Identitas Tokoh dalam Novel

Membuat Identitas Tokoh Novel ala Innayah Putri

Innayah Putri, penulis Kita, Iris (Belia High School Series), dan If Only berbagi ilmunya tentang identitas tokoh dalam novel. Naya membocorkan rahasia dan tip membuat identitas tokoh novel pada acara Kulwap Menulis Cerita Fiksi Belia bersama penulis High School Series Jumat (27/3) lalu.

Baca juga: Mencuri Ilmu “Sudut Pandang pada Novel” dari Pit Sansi

Menurut Naya, hal yang kali pertama dilakukan dalam pembuatan tokoh novel adalah menyusun identitas. Maka, minimal, harus ada nama. Selain itu, diperlukan tempat dan tanggal lahir. Juga, penulis perlu menentukan dimensi tokoh. Sehingga, tokoh yang dihasilkan nanti akan berkarakter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan tokoh novel.

3 Dimensi Pembentukan Tokoh

Fisiologis

Fisiologis berbicara mengenai keadaan fisik tokoh/apa yang dilihat. Contohnya wajah, bentuk tubuh, rambut, sampai pakaian dan barang-barang yang tokoh kenakan. Hal ini juga bisa membangun pendukung gambaran tokoh pada dimensi lainnya.

Contoh:

Tokoh yang menggunakan barang bermerek berdampak pada dimensi sosiologi tokoh, karena mungkin orang berpunya. Kantung mata berdampak pada dimensi psikologis tokoh karena kemungkinan tokoh sedang tertekan.

Tip:

– Jangan beberkan seluruh gambaran fisik tokoh di awal cerita, buat pembaca berimajinasi dengan gambaran-gambaran yang kita berikan seiring berjalannya cerita.

– Sebisa mungkin menghindari kata yang terlalu umum (ganteng, cantik, jelek). Namun, ceritakan detail bentuk wajah, warna mata, sehingga pembaca bisa menyimpulkan sendiri.

– Gunakan diksi yang menarik atau perumpamaan. Misalnya, matanya seperti bola, kulitnya seputih porselen, dsb.

– Buat ciri khas tokoh dari fisiknya. Misalnya, rambutnya ikal, berlesung pipit, memiliki tahi lalat, dsb.

Psikologis

Psikologis berbicara mengenai keadaan psikis tokoh atau apa yang dirasakan oleh tokoh. Senang, sedih, kecewa, marah. Hal ini juga bisa berkaitan dengan masa lalu tokoh dan menjadi tujuan keberadaan tokoh. Seperti trauma masa kecil, fobia, kelemahan tokoh, kelebihan tokoh, dsb. Psikologis tokoh juga bisa didukung dan mendukung dimensi pembentukan tokoh yang lain.

Contoh:

Karena selalu tertekan dengan bentuk tubuhnya yang gemuk, tokoh akhirnya diet habis-habisan hingga keadaan fisiknya jadi kurus. Karena tinggal di lingkungan orang kaya dan dididik dengan arogansi, tokoh menjadi pribadi yang sombong.

Tip:

– Jangan beberkan seluruh gambaran psikologis tokoh di awal cerita, karena biasanya dimensi psikologis inilah yang bisa diolah menjadi plot dan pendukung jalannya cerita.

– Diperlukan pengembangan psikologis tokoh yang sesuai dengan alur cerita, agar pesan bisa tersampaikan. Misalnya, tadinya tokoh pendendam, tetapi seiring pendewasaan cerita tokoh menjadi pribadi yang lebih lapang.

– Setiap hal yang dilakukan oleh tokoh harus disesuaikan dengan keadaan psikisnya. Bayangkan bahwa tokoh itu nyata sehingga setiap tindakannya memiliki motif dan masuk akal.

– Sama halnya dengan manusia, psikis tokoh tidak ada yang sempurna. Kelemahan dan ketakutan yang tokoh miliki adalah roda penggerak cerita, dengan catatan, hal itu memang harus memengaruhi jalan cerita.

Sosiologis

Sosiologis berbicara mengenai keadaaan sosial tokoh atau bagaimana keadaan sekitar tokoh. Seperti latar belakang kehidupan, sekolah, profesi, teman-teman, keluarga, lingkungan sekitar. Sama seperti dua dimensi sebelumnya, dimensi ini juga sangat memengaruhi dimensi lainnya.

Contoh:

Tokoh berasal dari keluarga yang sering melakukan tindak kekerasan, maka keadaan psikologis tokoh pasti ada yang terganggu. Entah jadi pendiam, pemurung, dsb. Tokoh berasal dari keluarga kurang mampu, maka barang yang ia gunakan biasanya bukan barang bermerek, dsb.

Contoh identitas tokoh dalam novel

Identitas Airis Kasmira dalam buku Iris (Belia High School Series) karya Innayah Putri

Nama: Airis Kasmira (Iris)

Tanggal lahir: 17 Des 2001

Kelas: 11 IPS 2

Fisiologis:

160 cm/58 kg, rambut hitam lurus panjang, jalan agak menunduk, mata cokelat lumpur bersorot teduh, tidak terlalu cantik, pipi tembam, tidak punya lesung pipit.

Psikologis:

Introvert, insecure, gigih, keras kepala, pemaaf, overthinking, baik hati.

Sosiologis:

Punya pacar, sahabat, dan kembaran yang populer, keluarga harmonis, tidak punya banyak teman, korban bullying, ibunya sakit.

 

Identitas Rangga Dewantara dalam buku Iris (Belia High School Series) karya Innayah Putri

Nama: Rangga Dewantara (Rangga)

Tanggal lahir: 4 Juni 2000

Kelas: 12 IPS 3

Fisiologis:

Tinggi 180 cm, rambut ikal, mata cokelat terang dengan sorot jail.

Psikologis:

Extrovert, selengekan, humoris, diktaktor, pencemburu, easy going, family oriented, tidak peka.

Sosiologis:

Laki-laki satu-satunya di keluarga, punya kakak perempuan, ayahnya sudah meninggal, punya banyak teman, kapten futsal, populer, disukai banyak orang.

Setelah identitas terbentuk, saatnya memberikan tujuan kepada para tokoh. Hal itu yang akan menjadi plot ceritamu nanti. Yuk, bikin lebih detail lagi karakter tokoh novelmu! Kamu juga bisa mempelajari karakter tokoh yang kuat dengan membaca Iris, yang merupakan salah satu judul pada Belia High School Series karya Innayah Putri ini dengan lebih detil.

 

Dilasari

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Baca juga: Membuat Identitas Tokoh Novel ala Innayah Putri […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *