fbpx

Membangun Kepercayaan di Atas Perasaan Resah Berpisah si Kecil

I am scared they will not come back. Mungkin adalah ketakutan yang sering terlintas pada si kecil ketika kita meninggalkannya pada hari pertama atau hari-hari awal masuk sekolahnya. Tidak ada yang salah dengan perasaan resah berpisah si kecil. Sebab, menurut penelitian Luh Surini biasanya anak yang mengalami kecemasan berpisah/resah berpisah berasal dari keluarga yang memiliki hubungan emosional yang sangat erat yang membuat si kecil akan merasa tidak nyaman, resah, cemas ketika berada di luar rumah atau jauh dari orang-orang terdekatnya. Berdasarkan pengalaman, orang tua yang merasa tidak tega karena si kecil menangis akan lebih memilih mengalah untuk menungguinya sehingga ketergantungan dengan sosok ibu malah akan semakin kuat. <p style="text-align: justify;"><em>“I’m scared they won’t come back.” </em>Mungkin adalah ketakutan yang sering terlintas pada si kecil ketika kita meninggalkannya pada hari pertama atau hari-hari awal masuk sekolahnya. Tidak ada yang salah dengan perasaan resah berpisah si kecil. Sebab, menurut penelitian Luh Surini biasanya anak yang mengalami kecemasan berpisah/resah berpisah berasal dari keluarga yang memiliki hubungan emosional yang sangat erat yang membuat si kecil akan merasa tidak nyaman, resah, cemas ketika berada di luar rumah atau jauh dari orang-orang terdekatnya. Berdasarkan pengalaman, orang tua yang merasa tidak tega karena si kecil menangis akan lebih memilih mengalah untuk menungguinya sehingga ketergantungan dengan sosok ibu malah akan semakin kuat.</p>

<p style="text-align: justify;">Terdapat banyak jurnal penelitian psikologi yang meneliti tentang <em>separation anxiety</em> atau perasaan resah berpisah pada anak, tetapi sebagai orang tua, tentu kita akan memilih jalan yang lebih mudah untuk memahami <em>separation anxiety</em> ini. Nah, Vidya Dwina Paramita dalam bukunya <a href="https://mizanstore.com/jatuh_hati_pada_montessori_58793"><span style="color:#0000CD;"><em>Jatuh Hati pada Montessori</em></span></a><span style="color:#0000CD;"> </span>adalah jawaban bagaimana mencari solusi tentang si kecil yang memiliki perasaan resah berpisah. Menurut Vidya, sering kali resah berpisah pada awal masuk sekolah terjadi karena ia belum menyadari siklusnya yang baru: bahwa ia bukan ditinggal begitu saja lalu tak lagi bertemu ayah ibu selama-lamanya. Si kecil berpikir bahwa mungkin ia akan ditinggal karena si ibu tidak lagi menyayanginya, atau karena ia nakal dengan adiknya.</p>

<p style="text-align: justify;">Salah satu solusi untuk membuat si kecil tidak lagi merasa resah adalah dengan membangun kepercayaan. Kepercayaan yang dibangun antara si kecil dan ibu atau ayahnya akan membentuk sebuah <em>mindset</em> baru di kepalanya bahwa ia ditinggal untuk dijemput lagi, ia ditinggal untuk belajar dan bermain dengan teman-temannya, dan ia ditinggal di sekolah bukan karena ia nakal, melainkan karena ia cerdas dan akan menjadi anak yang hebat. Hal yang menarik dari Vidya di dalam bukunya <a href="https://mizanstore.com/jatuh_hati_pada_montessori_58793"><span style="color:#0000CD;"><em>Jatuh Hati pada Montessori</em></span></a><span style="color:#0000CD;"> </span>adalah ajakannya untuk merenungkan dan mengingat kembali ketika kita dihadapkan pada posisi yang sama seperti anak. Lingkungan yang baru, orang-orang baru, dan situasi yang berbeda sering kali membuat kita tidak nyaman. Padahal, kita sudah lebih besar dan tentunya lebih siap dengan perubahan-perubahan yang mendadak, tetapi perasaan resah dan cemas masih saja menjadi hal yang sulit kita hadapi. Lalu, bisa kita bayangkan kan, bagaimana dengan si kecil yang kemampuan adaptasinya masih belum seperti kita?</p>

<p style="text-align: justify;"><em>Moms</em>, yuk, kita bangun kepercayaan antara kita dan si kecil dengan dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, menepati janji akan menjemputnya tepat waktu; rajin menanyakan kabarnya setelah seharian belajar dan bermain di sekolahnya; memberi penjelasan bahwa ia adalah anak yang hebat karena itu ia diberi kesempatan untuk bersekolah dan bermain bersama teman-teman yang lain; memberi penjelasan bahwa ia anak yang baik karena itu ia bisa bertemu dengan ibu guru yang cantik-cantik dan menyenangkan; atau mungkin <em>Moms</em> bisa memulai dengan memeluk dan menciumnya sebelum pergi dan berkata, “Mama janji akan jemput Kakak setelah Kakak selesai bermain di sini.”</p>

<p style="text-align: justify;">Dan, satu lagi yang Vidya tulis dengan menarik untuk mengakhiri penjelasannya tentang resah berpisah bahwa “Cinta orang tua adalah cinta yang melepaskan.” Yang dimaksud adalah  jika kita mencintai anak, ajarkan ia mengenal dunianya yang baru karena ia butuh kehidupan yang lain selain kehidupan di rumahnya dan kehidupan bersama kakak atau adiknya. Nah, bagaimana, <em>Moms</em>? Tertarik mencobanya? Yuk, segera koleksi buku <a href="https://mizanstore.com/jatuh_hati_pada_montessori_58793"><span style="color:#0000CD;"><em>Jatuh Hati pada Montessori</em></span></a><span style="color:#0000CD;"> </span>dari <a href="https://www.instagram.com/bentangkids/">Bentang Kids</a> sebagai pilihan tepat buku bacaan untuk <em>Moms</em> lebih mengenal si kecil dan berbagai permasalahannya.</p>

<p style="text-align: justify;"> </p>

<p style="text-align: justify;"><em>Diolah dari buku <a href="https://mizanstore.com/jatuh_hati_pada_montessori_58793"><span style="color:#0000CD;">Jatuh Hati pada Montessori </span></a>karya Vidya Dwina Paramita</em></p>

<p style="text-align: justify;"><em>Sumber gambar : www.tumblr.com</em></p>

<p style="text-align: justify;"> </p>

<p style="text-align: justify;"> </p>

<p style="text-align: justify;"> </p>

<p><span style="font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif";color:#333333">- – – – - <o:p></o:p></span></p>

<p style="font-variant-ligatures: normal;font-variant-caps: normal;orphans: 2;
text-align:start;widows: 2;-webkit-text-stroke-width: 0px;text-decoration-style: initial;
text-decoration-color: initial;word-spacing:0px"><strong><span style="font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif";color:#333333">Dapatkan koleksi buku ini di seluruh toko buku kesayangan</span></strong></p>

<p style="font-variant-ligatures: normal;font-variant-caps: normal;orphans: 2;
text-align:start;widows: 2;-webkit-text-stroke-width: 0px;text-decoration-style: initial;
text-decoration-color: initial;word-spacing:0px"><strong><span style="font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif";color:#333333">Ada diskon 15% untuk pembelian hanya di </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial, sans-serif;"><a href="https://mizanstore.com/"><span style="color:#0000CD;">mizanstore.com</span></a></span><span style="font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif";color:#333333"> juga loh!</span></strong></p>

<p style="font-variant-ligatures: normal;font-variant-caps: normal;orphans: 2;
text-align:start;widows: 2;-webkit-text-stroke-width: 0px;text-decoration-style: initial;
text-decoration-color: initial;word-spacing:0px"><span style="font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif";
color:#333333"><o:p></o:p></span></p>

<p style="font-variant-ligatures: normal;font-variant-caps: normal;orphans: 2;
text-align:start;widows: 2;-webkit-text-stroke-width: 0px;text-decoration-style: initial;
text-decoration-color: initial;word-spacing:0px"> </p>

<p style="font-variant-ligatures: normal;font-variant-caps: normal;orphans: 2;
text-align:start;widows: 2;-webkit-text-stroke-width: 0px;text-decoration-style: initial;
text-decoration-color: initial;word-spacing:0px"> </p>Larasati M

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta