Mahakarya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi

Dua puluh tahun yang lalu, kisah Raden Saleh mulai mengalir dari jemari Iksaka Banu dan Kurnia Effendi.

Berawal dari sebuah sayembara penulisan skenario, Iksaka Banu mengajak Kurnia Effendi untuk duet menulis kisah perjalanan hidup Raden Saleh. Namun karena tenggat waktu yang tidak cukup, skenario yang sudah dirancang pun tidak jadi dikirimkan. Alih-alih melanjutkan skenario, mereka memutuskan menuangkan kisah Raden Saleh ke dalam bentuk novel. Tidak main-main, butuh waktu 20 tahun, lho, untuk menyelesaikan novel sejarah ini!

Raden

Raden Saleh
Sumber: wikimedia.org

Siapakah Raden Saleh?

Pangeran dari Timur bermula dari rasa penasaran Iksaka Banu dan Kurnia Effendi tentang siapa itu Raden Saleh. Raden Saleh atau yang dijuluki “Pangeran dari Timur” merupakan seorang maestro lukisan berdarah Jawa-Arab yang hidup pada era 1800-an. Beliau merupakan salah satu pelukis beraliran Romantisme yang saat itu sedang berkembang di Eropa.

Salah satu ciri khas Raden Saleh yaitu beliau biasa menyertakan gambaran dirinya pada setiap lukisannya. Beliau juga sering kali melukis adegan perburuan satwa liar. Namun, ada satu lukisan Raden Saleh yang berbeda dari lukisannya yang lain, karena tidak biasanya beliau menggambar lukisan sejarah. Lukisan itu tak lain dan tak bukan adalah “Penangkapan Diponegoro.”

Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857)
Sumber: jakartaglobe.id

“Penangkapan Pangeran Diponegoro” bercerita pengkhianatan Belanda terhadap Diponegoro. Keunikan dari lukisan ini yaitu cara penggambaran Raden Saleh. Di sana Pangeran Diponegoro dan pengikutnya tidak membawa senjata sama sekali. Jenderal De Kock menangkap Pangeran Diponegoro dalam keadaan tidak siap untuk berperang di bulan Ramadhan.

Raden Saleh menggambarkan sosok Pangeran Diponegoro yang tetap bersikap siaga dengan tangan kiri menggenggam tasbih.  Raden Saleh juga mengambarkan dirinya sendiri yang sedang menyaksikan peristiwa itu dengan sikap penuh empati.

Karya Duet Iksaka Banu dan Kurnia Effendi Terbit di Bulan Desember

Tidak lama lagi, sebuah karya 20 tahun dari Iksaka Banu dan Kurnia Effendi segera bergabung dalam jajaran buku Fiksi Dewasa Bentang Pustaka. Ada banyak kisah menarik dan rahasia-rahasia tak terduga yang terungkap dalam novel bertajuk Pangeran dari Timur ini. Kolaborasi ciamik dari Kurnia Effendi, ahlinya kisah romantis, serta Iksaka Banu yang ahli dalam meramu cerita sejarah tentu menjadikan Pangeran dari Timur menjadi novel sejarah yang menarik untuk disimak.

Sudah siapkah Sahabat Bentang menyambut kedatangan Pangeran dari Timur di bulan Desember nanti?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *