Menerapkan Islamic Montessori di Rumah

Ketika orang tua telah memahami filosofi dan prinsip-prinsip dalam Montessori, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dapat menerapkannya kepada anak saat di rumah. Meskipun memang terdapat banyak instrumen pembelajaran yang menjadi komponen penting dalam metode Montessori, orang tua tidak perlu terlalu khawatir untuk menyediakan semua itu sekaligus. Beberapa permainan mungkin dapat dibeli, tetapi memanfaatkan barang-barang yang ada dan menjadikannya permainan Montessori juga dapat menjadi alternatif terbaik.

Begitu pula jika keluarga Muslim ingin menerapkan Islamic Montessori untuk anak. Pada dasarnya, prinsip-prinsip dan area yang dikembangkan dalam Islamic Montessori maupun Montessori sendiri tidak ada perbedaan berarti. Yang ditambahkan dalam Islamic Montessori adalah kegiatan pembelajaran studi Islam yang disisipkan secara menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai Islam sejak usia dini dan menumbuhkan kedekatan dengan Allah.

Contoh kegiatan yang paling mudah, tetapi cukup esensial adalah membiasakan anak untuk mengucapkan basmalah setiap kali memulai kegiatan dan hamdalah setiap kali mengakhiri kegiatan. Kegiatan ini juga dapat dikembangkan dengan memanjatkan doa sebelum dan sesudah menuntut ilmu. Selain itu, orang tua hendaknya selalu memberikan penjelasan kepada anak bahwa apa yang dikerjakan adalah karena kuasa dari Allah. Objek-objek pembelajaran pun, seperti mengenal hewan dan tumbuhan, atau bahan-bahan yang digunakan dalam media bermain dihubungkan dengan proses pembuatannya dan diinformasikan bahwa semua itu adalah ciptaan Allah.

Perlu diperhatikan bahwa sebelum menerapkan Islamic Montessori di rumah, orang tua perlu melakukan persiapan. Selain agar proses belajar berjalan dengan lancar, juga agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tidak hanya soal peralatan yang akan digunakan, tetapi persiapan ini juga mencakup beberapa aspek lainnya, seperti mindset atau pola pikir yang harus ditanamkan orang tua sebelum mulai memberi pendidikan Montessori kepada anak.

Pertama, menentukan tema dan mempersiapkan kegiatan sesuai tema tersebut. Waktu yang diperlukan untuk setiap tema akan sangat bervariasi, tetapi setidaknya kegiatan untuk satu minggu ke depan telah selesai dipersiapkan sehari sebelumnya. Dalam Montessori, observasi pendidik terhadap anak didik sangat penting, baik observasi proses belajar mandiri yang dilakukan anak maupun observasi kesesuaian media belajar untuk anak. Oleh karena itu, jika dalam proses pembelajaran pendidik masih sibuk menyelesaikan persiapan kegiatan, akan banyak waktu dan kesempatan yang hilang untuk observasi tersebut.

Kedua, menanamkan pola pikir pembelajaran yang terpusat pada anak, bukan pada guru. Anak telah dianugerahi oleh Allah potensi kecerdasan yang luar biasa. Ia akan menyerap dengan cepat informasi yang diterimanya. Akan tetapi, guru bukanlah satu-satunya sumber informasi. Potensi kecerdasan anak akan jauh lebih berkembang ketika ia sendiri yang memperoleh suatu ilmu dari proses belajar dan berlatihnya sendiri. Jika sebelumnya kita selalu menyuruh anak untuk duduk diam dan mendengarkan, maka dalam menerapkan Islamic Montessori di rumah, kita harus dapat mengendalikan diri untuk mengurangi intervensi dalam proses belajar anak.

Ketiga, memegang filosofi follow the child dan freedom with limits. Filosofi follow the child berarti bahwa arah dan jalan yang ditempuh anak dalam proses belajarnya ditentukan oleh dirinya sendiri. Kita harus memberikan ruang bagi anak untuk memilih. Kegiatan apa yang ia ingin lakukan? Media bermain yang mana yang ia ingin eksplorasi? Kita harus meyakini bahwa apa yang ia pilih memang yang sedang dibutuhkannya saat itu. Adapun filosofi freedom with limits berarti memberi ruang untuk ia bereksplorasi, tetapi kita perlu tahu kapan perbuatannya bersifat eksploratif atau destruktif.

Ada beberapa persiapan lainnya dalam menerapkan Islamic Montessori. Penjelasan selengkapnya dapat diperoleh dalam buku yang akan terbit dari Bentang Pustaka, yaitu Islamic Montessori. Di dalamnya juga terdapat banyak tip dan cara yang dapat dicontoh orang tua dalam menerapkan Islamic Montessori di rumah.

 

Ingin miliki bukunya? Nantikan, informasinya di akun @bentangkids ya!

 

Referensi:

Paramita, V.D. 2017. Jatuh Hati pada Montessori. Bentang Pustaka. Yogyakarta.

Zahira, Z. 2019. Islamic Montessori. Bentang Pustaka. Yogyakarta.

 

Sumber Gambar :

thenewageparents.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *