari dalam Rantai Tak Putus, ketika UMKM naik kelas maka sama artinya menyejahterakan masyarakat.
Rantai Tak Putus, bisa dibilang merupakan bentuk kontribusi Dee Lestari untuk kemajuan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Indonesia. Pembaca akan melihat bahwa menularkan semangat profesionalitas ke para pengusaha UMKM Indonesia akan membantu mereka untuk berkembang makin maju.
Rantai Tak Putus, buku terbaru Dee Lestari, merupakan karya nonfiksi kedua setelah pada 2019 menulis Di Balik Tirai Aroma Karsa. Buku yang dipandang memberikan banyak tantangan ini membahas perkembangan UMKM di Indonesia.
Buku inspiratif ini terbit pada Agustus 2020 dan bisa didapatkan di seluruh toko buku terdekat atau toko buku online kesayangan Anda dengan harga Rp79.000,00.
Luka Batin Tak Kunjung Reda, Terapkan Cara Berikut untuk Menyembuhkannya!
/in Artikel, Pengembangan Diri/by Bentang PustakaTeruntuk yang batinnya tengah terluka, merapatlah.
Semoga kuat dan tabah menyertaimu dalam setiap langkah.
—
Luka batin? It’s okay not to be okay. Menjadi bukan siapa-siapa terkadang jauh lebih membuat hati terasa lega. Teruntuk berbagai pergolakan perasaan yang tengah menghadang, yakinkan saja dirimu bisa menghalaunya. Teruntuk luka batin yang masih saja menganga, sembuhkan dengan menemukan proses yang seutuhnya.
Kamu hanya butuh rehat sejenak. Hidup ini bukan perkara siapa yang menang dan kalah, sehingga dirimu tak perlu bersusah payah untuk selalu kuat dalam segala hal. Terlebih, membandingkan apa pun yang bersifat duniawi kepada khalayak ramai. Jika tak diakui, sakit hati yang kalian jumpai. Alhasil, kita sendiri yang harus menanggung segala ulah yang telah terjadi.
Beberapa cara di bawah ini ditujukan untuk kalian semua–khususnya Sahabat Bentang tercinta–dalam menyikapi hingga menyembuhkan luka batin yang masih terus ada. Bisa disebut sebagai piramida penyembuhan luka batin. Boleh dilanjutkan membacanya, agar kita bisa saling menyadari bersama. Mari kita simak.
Conscious Awareness
Langkah awal dari sederet proses tingkatan piramida penyembuhan luka batin yaitu conscious awareness atau kepedulian awal. Ya, kalian harus menanamkan niat dan tekad yang kuat dari dalam diri jika “Something needs to change”. Kalian tak bisa berkutat dengan luka-luka yang sudah mendera seterusnya. Harus berapa lama lagi diri kalian disayat oleh pengalaman-pengalaman buruk yang tersisa hingga kini?
Kepedulian awal akan membuatmu lebih mudah menapaki setiap tingkataan dalam proses penyembuhan luka batin. Bayangkan saja jika kalian terus berputar pada perundungan masa-masa kelam, seberapa besar dampak negatif akan memutari kita di dalam kehidupan? Pastinya akan berdampak sangat besar.
Maka dari itu, mulai sedari kini, upayakan untuk terus berpikiran jika kita semua bisa beranjak dari berbagai pengalaman yang tak mengenakkan. Kita bisa maju. Kita bisa melangkah lebih lantang dengan menyerukan kemampuan terbesar yang kita punya.
Luka Batin: Self-Responsibility
Setelah memiliki kesadaran pandangan akan berbenah diri, langkah selanjutnya yaitu dengan mendapatkan sebuah ilham bahwa dirimulah yang menjadi kendali atas hal-hal yang sudah terjadi. Jadikan diri kalian sebagai nakhoda andal yang sedang membawa kapal kehidupan bermuara di tempat terbaik. Jangan menyesalkan segala keputusan yang sudah diambil.
Kalian harus bisa bertanggung jawab atas semua penjajakan diri yang telah dilakoni. “I need to change myself”. Kalau tak begitu, kalian takkan bisa maju dan berbenah diri. Jika dirimu hanya berhenti sampai di sini, bagaimana nasib hidupmu di kemudian hari? Sudah adakah sebuah jaminan jika tanpa mengubah keadaan yang sekarang, hidupmu kelak akan tenang dan damai?
Baca Juga: Segudang Manfaat Puasa Gawai
Self-Forgiveness
Lagi-lagi takkan terlepas dari diri kita sendiri. Tanamkan dalam benak bahwa kalian membutuhkan penerimaan diri. “I forgive myself”. Tak bisa semua hal yang ada di dalam kehidupan ini bisa dikendalikan oleh kita. Kita hanya bisa mengendalikan hal-hal yang ada di dalam diri kita, selebihnya biarkan yang lain menunaikan tugas dan kewajibannya sesuai dengan porsinya.
Oleh karena itu, jika ada banyak hal yang tidak mengenakkan kita, maklumilah. Berpasrahlah. Sadarilah. Terakhir, renungilah. Maafkanlah dirimu dan orang-orang yang telah berperan dalam peristiwa-peristiwa yang buruk itu. Hal tersebut bisa dilakukan ketika segala hal sudah diupayakan. Jadi, kamu takkan salah dalam mengambil keputusan. Kamu tak menyerah, hanya saja takdir yang menyuruhmu lebih mengalah.
Luka Batin: Grounding
Pastikan dirimu dalam jangkauan aman, nyaman, dan merasa bisa lebih baik dari keadaan yang sebelumya. “I feel save/supported”. Pada tahap ini, kalian akan merasa lebih bisa membuka mata setengah lebih lebar dan bisa melihat kenyataan yang sebenarnya. Melihat realitas apa saja yang harus kalian lakukan. Bisa berpikiran luas, menyadari bahwa siapa saja yang hidup di dunia ini tidak hanya berporos pada diri kita.
Merasa aman, nyaman, dan lebih baik dari sebelumnya juga akan memudahkanmu untuk berkaca pada masa lalu.
Joy
“I am ready to shine!” Selamat! Jika semua tahapan bisa kamu lampaui, itu berarti kamu siap untuk bersinar lebih terang lagi. Pada tahap ini, evaluasi dari pengalaman-pengalaman yang telah terjadi sangat diperlukan. Kamu bias memaknai setiap proses kehidupan dengan baik, tanpa tergesa-gesa.
Teruntuk orang-orang hebat yang ada di samping dan belakang dalam hidupmu, ucapkan terima kasih. Bagaimanapun orang-orang tersebut sudah memberikan kita pacuan untuk bisa mengilhami arti dari proses kehidupan. Memberikan gertak untuk kita lebih bisa berbenah.
Kalian bisa menjumpai tip penyembuhan luka batin lainnya dalam buku bertajuk Mengheningkan Cinta, karya Adjie Santosoputro.
Satu hal yang ingin saya sampaikan kepadamu: Kamu berharga, kamu layak bahagia.
Salam,
Anggit Pamungkas Adiputra.
Maudy Ayunda Beri Tips Lolos Beasiswa Luar Negeri
/in Artikel, Pengembangan Diri/by Bentang PustakaMendapatkan pengumuman lewat surel perihal kelolosan beasiswa sangatlah bahagia, tetapi bagaimana cara mendapatkan beasiswa luar negeri, ya? Maudy akan berbagi tips agar kamu tembus beasiswa di luar negeri!
—
Kuliah di kampus bergengsi yang ada di luar negeri, bukan hanya untuk gaya-gayaan, biaya ditanggung oleh pihak yang berwenang, siapa pula yang tak menginginkannya? Terlebih para pengejar akademisi sangat mendambakan hal tersebut bisa menjadi miliknya. Kamu salah satunya?
Akan tetapi, tak serta-merta beasiswa yang terjabarkan di linimasamu juga bisa kamu ambil begitu saja, tentunya ada sederet syarat dan ketentuan agar kamu bisa mendapatnya tiket tersebut. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang sangat matang agar bisa menembus beasiswa tersebut.
Kali ini, saya membeberkan tips dari Kak Maudy Ayunda agar kita semua yang menginginkan beasiswa di luar negeri ada pandangan yang memudahkan langkah kita. Berikut beberapa poin penting dari Kak Maudy yang bisa kamu telaah dalam meraih beasiswa impian!
Persiapan yang Matang
Enam bulan hingga satu tahun merupakan waktu terbaik untuk mempersiapkan berbagai persiapan yang matang. Isi dari poin ini yang terpenting yaitu, ketika kamu benar-benar menginginkan ada lampu hijau dalam kelolosan beasiswa, berarti pacuan kegigihanmu juga harus ditambah.
Poin ini bisa juga kamu gunakan untuk mencari tahu lebih dalam daftar kampus mana saja yang ingin kamu jajaki. Mulai dari mencari kenalan yang sefrekuensi, teman belajar yang bisa ambisius, mengulik profil kampus dengan berbagai jalur tes yang disediakan, dan daftar beasiswa apa saja yang sedang dicanangkan. Mulai dari hal tersebut, kamu bisa memulai mengupas satu per satu materi soal-soal.
Pada tahap persiapan pikiran, kamu seharusnya sudah benar-benar matang dan tak ada keraguan lagi untuk melangkah agar mendapatkan beasiswa tersebut. Layaknya pepatah pada umumnya, pikiranmu memberikan sugesti terhadap dirimu. Jika dirimu yakin akan segala tindakan dan keputusan yang kamu ambil, hasilnya pun diharapkan dapat maksimal pula. Begitu pun sebaliknya.
Perhatikan Tema dan Topik
Dalam persyaratan kelolosan beasiswa, pastinya akan diberikan assignment test salah satunya berupa esai. Esai yang dibuat harus nyata dan kreatif sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Menulis sebuah esai sama dengan menulis pada umumnya, tetapi akan ada perbedaan dari isi dan kerangka yang dibuatnya.
Esai untuk persyaratan beasiswa harus benar-benar terstruktur dan tersistem. Cara kita menggambarkan diri kita ke dalam sebuah tulisan. Kalian juga bisa mencari berbagai referensi untuk menambah pengetahuan membuat esai. Lalu, bisa juga diberikan referensi sebagai sumber tambahan. Esai yang ditulis harus nyata dan tak bersifat fiksi. Di dalam esai, nantinya akan ada penggambaran angan beberapa tahun ke depan kalian ingin menjadi seperti apa dan sebagainya.
Esai berfungsi sebagai salah satu penilaian kelolosan karena esai dapat digunakan tolok ukur bagaimana kita menyikapi suatu permasalahan, bagaimana pola pikir kita saat ini dan masa mendatang, dan lain-lain. Maka dari itu, menulis esai bukan perkara cepat atau lambat, melainkan harus benar-benar disusun berdasarkan penelitian pula.
Baca Juga : Ngobrolin Sukses Bareng Maudy? Beberapa Nasihat Untukmu
Jangan Hanya Fokus pada LoA (Letter of Accaptance) Kampus
Masih banyak hal yang perlu diperhatikan, jangan hanya berkutat pada LoA. Banyak pelamar beasiswa fokus mendapatkan LoA dari kampus mereka. Padahal, LoA (Letter of Acceptance) itu baru 10% dari proses yang akan dihadapi, sisanya mencari beasiswa yang susah.
“Jangan kebalik urutannya, pertama beasiswanya dulu apa, baru cari tahu beasiswa tersebut akan biayain kita kalau kita daftar di kampus mana. Jadi, jangan fokus ke negara atau kampusnya. Harus tahu beasiswanya apa,” ucap Maudy Ayunda.
Jangan Hanya Fokus pada Satu Kampus
Perbanyak referensi daftar kampus yang akan dituju. Taruh harapan pada beberapa pilihan. Sediakan rapid recovery. Jika dirimu kurang yakin akan kampus utama, sediakan pula beberapa jalur beasiswa dari kampus yang lain. Hitung-hitung, kamu bisa memperluas pengetahuan sistem dan persyaratan beasiswa dari kampus-kampus ternama seperti apa dan bagaimana.
Tak Kenal Lelah Mempelajari TOEFL & IELTS
Sebenarnya, untuk poin ini bisa kalian gunakan latihan jauh-jauh sebelum masa pendaftaran beasiswa berlangsung. Bahasa Inggris memang bukan bahasa utama kita, tetapi kita harus bisa menjadikan bahasa Inggris sebagai alat penghubung kita dengan yang lain. Toh, nantinya kita juga akan tinggal dengan orang-orang dari luar negeri pula jika sudah lolos beasiswa.
Bahasa Inggris pula banyak ragamnya. Banyak yang masih perlu kita kuasai. Banyak grammar dan vocabulary yang perlu kita perkaya. Berlatih menggunakan soal-soal yang bisa diakses secara gratis maupun berbayar di berbagai platform sudah banyak yang tersedia.
Minta Doa Restu dari Kedua Orang Tua
Terakhir, tetapi mujarab. Doa terbaik dari orang-orang tersayang akan menambah peluang berhasilmu, terlebih doa yang tulus dari kedua orang tua. Orang tua bisa juga Maudears jadikan sebagai tempat berkeluh kesah dan meminta berbagai pertimbangan yang berkaitan dengan karier, terutama pendidikan.
Kalian bisa menemukan pengembangan diri lainnya ala Maudy Ayunda lewat buku Dear Tomorrow yang tersedia di mizanstore.com.
Selamat berproses dengan beasiswa luar negeri impianmu!
Salam,
Anggit Pamungkas Adiputra