Sprint: Menghasilkan Produk Terbaik dalam Waktu Cepat

Di buku ini, Jake Knapp, John Zeratsky, dan Braden Kowitz, dari Google Ventures (GV) berbagi metode menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat dan dengan hasil luar biasa. <p>Menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan sebuah proyek pekerjaan tak menjamin akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Terlebih, pekerjaan di bidang kreatif berbasis teknologi. Di buku ini, Jake Knapp, John Zeratsky, dan Braden Kowitz, dari <em>Google Ventures </em>(GV) berbagi metode menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat dan dengan hasil luar biasa. Mereka menyebutnya <a href="https://mizanstore.com/sprint_republish_5_hari_61499"><span style="color:#0000CD;">“sprint”</span></a>, yaitu metode membuat atau mengembangkan sebuah produk hanya dalam waktu lima hari.</p>

<p>Umumnya, dalam mengembangkan produk kreatif, waktu banyak terbuang dalam rapat berbulan-bulan karena perdebatan memecahkan masalah dan menguji ide. Dengan “sprint”, Jake dan kawan-kawan telah membuktikan mampu memangkas waktu menjadi lima hari saja, bahkan termasuk mencari tahu hasil akhir dari produk dan bagaimana reaksi konsumen sebelum produk diluncurkan. “Alih-alih menunggu meluncurkan produk minimalis untuk menguji, perusahaan kami mendapatkan data yang jelas dari purwarupa yang realistis,” tulisnya (h xxxi).  </p>

<p>Pembaca dipandu mulai persiapan awal sebelum menjalankan sprint, sampai jadwal yang harus dilakukan dari hari ke hari selama lima hari tersebut. Sebelum memulai sprint, kita butuh tantangan, tim yang tepat, serta waktu dan tempat untuk pelaksanaannya. Dalam membentuk tim, sprint bisa dilakukan dengan merekrut tujuh orang atau kurang yang terdiri dari pengambil keputusan, ahli keuangan, ahli pemasaran, ahli konsumen, ahli teknologi, dan ahli desain.</p>

<p>Setelah tim terbentuk, kita diberi jadwal kerja per hari. Hari Senin dimulai dengan diskusi terarah yang menentukan panduan kerja selama seminggu. Di sini, ditekankan pentingnya “memulai dari akhir”, yakni bagaimana memulai pekerjaan dengan melihat jauh ke depan; menjawab pertanyaan atau tujuan yang hendak dicapai. Misalnya, jika kita pergi ke enam bulan atau setahun ke depan, apa saja yang telah berkembang dalam bisnis Anda yang merupakan hasil dari proyek ini?. “Menggunakan waktu pada Senin untuk menggambarkannya secara spesifik sangat bermanfaat,” tegas Jake (h 45).</p>

<p>Gambaran yang jelas tentang tantangan dan target yang hendak dicapai harus sudah terjawab pada Senin. Pada Selasa, tim akan mulai mencari solusinya dengan mengumpulkan dan mengembangkan ide-ide yang sudah ada pada anggota tim. Siang harinya, setiap orang harus membuat sketsa, kemudian dipilih sketsa terbaik untuk dibuat purwarupa dan pengujian. Dalam pengembangan produk, sketsa penting untuk membantu membuat ide yang awalnya abstrak menjadi tergambar lebih konkret.</p>

<p>Setelah sketsa-sketsa terbaik muncul, hari Rabu adalah waktunya mengkritisi sekaligus menentukan solusi terbaik. Siang harinya, sketsa terbaik dibuat dalam sebuah papan cerita yang berisi rencana langkah demi langkah untuk membuat purwarupa pada hari Kamis. Berdasarkan pengalaman membuat ratusan purwarupa, Jake Knapp merangkum empat hal penting dalam merancang purwarupa; memilih perangkat yang tepat, membagi tugas, menjalin semua menjadi satu, dan melakukan uji coba.</p>

<p>Hari Jumat waktunya wawancara ke konsumen dan melihat reaksi mereka terhadap purwarupa yang telah dibuat. Di sini semakin terlihat bagaimana sprint membuat pekerjaan menjadi sangat cepat, efektif, dan efisien, bahkan sebuah produk sudah bisa diuji di hari ke lima dan mendapatkan <em>feedback</em> dari konsumen. Penulis menyarankan agar satu orang tim menjadi pewawancara dan lainnya memantau di ruang lainnya dengan menonton video proses wawancara, serta mencatat reaksi konsumen. “Wawancara ini memungkinkan Anda menguji fasad produk, jauh sebelum Anda membuat produk aslinya—dan jatuh hati dengannya,” jelas Jake (h 214).</p>

<p>Jake, John, dan Braden dari <em>Google Ventures </em>tak sekadar menyuguhkan konsep-konsep pengembangan produk secara teoritis. Setiap tahap selalu dilengkapi contoh kasus berbekal pengalaman kerja sama dengan para pendiri <em>Twitter, Blogger, Medium, 23andMe, </em>hingga <em>Youtube.</em> Sprint tak hanya bisa digunakan dalam pengembangan produk <em>startup</em>. Metode sprint terbukti berhasil di berbagai bidang. Seperti oleh guru atau dosen dalam mengajar, lembaga-lembaga pemerintah dan perusahaan nirlaba, sampai firma teknologi besar seperti di perusahaan <em>Airbnb </em>dan <em>Facebook.</em> Buku ini akan membantu kita mengatur waktu dan efisiensi dalam bekerja.</p>

<p> </p>

<p><strong>Deskripsi Produk</strong></p>

<p>Judul               : Sprint: 5 Hari Sukses Pecahkan Masalah dan Uji Ide Baru<br />
Penulis            : Jake Knapp, John Zeratsky & Braden Kowitz<br />
Penerbit          : Bentang Pustaka<br />
Tahun              : Cetakan 1, Juli 2018<br />
Tebal               : 306 halaman<br />
ISBN               : 978-602-291-482-2</p>

<div> </div>

<div><span style="font-size:11px;">*Resensi ini telah dimuat di <em>Koran Jakart</em>a, 21 Agustus 2018</span></div>Al-Mahfud

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *