Novel Pandemi 2026

Novel Pandemi Terbaru dari Akmal Nasery Basral

Sejak awal 2020, penduduk dunia diresahkan oleh pandemi COVID-19. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini bisa dibilang melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan dan berbagai sektor perekonomian. Manusia mengurangi interaksi fisik dan beralih ke internet untuk bersosialisasi serta melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Perubahan terjadi di mana-mana.

Dalam dunia kreatif, berbagai seniman dan pengarang mencoba menerjemahkan pemikirannya atas pandemi ini ke dalam bentuk karya. Salah satunya adalah Akmal Nasery Basral, sastrawan kelahiran Sumatra Barat, dengan sejumlah karya antara lain Imperia, novel sejarah yang membahas pencarian harta karun, Sang Pencerah yang mengangkat kisah Pendiri Muhammadiyah yaitu KH Ahmad Dahlan, dan Presiden Prawiranegara. Mengawali kariernya sebagai seorang jurnalis, Akmal Nasery Basral berpengalaman di berbagai media seperti majalah mingguan Tempo, Gatra, Gamma, dan Koran Tempo.

Kekacauan di mana-mana yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 membuatnya gemas mengayunkan penanya menulis cerita fiksi, yaitu sebuah novel pandemi. Situasi ini menyadarkannya bahwa virus, bakteri, dan semacamnya bisa menjadi senjata biologi yang tak kalah berbahaya dengan persenjataan militer supercanggih dan supermahal.

Dalam novel pandemi yang sedang ditulisnya, Akmal Nasery Basral mengangkat tema pandemi misterius yang menyebabkan kematian di berbagai belahan dunia. Novel ini berawal dari kasus keracunan di Vatikan pada puncak peringatan Hari Kemiskinan Dunia (World Day of the Poor) ke-10 yang berlangsung di Vatikan pada hari Minggu ke-33 di tahun 2026, tepatnya malam ketika Sri Paus Yohanes Paulus III bersama para tokoh agama di seluruh dunia. Dunia pun terperangah dengan berbagai teori tentang siapa yang meracuni tokoh nomor satu dalam gereja Katolik Roma itu. Cerita bergulir makin cepat ketika selama hampir satu pekan selanjutnya di berbagai kota dunia seperti Guigang (Pegunungan Yaji, Tionghoa), Nederweert (Belanda), Braedsturp (Denmark), Hupperdange (Luxemburg), St. Louis (Amerika Serikat), Villavicencio (Kolombia), Saint-Cyr-sur-Menthon (Prancis), dan Kupang (NTT, Indonesia), sejumlah masyarakat sipil menjadi korban sebuah penyakit misterius yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan. Kasus ini menggugah seorang ahli epidemiologi Indonesia, Permata Pertiwi untuk menyelidik lebih jauh fenomena virus mematikan yang masih misterius ini. Dibantu Alexander Oey, seorang ahli komputer, mereka terperangkap dalam lika-liku rahasia tingkat tinggi yang mengancam keselamatan penduduk dunia.

Memadukan berbagai elemen misteri, thriller, action, agama, filsafat, sejarah, dan politik global, novel pandemi ini akan terbit menjelang akhir 2020. Bagi pembaca yang merindukan nuansa ketegangan dibalut sains, terutama virologi dan epidemiologi, novel ini layak Anda tunggu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *