Peace Movements in Islam: Melawan Islamofobia dengan Sejarah

Islamofobia menjadi salah satu isu yang berkembang dengan begitu cepat di negara Barat. Orang-orang memandang Islam dan Muslim dengan penuh prasangka, ketakutan, dan kebencian. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang akhirnya melakukan diskriminasi kepada para Muslim karena ketakutan mereka terhadap Islam.

 

Ketakutan ini hadir tentu bukan tanpa alasan. Islamofobia menjadi sebuah pandangan global setelah tragedi serangan teroris pada 11 September 2001 di mana sang pelaku adalah seorang Muslim. Apalagi, kebanyakan pelaku adalah anggota organisasi ekstremis yang sering kali menyalahartikan jihad seperti diperintahkan dalam Al-Qur’an.

 

Media massa juga mengambil banyak peran dalam fenomena ini. Oleh media, Islam dan Muslim dinarasikan sebagai dalang atas semua teror yang terjadi. Apalagi jika memang Muslim benar terlibat, narasi akan dilebih-lebihkan dan akhirnya menimbulkan perasaan takut dan khawatir apabila harus berdekatan dengan seorang Muslim.

 

Akan tetapi, sejarah mencatat ada begitu banyak gerakan Muslim yang berkontribusi dalam perdamaian dunia. Di berbagai zaman, di berbagai negara, Islam dan Muslim mengambil peran dalam penegakan perdamaian. Untuk mengungkap sejarah tersebut, Juan Cole, Richard P. Mitchell Collegiate Professor of History di University of Michigan, menggandeng beberapa akademisi untuk menguak fakta sejarah tentang gerakan perdamaian yang dilakukan oleh para Muslim di seluruh dunia.

 

Mengangkat Berbagai Fakta Keislaman yang Menarik

Dirangkum dalam buku berjudul Peace Movements in Islam, berbagai gerakan dan pemikiran tentang perdamaian dipaparkan secara terperinci. Mulai dari pemaknaan jihad, kebebasan manusia, hingga kisah pertobatan Jamaah Islamiyah dijelaskan dalam buku ini. Fakta tersebut akan menjadi bukti bahwa Islam bukanlah agama yang menomorsatukan kekerasan. Sama seperti agama lain, Islam juga mengedepankan toleransi dan perdamaian. Selain fakta sejarah, beberapa kisah perempuan penjaga perdamaian masa kini juga mewarnai buku ini.

 

“Buku ini ‘harus dibaca’ sebagai penangkal image yang digaungkan media bahwa Islam sebagai agama perang serta pernyataan mantan Presiden Donald Trump bahwa, ‘Islam membenci kita’. Kumpulan cendekiawan yang luar biasa ini membawa pembaca dalam perjalanan dari zaman Nabi Muhammad hingga hari ini, menggarisbawahi tradisi panjang perdamaian yang berbeda dengan retorika dan tindakan gerakan militan.”

—John L. Esposito, Georgetown University, AS

 

Menjadi pelengkap kajian perdamaian, buku ini akan menjadi referensi yang tepat untuk menjelaskan bahwa ada banyak sekali gerakan perdamaian dan Muslim pembawa damai di dunia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - Bentang Pustaka