Raden Wijaya, Sang Penakluk Pasukan Yuan-Mongol dari Jawa

Raden Wijaya, Sang Penakluk Pasukan Yuan-Mongol dari Jawa <p align="center"> </p>

<p style="text-align: justify;">            Pernah mendengar kehebatan militer bangsa Mongol? atau kemasyuran kekuatan pasukkannya? Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Mongol memiliki sejarah kehebatan militer yang diakui oleh dunia. Sebut saja Persia dan Kekaisaran Islam, pasukkan yang pernah menjadi korban kejantanan mereka. Namun, tidak disangka pada tahun 1293, pasukan Yuan dan Mongol utusan Kubilai Khan pernah dikalahkan oleh seorang Raja dari Jawa yaitu Raden Wijaya. Raden Wijaya memiliki nama lengkap Nararya Sanggramawijaya dan bergelar Sri Maharaja Kertarajasa Jayawardhana. Ia adalah putra Mahisa Campaka, seorang pangeran dari Kerajaan Singhasari. Kemenangan Raden Wijaya melawan pasukan Mongol diawali dari serangan pasukan Mongol dalam melawan Kerajaan Singhasari. Khubilai Khan, penguasa Kekaisaran Mongol mengirim invasi besar ke pulau Jawa dengan 20,000 sampai 30,000 tentara. Berdasarkan naskah Yuan shi yang berisi sejarah Dinasti Yuan, sekitar 20,000-30,000 prajurit dikumpulkan dari Fujian, Jiangxi dan Huguang di Cina selatan bersama 1.000 kapal serta bekal untuk satu tahun.</p>

<p style="text-align: justify;">                     Pemimpin pasukan untusan Kubilai Khan adalah Shi-bi (orang Mongol), Ike Mese (orang Uyghur), dan Gaoxing (orang Cina). Serangan ini merupakan bagian dari ekspedisi dalam menghukum raja Kertanegara selaku raja dari Kerajaan Singhasari yang menolak membayar upeti dan bahkan melukai utusan Mongol. Namun, pasukan utusan Kubilai Khan t<span style="text-align: justify;">ernyata </span>tidak tahu bahwa Raja Kertanegara sudah mati dan digantikan oleh Jayakatwang. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan oleh Raden Wijaya yang m<span style="text-align: justify;">emang </span>menyimpan balas dendam terhadap Jayakatwang sejak kematian Kertanegara. Atas dasar t<span style="text-align: justify;">ersebut akhirnya</span> Raden Wijaya mengajak pasukan Kubilai Khan untuk menyerang Singhasari. Raden Wijaya kemudian memberikan peta daerah kerajaan Singhasari untuk memudahkan penyerangan. Selain itu, Raden Wijaya juga memberikan taktik khusus agar berhasil menyerang pasukan Jayakatwang. Meskipun pasukan utusan Kubilai Khan tidak menemukan sasaran utamanya yaitu Kertanegara, namun pada akhirnya pasukan Kubilai Khan berhasil memukul mundur kerajaan Singhasari bersama rajanya Jayakatwang. Setelah serangan tersebut berakhir, Raden Wijaya kembali ke Majapahit dengan alasan untuk mempersiapkan upeti dan gadis cantik dalam rangka simbolis kerjasama atau bersekutu dengan pasukan Mongol. Namun, sesampainya di Majapahit, Raden Wijaya membunuh para prajurit Mongol yang mengawalnya. Ia kemudian memimpin serangan balik ke arah Daha di mana pasukan Mongol sedang berpesta kemenangan. Serangan mendadak itu membuat Jenderal Mongol kehilangan banyak prajurit dan terpaksa menarik mundur pasukannya meninggalkan Jawa. Selepas kemunduran pasukan Mongol, Raden Wijaya perlahan membangun desa Majapahit menjadi sebuah kerajaan besar. Sementara para jenderal-jenderal Mongol tadi dihukum berat oleh Kubilai Khan. Sejak kekalahan ini hampir tidak sekali pun pasukan Mongol mencoba untuk membalas dan menyerang kerajaan Majapahit. Mungkin karena mereka malu? Atau karena mereka takut?</p>

<p align="center"> </p>

<p align="center"> </p>

<p align="center"> </p>

<p align="center"> </p>

<p> </p>Aini Syarifah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta