Memperkenalkan Kafe Bisnis, Program Pembelajaran Bagi Wirausaha

Seiring berkembangnya jalan, kita sudah tidak bisa lagi berharap terlalu banyak dari lapangan kerja. Selain semakin sempit, keberadaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) juga meningkatkan persaingan tenaga kerja. Sudah saatnya untuk bergerak ke level yang lebih tinggi, yaitu dengan menciptakan lapangan kerja. Dengan cara apa? Tentu saja dengan membangun bisnis ataupun berwirausaha.

 

India sudah bergerak lebih cepat dari Indonesia. Negara itu perlahan mencoba melepaskan identitas sebagai negara buruh murah. Ia mendidik anak-anak muda di sana untuk menjadi entrepreneur dengan membangun startup. Tentu saja, Indonesia bisa melakukan perubahan serupa. Saat ini pun banyak yang telah membangun startup maupun rintisan usaha baru dengan produk yang inovatif.

 

Saat ini banyak sekali anak-anak muda, terutama dari kalangan mahasiswa yang mengikuti Mark Zuckeberg dan kawan-kawan untuk membangun startup. Namun demikian, di Indonesia sendiri masih banyak startup yang gagal. Eric Ries dalam bukunya The Lean Startup mengemukakan bahwa kendala berdirinya startup adalah banyaknya entrepreneur yang memaksakan pesona rencana bagus, strategi solid, dan riset yang menyeluruh pada pembangunan startup. Padahal, ketiga prasyarat tersebut tidak relevan dengan kondisi startup yang dibangun di tengah-tengah kondisi ekstrem.

 

kafebisnismenu

Banyak sekali usaha baru yang memang seringkali gagal, alih-alih berhasil. Kegagalan ini menimbulkan ketakutan-ketakutan untuk menjalani sebuah bisnis. Salah satu alasan mengapa kegagalan terus terjadi adalah ketiadaan pembelajaran. Oleh karena itu, Bentang Pustaka membuat sebuah program yang akan memberikan pembelajaran terkait dengan bisnis dan wirausaha, yaitu Kafe Bisnis.  Salah satu upaya Bentang dalam memberikan pembelajaran tersebut adalah dengan menerbitkan buku-buku bisnis dan wirausaha. Saat ini sudah terdapat tujuh buku tentang bisnis yang dapat dijadikan pedoman utama dalam menjalankan wirausaha.

 

Demi mewujudkan usaha tersebut, Bentang pun memperkenalkan sebuah program bertajuk Kafe Bisnis yang akan hadir dalam bentuk kultwit di Sabtu Siang yang syahdu! Kafe Bisnis akan mengulas buku-buku Bentang yang berbicara soal bisnis. Tidak hanya itu, Kafe Bisnis juga akan menjadi wadah bagi kamu untuk bercerita soal bisnis! Mari Berbisnis!

Lamia Putri D. Seiring berkembangnya jalan, kita sudah tidak bisa lagi berharap terlalu banyak dari lapangan kerja. Selain semakin sempit, keberadaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) juga meningkatkan persaingan tenaga kerja. Sudah saatnya untuk bergerak ke level yang lebih tinggi, yaitu dengan menciptakan lapangan kerja. Dengan cara apa? Tentu saja dengan membangun bisnis ataupun berwirausaha.

 

India sudah bergerak lebih cepat dari Indonesia. Negara itu perlahan mencoba melepaskan identitas sebagai negara buruh murah. Ia mendidik anak-anak muda di sana untuk menjadi entrepreneur dengan membangun startup. Tentu saja, Indonesia bisa melakukan perubahan serupa. Saat ini pun banyak yang telah membangun startup maupun rintisan usaha baru dengan produk yang inovatif.

 

Saat ini banyak sekali anak-anak muda, terutama dari kalangan mahasiswa yang mengikuti Mark Zuckeberg dan kawan-kawan untuk membangun startup. Namun demikian, di Indonesia sendiri masih banyak startup yang gagal. Eric Ries dalam bukunya The Lean Startup mengemukakan bahwa kendala berdirinya startup adalah banyaknya entrepreneur yang memaksakan pesona rencana bagus, strategi solid, dan riset yang menyeluruh pada pembangunan startup. Padahal, ketiga prasyarat tersebut tidak relevan dengan kondisi startup yang dibangun di tengah-tengah kondisi ekstrem.

 

kafebisnismenu

Banyak sekali usaha baru yang memang seringkali gagal, alih-alih berhasil. Kegagalan ini menimbulkan ketakutan-ketakutan untuk menjalani sebuah bisnis. Salah satu alasan mengapa kegagalan terus terjadi adalah ketiadaan pembelajaran. Oleh karena itu, Bentang Pustaka membuat sebuah program yang akan memberikan pembelajaran terkait dengan bisnis dan wirausaha, yaitu Kafe Bisnis.  Salah satu upaya Bentang dalam memberikan pembelajaran tersebut adalah dengan menerbitkan buku-buku bisnis dan wirausaha. Saat ini sudah terdapat tujuh buku tentang bisnis yang dapat dijadikan pedoman utama dalam menjalankan wirausaha.

 

Demi mewujudkan usaha tersebut, Bentang pun memperkenalkan sebuah program bertajuk Kafe Bisnis yang akan hadir dalam bentuk kultwit di Sabtu Siang yang syahdu! Kafe Bisnis akan mengulas buku-buku Bentang yang berbicara soal bisnis. Tidak hanya itu, Kafe Bisnis juga akan menjadi wadah bagi kamu untuk bercerita soal bisnis! Mari Berbisnis!

Lamia Putri D.bentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta