My Wedding Dress Terbuat dari Traveling, Arsitektur, dan Coldplay

Processed with VSCOcam with c1 preset

Processed with VSCOcam with c1 preset

Beberapa kali menerbitkan buku bergenre remaja, Dy Lunaly akhirnya menulis buku lini dewasa. Dy terbukti berhasil keluar dari zona nyaman, dengan ‘melahirkan’ buku terbarunya berjudul My Wedding Dress. Buku ini amat spesial di mata Dy. Sebab, My Wedding Dress tak hanya novel pertamanya yang bergenre dewasa, tetapi juga merupakan novel yang ditulis Dy dari hal-hal yang ia sukai.

Dy yang mengaku hobi traveling, merasa sangat senang menulis My Wedding Dress yang pada dasarnya bercerita tentang perjalanan traveling tokoh utamanya, Abby dan Wira. Dalam novelnya, Dy bisa sepuasnya menuliskan pengalaman pribadi travelingnya di Penang dan Singapura, yang dikemas sebagai cerita traveling dua tokoh utama.

“Sejak pertama kali berkunjung ke Penang, aku jatuh cinta sama kotanya. Disuruh sering-sering ke sana juga mau!” Celetuk Dy.

Dalam My Wedding Dress, Penang menjadi kota yang pertama kali mempertemukan Abby dan Wira. Kota saksi perjalanan Abby dan Wira melukis hari-hari baru mereka. Segala tentang Penang, mulai dari bus Rapid Penang, Bazaar Chowrasta, Penang Hill, bahkan perkampungan Clan Jetties, menyimpan kenangan kebersamaan Abby dan Wira.

Belum lagi dengan kesenangan Dy terhadap arsitektur. Dy secara leluasa mengorek arsitektur berbagai tempat yang dijumpainya, dan didiksikan dalam My Wedding Dress. Tak hanya itu, Dy yang merupakan fans berat Coldplay, puas karena pada akhirnya berhasil menyisipkan lagu Fix You di dalam novel terbarunya.

Perpduan Penang dan Singapura, arsitektur, dan Fix You, menarik bukan?

@fitriafarisa 

Processed with VSCOcam with c1 preset

Processed with VSCOcam with c1 preset

Beberapa kali menerbitkan buku bergenre remaja, Dy Lunaly akhirnya menulis buku lini dewasa. Dy terbukti berhasil keluar dari zona nyaman, dengan ‘melahirkan’ buku terbarunya berjudul My Wedding Dress. Buku ini amat spesial di mata Dy. Sebab, My Wedding Dress tak hanya novel pertamanya yang bergenre dewasa, tetapi juga merupakan novel yang ditulis Dy dari hal-hal yang ia sukai.

Dy yang mengaku hobi traveling, merasa sangat senang menulis My Wedding Dress yang pada dasarnya bercerita tentang perjalanan traveling tokoh utamanya, Abby dan Wira. Dalam novelnya, Dy bisa sepuasnya menuliskan pengalaman pribadi travelingnya di Penang dan Singapura, yang dikemas sebagai cerita traveling dua tokoh utama.

“Sejak pertama kali berkunjung ke Penang, aku jatuh cinta sama kotanya. Disuruh sering-sering ke sana juga mau!” Celetuk Dy.

Dalam My Wedding Dress, Penang menjadi kota yang pertama kali mempertemukan Abby dan Wira. Kota saksi perjalanan Abby dan Wira melukis hari-hari baru mereka. Segala tentang Penang, mulai dari bus Rapid Penang, Bazaar Chowrasta, Penang Hill, bahkan perkampungan Clan Jetties, menyimpan kenangan kebersamaan Abby dan Wira.

Belum lagi dengan kesenangan Dy terhadap arsitektur. Dy secara leluasa mengorek arsitektur berbagai tempat yang dijumpainya, dan didiksikan dalam My Wedding Dress. Tak hanya itu, Dy yang merupakan fans berat Coldplay, puas karena pada akhirnya berhasil menyisipkan lagu Fix You di dalam novel terbarunya.

Perpduan Penang dan Singapura, arsitektur, dan Fix You, menarik bukan?

@fitriafarisabentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta