Meningkatkan Bonding Orang Tua dan Anak dengan Metode Theraplay

Pernahkah kita mengeluhkan beberapa sikap atau perilaku anak yang sangat mengganggu. Misalnya, anak yang hiperaktif, pemalu, takut, tantrum, tidak disiplin, atau kecanduan gadget. Tidak jarang kita justru menyalahkan anak-anak tanpa memeriksa diri sendiri. Padahal, semua permasalahan tersebut berawal dari hubungan relasi antara orang tua dan anak yang kurang baik.

Kesibukan dan semua tanggung jawab kita sebagai orang dewasa menjadi alasan tidak adanya waktu untuk mereka. Namun, dengan metode Theraplay semua itu kini bukan hambatan lagi. Bahkan, hanya dengan waktu 30-45 menit saja, kita bisa meningkatkan bonding bersama anak. Istimewanya lagi, tidak perlu mainan mahal atau peralatan yang macam-macam. Cukup hadirlah utuh bersama anak dan rasakan keajaiban Theraplay yang begitu powerful.

Mengenal Metode Theraplay

Theraplay adalah intervensi psikologis untuk meningkatkan, memperbaiki, dan memulihkan relasi antara orang tua dan anak melalui kegiatan bermain yang intim, penuh sentuhan, dan menyenangkan.

Namun, Theraplay dan Play Therapy adalah dua hal yang berbeda. Meskipun keduanya sama-sama terapi bermain, tetapi prosesnya berbeda. Play Therapy dikembangkan oleh Virginia Axline dan bersifat semi-directive atau terapis yang menentukan.

Sementara itu, Theraplay dikembangkan oleh Phyllis Booth dan bersifat non-directive, melibatkan orang dewasa dan berfokus pada interaksi dalam permainan. Misalnya, ekspresi wajah, intonasi suara, sentuhan, dan gerakan.

Astrid Wen adalah seorang terapis theraplay pertama di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara. Di awal tahun 2021 ini, bersama Bentang Pustaka, Astrid Wen menerbitkan buku pertamanya berjudul Indahnya Pengasuhan dengan Theraplay. Di buku inilah, Astrid Wen membagikan beberapa tips melakukan metode Theraplay untuk meningkatkan bonding antara anak dengan orang tua.

Aktivitas Permainan Theraplay

Theraplay memiliki 4 dimensi, yaitu Engagement (Ketertarikan), Nurture (Kasih Sayang), Structure (Struktur), dan Challenge (Tantangan). Masing-masing dimensi memiliki gaya permainan yang berbeda-beda sesuai dengan hal yang ingin diraih.

Pada dasarnya, kita bisa melakukan aktivitas-aktivitas di setiap dimensi tersebut. Akan tetapi, untuk beberapa kasus, bisa jadi ada dimensi tertentu yang lebih disarankan. Misalnya, dimensi Engagement cocok untuk anak yang menarik diri, menghindari kontak sosial dan untuk orang tua yang sibuk dan kurang peduli atau kurang akur dengan anak.

Di samping hal tersebut, ada beberapa aktivitas permainan sesuai metode Theraplay yang bisa dilakukan di rumah untuk meningkatkan bonding antara anak dengan orang tua.

1. Sticker Match

Tempelkan stiker di bagian tubuh tertentu, lalu lakukan tos sesuai dengan letak stikernya.

2. Feeding

Suapi anak dengan makanan, lalu dekatkan telinga kita ke mulutnya dan dengarkan suara kunyahannya.

3. Cotton Ball Blow

Letakkan segumpal kapas di telapak tangan, lalu dekatkan ujung telapak tangan kita dan anak. Tiuplah kapas hingga berpindah tempat.

4. Measuring

Minta anak melompat dan menyentuh dinding sebisanya. Lalu, berikan tanda di titik sentuhnya.

Aktivitas permainan Theraplay tersebut bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan tingkat usia anak. Bahkan, sekalipun kita memiliki anak lebih dari satu, kita tetap bisa melakukannya bersama-sama secara bergantian.

Kini, tidak ada lagi alasan kesibukan kita yang menghalangi proses bonding dengan anak. Tidak perlu 24 jam full bersama anak, tetapi tingkatkan kualitas hubungan dengan anak melalui permainan Theraplay yang minim biaya, minim stres, dan membawa kebahagiaan.

Untuk mendapatkan beberapa contoh permainan Theraplay lainnya, bisa dibaca lebih lanjut di buku terbaru Astrid Wen, Indahnya Pengasuhan dengan Theraplay. Astrid akan membahas tentang beberapa persoalan emosi dan cara penanganannya dengan menggunakan metode Theraplay.

0replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *