Dekonstruksi Kisah Cinta Rahwana dan Sinta dalam Rahvayana karya Sujiwo Tejo

Kisah cinta Sinta dan Rama pastinya sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Kita kerap mendengarnya sebagai sastra lisan, cerita turun-temurun dari para pendahulu. Banyak juga yang menemukannya di dalam teks buku pelajaran. Semuanya kurang lebih sama, mengisahkan tentang bagaimana Rama menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik oleh raksasa jahat bernama Rahwana.

Selama ini, kita menerima kisah itu sebagaimana anggapan umum yang beredar di masyarakat. Rahwana adalah si antagonis yang memaksakan cintanya kepada Sinta, Rama adalah pahlawan yang berjuang untuk menyelamatkan istrinya, dan Sinta menjadi wanita yang perlu diselamatkan. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, apa benar ceritanya seperti itu? Atau mungkin ada sesuatu yang sejarah sembunyikan?

Karya Sastra yang Dekonstruktif

Saat ini, definisi kebenaran bukanlah kejujuran atau fakta tentang suatu hal, melainkan apa yang dipercaya oleh banyak orang. Di sinilah Sujiwo Tejo hadir dengan dwiloginya, Rahvayana. Seri pertama Rahvayana, Aku Lala Padamu, akan memperkenalkan pembaca pada konsep dekonstruksi fiktif dalam sebuah karya sastra yang masih terhitung jarang di pasaran.

Sang penulis atau yang kerap disapa Mbah Tejo, memberikan redefinisi cinta lewat representasi tokoh Rahwana. Bagi pembaca baru karya Mbah Tejo, mungkin akan merasa bingung pada awalnya karena alur yang tidak runtut. Namun, setelah menamatkan Rahvayana, benang merah dapat ditarik tentang bagaimana perjuangan Rahwana demi mendapatkan cinta Sinta yang merupakan titisan Dewi Widowati.

Rahvayana Bisa Dipesan Mulai April 2021!

Jika Rahvayana, Aku Lala Padamu mengisahkan tentang cerita cinta Rahwana dan Sinta, lalu bagaimana dengan Rama? Apakah lambat laun Sinta melabuhkan hatinya kepada Rahwana setelah menyaksikan langsung perjuangannya? Mungkinkah Sinta akhirnya luluh usai membaca untaian kata indah dalam surat-surat cinta dari Rahwana? Kamu bisa menemukan jawabannya dalam Rahvayana!

Karya yang menyegarkan ini akan membawa perasaanmu jungkir balik seperti sedang menaiki wahana roller-coaster. Kamu akan dibuat gemas dengan sikap Sinta dan berkali-kali meneriakkan, “Bucin!” kepada Rahwana. Tenang saja, penantianmu tidak akan lama, Rahvayana: Aku Lala Padamu dengan kover terbaru bisa mulai kamu pesan bulan depan. Mari kita selami dunia dekonstruktif Mbah Tejo dan ikuti perjalanan cinta Rahwana dan Sinta dalam Rahvayana.

 

“Sinta, kabarmu masih baik, kan? Kalau tak salah hitung, ini sudah suratku yang kedelapan kepadamu. Darimu belum ada balasan.”

 

Nur Aisyiah Az-Zahra

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *