fbpx

Segudang Manfaat Puasa Gawai untuk Kehidupanmu!

Bahkan semuanya yang ada di dalam kehidupan seharusnya perlu kita renungi.

Tak semestinya pula kita harus selalu berkecimpung dalam segala durjana duniawi.

Kehidupan di dunia menawarkan segala ketidakpastian. Kadang kala menjadikan kita terlena dalam sebuah kegelimangan euforia, kadang pula menjadikan kita sedih yang tak ada habisnya. Sepatutnya kita wajib menyadari itu semua agar tak terus-menerus terjebak dalam kepentingan dunia.

Puasa Gawai. Banyak di antara kita yang masih asing dengan penyebutan dua kata tersebut. Ya, yang kita ketahui puasa wajib saat Ramadan atau puasa sunah yang biasa dilakukan pada hari-hari tertentu. Meskipun begitu, “Puasa Gawai” dan jenis-jenis puasa yang lain tetaplah memiliki esensi yang sama.

Puasa gawai adalah sebuah kegiatan untuk berhenti mengutak-atik gawai dari genggaman tangan kita. Tak hanya semata-mata melepaskan dari genggaman, tetapi juga ada hal-hal yang dingin dicapai dari sejenak mengutak-utik gawai tersebut.

Puasa gawai dan berbagai puasa yang lain memiliki tafsiran yang hampir serupa. Tujuannya juga sama-sama menahan hawa nafsu. Puasa wajib dan sunah untuk mendapatkan keberkahan dari Sang Pencipta, sedangkan puasa gawai bertujuan untuk menenangkan batin. “Sebentar …. Menenangkan batin? Kamu kira saya gila?”

Perlu menjadi koreksi kita bersama bahwa menenangkan batin bukanlah perihal gila tidaknya seseorang. Orang yang waras pun membutuhkan ketenangan batin. Hanya pola pikir kita yang perlu dibenahi sejak kini.

Kembali dengan puasa gawai, maksud dari tujuan puasa gawai tersebut yaitu, menghentikan segala aktivitas kita di dalam gawai, lebih tepatnya mengarah pada media sosial. Sering kali kita mendapati perasaan yang kurang mengenakkan secara tiba-tiba ketika melihat beberapa gambar kiriman dari teman online kita yang lewat di lini masa.

Perasaan yang tak enak tersebut awalnya kita abaikan begitu saja. “Ah, hanya seperti itu …. Biarkan saja.” Namun, lama-kelamaan perasaan dalam diri yang mudah terabaikan tersebut akan menumpuk dan menjalar menjadi penyakit hati lain yang lebih kompleks.

Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal semacamnya, puasa gawai hadir untuk menjadi salah satu obatnya. Artikel ini terinspirasi dari melihat kiriman di akun @mengheningkan.cinta. Akun tersebut aktif membahas buku yang bertajuk Mengheningkan Cinta karya dari Mas Adjie Santosoputo, praktisi mindfulness milenial.

Berikut akan disajikan beberapa manfaat yang dapat dicapai ketika puasa gawai dapat diterapkan dalam kehidupan dan dilakukan secara konsisten.

Menjadikan Dirimu Semakin Produktif dalam Kehidupan Nyata

Menyingkirkan kesibukan yang berada di dalam gawai memang sedikit sulit bagi siapa pun yang sudah terlalu kecanduan. Namun, perlu diingat bahwa melepaskan gawai memiliki sisi positif yang perlu kita sadari bersama-sama, yaitu dapat membuat kita lebih bisa beraktivitas di dunia nyata dan membuat segalanya menjadi produktif.

Berbagai kesempatan aktivitas yang kita lakukan―selagi bisa dikategorikan dalam konteks positif, akan berdampak baik pada kesehatan mental kita. Pikiran buruk yang selalu mengendap akan dengan begitu mudah terdistraksi dengan aktivitas-aktivitas yang kita jalani dalam kehidupan nyata.

Lebih Akrab dan Dekat dengan Keluarga atau Saudara

Sering kali kita mengacuhkan orang-orang terdekat kita dan cenderung memilih bermain gawai sepuas mungkin. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin dingkapkan, tetapi kita lebih memilih untuk mengatakan, “Nanti saja, masih tanggung.”

Padahal, sejenak berhenti bermain gawai saja sudah ada dampak baik yang dirasakan. Salah satu halnya akan lebih bisa ada waktu untuk bercengkerama dengan orang-orang sekitar, seperti keluarga atau saudara.

Hal semacam itu akan lebih terasa oleh anak yang terbiasa merantau jauh dan sedang pulang ke rumah. Mengakrabkan diri dan berbagi cerita keseruan selama dia merantau ataupun suka duka yang ingin diungkapkan. Tentunya, makna kebersamaanya akan lebih hangat untuk dirasakan.

Baca Juga : Latihan Self-Acceptance

Kualitas Tidur akan Lebih Nyenyak

Tak dapat dipungkiri, ketika kita mendapati diri selalu overthingking, tentunya akan berdampak pada kualitas tidur. Istirahat malam menjadi sulit dikendalikan. Begadang, melamun, lalu berujung pada segala pertanyaan-pertanyaan diri yang belum mampu kita jawab.

Padahal, kita ketahui sendiri bahwa tidur malam sangat penting untuk kebugaran badan, kesehatan jiwa raga, serta membantu daya tahan tubuh lebih prima ketika sedang beraktivitas setiap harinya. Justru kita malah mengabaikannya dan tak mengontrol jam tidur malam yang baik.

Oleh karena itu, tidur memiliki peranan yang penting dalam pemulihan pikiran dan luka batin, terutama kesehatan mental yang ada indikasi terganggu dengan isi gawai pada media sosial.

Memberikan Ketenangan Jiwa dan Pikiran

Tak selamanya kamu harus turut ikut campur dalam kehebohan pada media sosial, perdebatan sengit antara dua kubu yang saling menyalahkan, atau menjadikan media sosial sebagai tumpuan segalanya. Kamu hanya perlu sikap yang bijaksana ketika berperan menjadi makhluk yang turut memakai teknologi modern.

Kalau kamu menginginkan segalanya menjadi urusanmu, bisa-bisa isi kepalamu tak cukup untuk menampung pikiran-pikiran yang seharusnya menjadi tanggung jawabmu. Saringlah semua hal yang kamu rasa perlu menjadi prioritasmu. Menenangkan jiwa dan pikiran dengan cara menaruh gawai sejenak menjadi solusinya.

Membuat Pandangan Hidup Jauh Lebih Jernih dan Realistis

Terlalu asyik dalam mengoperasikan gawai membuat kita terlalu banyak berandai-andai atau mengkhayal tanpa adanya diimbangi dengan tindakan nyata. Melihat kabar online dari orang lain di media sosial hanya sebatas wishlist dalam benak.

Hal semacam itu membuat segala mimpi kita terhambat. Harusnya kita juga melangkah maju untuk menambah wawasan yang berkualitas. Sejenak berhenti bermain gawai juga akan memengaruhi cara pandang kita dalam menyikapi suatu persoalan dalam kehidupan.

Beberapa hal di atas dapat kalian jadikan referensi dalam kehidupan jika sudah merasa terhenti pada kondisi yang membingungkan. Kalian juga dapat menemui tips penyembuhan luka batin lainnya melalui laman Mizanstore.com lalu cari buku Mengheningkan Cinta karya Adjie Santosoputro ini.

Perlu kita tanamkan dalam diri bahwa hidup ini bukan perkara siapa yang menjadi pemenang, melainkan siapa yang mampu mengilhami sebuah proses yang terjadi di dalam kehidupan untuk bisa menjadikannya kesempatan baik di sela-sela tantangan.

Salam,

Anggit Pamungkas Adiputra

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta