Mengenal Islamic Montessori

Sekolah Montessori saat ini telah dikenal luas oleh masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki buah hati berusia 0–6 tahun sebagai alternatif pendidikan yang dianggap lebih baik daripada sistem pendidikan usia dini pada umumnya. Namun, tidak semua orang betul-betul memahami konsep Montessori, bahkan sebagian orang mungkin menganggap Montessori sebagai sebuah brand atau yayasan pendidikan. Sejatinya, Montessori adalah sebuah filosofi dan metodologi pengasuhan anak yang dimunculkan oleh seorang pendidik sekaligus dokter dari Italia bernama Maria Montessori pada abad ke-19.

Seiring perkembangan dan penyebaran penggunaan Montessori di berbagai belahan dunia, muncul istilah Islamic Montessori. Tidak hanya diterapkan di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, beberapa sekolah di negara-negara dengan komposisi penduduk Muslim sebagai minoritas pun menerapkan konsep ini. Islamic Montessori dibentuk karena adanya kebutuhan keluarga Muslim dalam memberikan pendidikan dan lingkungan yang memiliki nilai-nilai islami bagi anak.

Sebagaimana namanya, Islamic Montessori mengandung prinsip-prinsip pengasuhan Montessori dan pengasuhan islami. Dapat dikatakan bahwa konsep ini merupakan perpaduan antara ideologi Islam dan metodologi Barat. Filosofi Montessori sendiri selaras dengan ajaran agama Islam sehingga kombinasi keduanya tentu menjadi pilihan ideal dalam pendidikan anak usia dini untuk keluarga Muslim.

Sebagai contoh, konsep kebebasan dan prinsip Follow the Child dalam Montessori selaras dengan konsep fitrah dalam ajaran Islam. Maria Montessori meyakini bahwa apa pun yang dilakukan oleh anak merupakan sesuatu yang memang ia butuhkan untuk memenuhi kebutuhannya dalam masa perkembangan. Tugas kita adalah mengartikan setiap perilaku tersebut dan memanfaatkannya untuk memberi arahan yang tepat dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian, pendidik tidak serta-merta memberikan perintah, tetapi memberikan ruang bagi anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Dalam Islam, konsep fitrah disebutkan beberapa kali dalam Al-Quran maupun hadis, seperti QS Ar Rum: 30, “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah (itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.” Manusia memiliki sifat asal yang senantiasa mengikuti kebaikan. Oleh karena itu, dalam mendidik anak pun harus sesuai dengan fitrah-nya, sebagaimana prinsip Montessori untuk follow the child.

Dalam praktiknya, perbedaan mendasar dari Montessori dan Islamic Montessori adalah bahwa pemahaman akan adanya hubungan antara manusia dan Allah sebagai Tuhan serta cara-cara tertentu yang diatur sedemikian rupa dalam hidup ini oleh Islam akan lebih ditekankan pada Islamic Montessori. Anak akan diberikan pemahaman lebih mengenai hubungan vertikal tersebut dalam setiap aktivitas yang dilakukannya.

Contohnya, ketika pendidik sedang mengajarkan bagaimana bermain menyendok beras dari satu mangkuk ke mangkuk yang lain, pendidik mengajarkan pula tentang dari mana beras dan mangkuk kayu itu berasal. Pendidik menjelaskan bahwa beras berasal dari tanaman dan kayu berasal dari pohon dan keduanya diciptakan oleh Allah. Begitu pula dalam pengembangan karakter anak, Islamic Montessori menanamkan karakter-karakter Rasulullah Saw. seperti shidiq (jujur), amanah, dan fathonah (bijaksana). Pemahaman-pemahaman tentang ke-Islam-an ini disisipkan dalam setiap aktivitas belajar anak melalui metode Montessori.

Pendidikan anak usia dini adalah hal penting yang harus dipertimbangkan secara matang oleh orang tua. Pada masa inilah anak akan merekam dengan kuat segala emosi dan stimulasi yang diberikan yang kemudian berpengaruh besar dalam proses perkembangan kecerdasan dan karakter sepanjang hidupnya. Bagi keluarga Muslim, penanaman ideologi dan penguatan spiritual tentu harus dimulai sejak masa ini. Oleh karena itu, pendidikan dengan metodologi Montessori yang berlandaskan nilai-nilai islami dan terangkum dalam konsep Islamic Montessori menjadi salah satu pilihan terbaik yang ada.

Untuk mendukung penerapan Islamic Montessori, Bentang Pustaka dalam waktu dekat akan menerbitkan buku dengan topik tersebut yang pastinya layak untuk dinanti para orang tua dan pembaca segala usia. Ikuti Instagram @bentangpustaka dan @bentangkids agar tidak ketinggalan informasinya.

 

Referensi:
Adisti, A. R. (2016). “Perpaduan Konsep Islam dengan Metode Montessori dalam Membangun Karakter Anak”. Jurnal Kajian Pendidikan Islam. DOI: 10.18326/mudarrisa.v8i1.61-88
Paramita, V.D. (2017). Jatuh Hati pada Montessori. Bentang Pustaka: Yogyakarta.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *