fbpx

Mitos-Mitos tentang Kutu Buku yang Sebenarnya Benar

Kemungkinan kamu pernah mendengar mitos-mitos tentang kutu buku. Padahal, mitos-mitos tersebut banyak yang benar, alias bukan mitos lagi. Kalau kamu ada di sini, kemungkinan besar kamu sendiri adalah kutu buku. Coba cek daftar berikut, berapa yang sesuai sama kamu?

Baca juga: 5 Zodiak Ini Rentan Terjebak Friend Zone

 

Bukan Mitos #1: Mereka Protektif dengan Tokoh yang Mereka Sukai

Begitu kepincut sama satu tokoh, sisi protektif nan ganas pada diri kutu buku akan bangkit. Dia tidak rela tokoh kesukaan mereka ini dijelek-jelekkan, disakiti, atau tertimpa musibah sekecil apa pun. Harry Potter dihadang Voldemort? Mereka sudah setengah jalan ke peron ¾. Katniss dikejar Kawanan Karier? Mereka sudah siap mengebom Capitol.

Walau sebenarnya nggak bisa ngapa-ngapain juga, sih, kan bukan penulisnya. Tapi, tetap aja bertekad melindungi tokoh kesayangan mereka setengah mati.

 

Bukan Mitos #2: Mereka Menangis Sambil Membaca Buku

Kalau kamu kutu buku dan punya segudang judul yang jadi favoritmu, kamu pasti pernah—sering—menangis karena terbawa suasana. Apalagi kalau tokoh kesukaanmu yang tertimpa masalah, tamat sudah itu perasaan. Sedihnya bisa sampai berhari-hari. Siap-siap bangun pagi dengan mata bengkak dan merah nggak keruan.

 

Bukan Mitos #3: Mereka Terobsesi dengan Aroma Buku

Hal pertama yang dilakukan setelah beli buku? Buka bungkusnya, lalu hirup bau bukunya. Duh, relaks banget. Aroma buku, baik buku tua yang sudah sobek-sobek dimakan rayap maupun buku baru yang baru saja diambil dari rak, selalu memberi efek menenangkan.

 

Bukan Mitos #4: Mereka Bisa Namatin Buku dalam Satu Malam

Rasa penasaran mereka sebesar gunung. Besok hari Senin? Harus sekolah/kuliah/kerja? Wajib bangun pagi supaya nggak telat? Biar mereka selesaikan dulu baca bukunya, ya. Nanggung, tuh, tinggal 500 halaman lagi. Kalau diputus di tengah-tengah, bisa-bisa mereka nggak konsentrasi seharian.

 

Bukan Mitos #5: Mereka Masih Ingat Judul Buku Favorit Mereka Semasa Kecil

Butuh energi dan meditasi ekstra untuk mengingat pelajaran semester lalu, tapi ajaibnya, mereka bisa ingat di luar kepala novel kesukaan mereka semasa kecil. Nggak cuma judulnya, tapi juga tokoh-tokohnya, alur ceritanya, sampai kejadian paling mendebarkan. Yang nggak bisa mereka ingat adalah di mana letak bukunya sekarang.

 

Bukan Mitos #6: Mereka Kalap Kalau Ketemu Bazar Buku

Langsung nggak santai. Bodo amat setumpuk buku TBR yang masih menanti di pojokan kamar. Ada bazar? Pokoknya serbuuu. Kapan lagi bisa dapat diskon buku 15 sampai 90%, duh.

Dalam rangka mengapresiasi jiwa antusias para pencinta buku ini, Mizan mengadakan Moms Literary Expo. Berlangsung sampai 10 Oktober nanti, kamu bisa mendapatkan buku fiksi, nonfiksi, remaja, parenting, dan mainan anak favoritmu dengan diskon sampai 90%.

Moms Literary Expo bisa diakses di sini. Atau, kalau kamu sedang mencari buku-buku Bentang, mumpung diskonnya mantap, boleh klik di sini.

 

Kontributor artikel: Anggarsih Wijayanti

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […]  Baca juga: Mitos-Mitos tentang Kutu Buku yang Sebenarnya Benar […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta