4 Hal Seru Mengurangi Plastik

Reuse Plastic

Sejumlah persoalan lingkungan masih menjadi tanggung jawab manusia untuk segera diselesaikan. Persoalan ini menjadi krusial karena menyangkut kualitas kehidupan pada masa depan. Salah satu persoalan lingkungan di dunia, tak terkecuali Indonesia, adalah produksi sampah dan pembuangannya.

Salah satu jenis sampah, yakni anorganik, membutuhkan waktu sampai jutaan tahun hingga bisa terurai. Kebayang nggak, sih, akan seperti apa keadaan di bumi kalau sampah-sampah ini terus menumpuk? Bahkan, jika upaya pengurangan sampah tidak berjalan, kenaikan volume sampah global akan melampaui pertumbuhan populasi dunia.

Sekarang ini isu lingkungan, terutama penggunaan plastik, menjadi perhatian banyak orang—begitu juga dengan sepasang traveler yang bersepeda dari Belanda ke Indonesia, Marlies dan Diego. Untuk itu, berikut ini adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi jejak plastikmu.

  1. Memasak sendiri dan menghindari memesan makanan take away.

Memasak sendiri tentunya memiliki banyak manfaat. Pertama, kamu yang membeli bahan-bahan masakannya. Ini berarti kamu dapat memastikan serta menjamin jika bahan-bahan masakan yang akan kamu konsumsi adalah sehat. Kedua, biasanya bakal lebih hemat, sih, kalau masak sendiri. Ketiga, kamu akan mengurangi jumlah pemakaian plastik dibanding memesan makanan take away. Jarang banget ada warung makan yang menggunakan pembungkus makanan ramah lingkungan sebagai perkakas makanan—terlebih di restoran cepat saji.

  1. Membawa gelas dan sedotanmu sendiri ketika membeli minuman take away.

Ini mungkin bakal kelihatan ribet. Namun, tenang, ini nggak seribet yang kamu bayangkan, kok. Selama beraktivitas sehari-hari, kita sering kali menggunakan tas ke mana-mana. Entah itu jenis ransel, selempang, atau pun jinjing. Selipkan saja gelas plastik di dalamnya. Gelas plastik akan lebih efisien dibanding gelas kaca dari segi berat dan kemungkinan pecahnya. Selain itu, kamu juga sebaiknya membawa botol minuman saat bepergian. Di beberapa tempat sudah banyak, kok, yang menyediakan fasilitas air siap minum yang pastinya gratis. Perihal sedotan, sekarang juga banyak orang yang menjual sedotan ramah lingkungan berbahan dasar stainless steel dan bambu. Kamu dapat memilih salah satu di antara keduanya. Namun, apabila kamu lebih suka meminum langsung dari bibir gelas tanpa sedotan juga nggak apa, kok. Kadang terasa lebih puas, kan, ya?

  1. Jangan membeli barang sekali pakai!

Barang sekali pakai memang praktis, sih, terutama untuk kita-kita yang nggak mau ribet. Namun tanpa disadari, konsumsi terhadap barang-barang ini dapat berbahaya bagi lingkungan. These stuffs are harmful to the environment! Beberapa barang tersebut adalah gelas foam atau kertas, tas plastik dan kertas, tisu, dan juga pakaian. Lantas, apakah ada alternatif untuk tidak mengonsumsi barang-barang tersebut? Tentu ada. Misalnya, kamu dapat membawa dan menggunakan gelas atau botol minum kamu sendiri, menggunakan sapu tangan yang dapat dicuci kalau sudah kotor, juga menyumbangkan pakaian-pakaian layak pakai milikmu. Intinya, akan lebih baik jika kamu mengurangi jumlah konsumsimu untuk barang-barang yang nggak betul-betul kamu butuh. Pikirkanlah nasib jangka panjang dari barang-barang yang kamu beli!

  1. Membawa tasmu sendiri ketika berbelanja.

“I shop therefore I am” atau “Aku berbelanja, maka aku ada” menjadi slogan populer yang merefleksikan hasrat berkonsumsi masyarakat. Hampir tiap hari, setiap orang berbelanja untuk memenuhi kebutuhannya.

Nah, untuk kamu hobi banget belanja, sebaiknya membawa tas belanjaan sendiri agar nggak menggunakan kantong plastik untuk membungkus belanjaanmu. Pernah kamu perhatikan nggak kalau lagi belanja bulanan, satu orang bisa menghabiskan hingga 10 kantong plastik untuk membungkus seluruh belanjaannya?

Padahal, sesampainya di rumah dan mengeluarkan barang belanjaannya tersebut, plastik-plastik tersebut dibuang ke tempat sampah. Sekarang sudah banyak supermarket yang menyediakan tas belanjaan yang dapat kamu beli dengan harga tertentu. Ini bisa kamu manfaatkan kalau kamu belum punya tas belanja atau lupa membawanya.

Meskipun Marlies dan Diego belum melakukan semua hal di atas, tetapi mereka mencoba untuk semakin baik setiap hari. Banyak orang mungkin akan mengatakan, “Well, aku bisa melakukan semua hal itu, tetapi itu nggak akan mengubah apa pun”. Bagi Marlies, itu nggak benar. Butuh usaha keras dan masif untuk mengatasi persoalan sampah ini, tetapi bukan berarti tidak mungkin, kan? Dengan melakukan hal-hal di atas, itu berarti kamu menginspirasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Dan, kamu bisa memulai reaksi berantai! Selamat dan semangat mencoba untuk lingkungan yang lebih baik lagi!

Kisah perjalanan bersepeda Marlies dan Diego dari Belanda ke Indonesia bisa kamu temukan dalam Everything in Between, loh. Segera klik di sini untuk membacanya!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *