Ditta Sekar Cempaka: Hati Saya Tetap di Bentang

Jumat (29/01) sore, di kantor Bentang Pustaka digelar perpisahan sederhana untuk Ditta Sekar Cempaka. Dita, begitu sapaan akrabnya, yang 7 tahun terakhir ini menjadi Kepala Bagian Promosi Bentang, bergabung ke Mizan Publika untuk menangani digital marketing Mizan Grup.

Pertama kali bergabung bersama Bentang tahun 2008, Ditta telah banyak membawa kemajuan di bidang promosi. Project pertamanya kala itu adalah promosi buku berjudul Maryamah Karpov, yang lantas sukses di pasaran pustaka Indonesia. Menyusul kemudian kesuksesan serial Supernova, The Naked Traveler, dan lainnya tak lepas dari kerja kerasnya di bidang promosi.

“Terima kasih Bentang,” kata Ditta di acara itu. “Lingkungan kerja di Bentang itu hangat, juga hubungan antarpersonalnya, dan nuansa kekeluargaannya tinggi. Di sini, kita saling menghargai meski kadang terpaksa berantem saat bekerja, tapi itu tidak berlanjut di hubungan personal. Itu yang membuat saya berat meninggalkan Bentang,” tambahnya lagi.

Selain ucapan perpisahan dari segenap staf Bentang, sesuai tradisi di Bentang, Ditta mendapat ucapan terima kasih dan pesan khusus dari CEO Bentang Pustaka. “Stay foolish, stay hungry. Tetaplah belajar untuk selalu siap menghadapi perubahan,” ucap Salman Faridi, CEO Bentang, kepada Ditta.

@fitriafarisa Jumat (29/01) sore, di kantor Bentang Pustaka digelar perpisahan sederhana untuk Ditta Sekar Cempaka. Dita, begitu sapaan akrabnya, yang 7 tahun terakhir ini menjadi Kepala Bagian Promosi Bentang, bergabung ke Mizan Publika untuk menangani digital marketing Mizan Grup.

Pertama kali bergabung bersama Bentang tahun 2008, Ditta telah banyak membawa kemajuan di bidang promosi. Project pertamanya kala itu adalah promosi buku berjudul Maryamah Karpov, yang lantas sukses di pasaran pustaka Indonesia. Menyusul kemudian kesuksesan serial Supernova, The Naked Traveler, dan lainnya tak lepas dari kerja kerasnya di bidang promosi.

“Terima kasih Bentang,” kata Ditta di acara itu. “Lingkungan kerja di Bentang itu hangat, juga hubungan antarpersonalnya, dan nuansa kekeluargaannya tinggi. Di sini, kita saling menghargai meski kadang terpaksa berantem saat bekerja, tapi itu tidak berlanjut di hubungan personal. Itu yang membuat saya berat meninggalkan Bentang,” tambahnya lagi.

Selain ucapan perpisahan dari segenap staf Bentang, sesuai tradisi di Bentang, Ditta mendapat ucapan terima kasih dan pesan khusus dari CEO Bentang Pustaka. “Stay foolish, stay hungry. Tetaplah belajar untuk selalu siap menghadapi perubahan,” ucap Salman Faridi, CEO Bentang, kepada Ditta.

@fitriafarisabentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta