Lima Racun dalam Hubungan Cinta dan Obat Penawarnya

Setiap hubungan cinta pasti memiliki masalah dan rintangannya masing-masing. Ya, pasti kita semua setuju akan hal itu. Kita tidak bisa membandingkan hubungan yang kita jalani dengan orang lain. Sering rasanya banyak orang yang mengeluhkan, “Kenapa ya hubunganku tidak seperti mereka? Mereka lucu banget pacarannya.” Pikiran-pikiran seperti itu yang harusnya dihindari. Jangan sampai kita sibuk mengagumi hubungan orang lain dan tidak mau membenahi hubungan sendiri.

Dalam bukunya, Mengheningkan Cinta, Adjie Santosoputro mengajarkan kita untuk memahami cinta lebih dalam dan lebih bermakna. Percakapannya dengan Sunyi membawa kita untuk lebih merefleksikan diri kita sendiri. Membaca buku Mengheningkan Cinta tentunya membuat cara berpikir kita berubah.  Banyak sekali sebenarnya pelajaran yang bisa kita ambil, seperti nasihat-nasihat dari Sunyi mengenai racun yang sering muncul dalam sebuah hubungan cinta.

  1. Mengalihkan perhatian padahal ada masalah dalam hubungan

Sebagai manusia biasa, wajar rasanya jika kita melakukan kesalahan. Hal yang paling sering terjadi adalah saat kita melakukan sesuatu, tapi ternyata kurang berkenan di hati pasangan kita. Padahal, kita sendiri tidak tahu sikap mana yang dianggap salah oleh pasangan kita. Kesalahan lainnya yang dilakukan adalah membelikan pasanganmu sesuatu yang dia inginkan saat amarahnya belum reda. Justru hal ini akan memperburuk keadaan. Mengapa? Bayangkan jika hal ini terus terjadi, menggantungkan masalah yang belum selesai, kelak akan menjadi bom waktu dalam hubungan kalian.

Obat penawar dari racun yang pertama adalah beranikan diri untuk berbicara baik-baik dengan pasanganmu. Luangkan waktu dan bicaralah dari hati ke hati.

 

  1. Menganggap hubungan cinta layaknya matematika

Jangan jadi orang yang perhitungan. Dalam sebuah hubungan, sering kali kita menghubung-hubungkan masa lalu dengan masa sekarang, “Kamu juga dulu pergi berdua sama temen cowokmu, masak aku juga nggak boleh, sih, sekarang?” Please don’t do that. Seolah-olah kita sibuk mencari kesalahan orang lain untuk menjadikan hal tersebut pembenaran agar kesalahanmu itu dimaklumkan.

Obat penawar dari racun kedua adalah belajarlah untuk selalu melihat ke depan. Jangan gemar menghubungkan masa lalu dengan masa kini, yang perlu kamu lakukan adalah berpikir untuk masa kini dan masa depan.

 

  1. Memosisikan pasangan sebagai orang yang sepenuhnya bertanggung jawab atas kebahagiaanmu

Kebahagiaan itu urusan masing-masing pribadi. Salah jika kamu masih berpikiran bahwa kamu menggantungkan kebahagiaan dengan pasanganmu. Pasanganmu tidak mempunyai tanggung jawab apa pun dalam kebahagiaanmu. Kita perlu sadar bahwa kebahagiaan itu diciptakan oleh diri kita sendiri, bukan orang lain. Jadi, berbahagialah kamu karena berharga untuk dicintai.

Obat penawar dari racun ketiga adalah jadilah mandiri dan bertanggungjawablah atas kebahagiaanmu sendiri. Bahagialah karena kamu berhak bahagia.

 

  1. Sikap pasif-agresif

Racun ini tinggal di dalam sebuah hubungan yang terlalu membebaskan pasangannya dalam segala hal. Padahal jauh di dalam hatimu, kamu sedih, marah, bahkan sakit hati. Hampir setiap hubungan pernah mendapat racun seperti ini. Banyak sekali yang beralasan bahwa ingin pasangannya bahagia dengan cara tidak membatasi ruang geraknya. Kawan, ingat, ya, kamu juga perlu berbicara dengan hatimu. Tanyakan apakah baik-baik saja atau tidak. Jika tidak, katakanlah dengan berani bahwa kamu tidak baik-baik saja. Kamu hanya perlu berbicara dan mencari jalan keluarnya dengan pasanganmu. Memang tidak mudah untuk berkompromi dengan pasangan, tapi yakinlah pasti semua ada jalan keluarnya.

Obat penawar dari racun keempat adalah bangunlah komunikasi yang baik dengan pasanganmu. Komunikasi merupakan pondasi dalam sebuah hubungan. Jika pondasi yang kalian bangun itu kokoh, hubungan kalian pun akan berdiri kokoh.

 

  1. Sedikit-sedikit mengancam mengakhiri hubungan

Racun yang satu ini tidak kalah sering bercokol dalam sebuah hubungan. Adanya perbedaan pendapat atau sedikit ketidakcocokan, alih-alih melakukan kompromi, malah ingin mengakhiri hubungan agar masalah cepat selesai. Perbedaan itu hal yang sangat wajar, kok. Ketidaksempurnaan juga hal yang wajar. Lalu, mengapa dijadikan alasan untuk mengakhiri sebuah hubungan? Kita perlu belajar untuk menenangkan diri saat berdebat dengan pasangan kita. Jadilah pribadi yang dewasa dan bijaksana.

Obat penawar dari racun kelima adalah turunkan egomu, lapangkan dadamu, dan berpikirlah dengan kepala dingin. Jadikanlah perbedaan sebagai sebuah perekat untuk memperkokoh fondasi hubungan kalian. Gunakan perbedaan tersebut untuk lebih mengenal satu sama lain.

 

Sedikit banyak kita sudah belajar mengenai seni mencintai dan dicintai. Banyak sekali racun yang akan menggerogoti sebuah hubungan. Jadikan semua itu sebagai proses dalam membangun sebuah hubungan yang kokoh, sekalipun diterpa badai besar. Jika kamu dan pasanganmu berhasil mengurangi kelima racun di atas, bukan berarti hubunganmu akan bebas 100% dari racun. Akan ada racun-racun lainnya yang akan muncul dalam sebuah hubungan. Jangan khawatir, kalian akan melaluinya bersama sehingga akan terasa lebih ringan.

Buku Mengheningkan Cinta ini benar-benar menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi diri sendiri dan orang lain. Banyak sekali hal yang sebelumnya tidak kita sadari yang akhirnya dibahas dalam buku ini, seperti halnya lima racun dalam sebuah hubungan. Tidak ada pakem khusus untuk mencintai seseorang. Buku ini hadir sebagai pedoman untuk kita agar lebih baik dalam mencintai diri sendiri dan orang lain.

Terima kasih Sunyi atas nasihat yang sudah kamu berikan kepada kami semua. Nasihatmu akan selalu diingat banyak orang sebagai pedoman agar hidup menjadi lebih bahagia.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta