fbpx

Lapangan Kerja Semakin Sempit, Saatnya untuk Berbisnis!

Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Apalagi dengan munculnya Masyarakat Ekonomi Asean, para pekerja di Indonesia harus bersaing dengan warga negara lain. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh kita juga sudah begini?

Amerika adalah salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi global yang besar. Hampir semua penduduknya bukan golongan pekerja. Mereka adalah golongan menengah ke atas. Bagaimana Amerika mendapatkan para pekerja? Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tersebar di India dan Asia dan mendapatkan banyak tenaga kerja dari negara-negara tersebut.

Mengapa Amerika mendapatkan pekerja malah dari India dan Asia? Sebab, orang-orang Amerika lebih memilih menjadi pebisnis. Satu hal yang harus kita pelajari dari negara tersebut adalah keberanian masyarakatnya dalam berbisnis. Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam mencari lapangan pekerjaan, mereka memutuskan untuk menciptakan bisnis maupun usaha kecil sampai perusahaan yang besar.

Belajar dari hal tersebut, kita tidak boleh menggantungkan diri pada lapangan pekerjaan semata. Setiap tahunnya, ribuan sarjana lulus tetapi tidak banyak di antara mereka yang mendapatkan pekerjaan layak. Beberapa orang malah mengalami disorientasi karena  mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan yang ia dapatkan sewaktu kuliah.

Dengan berbisnis, selain dapat menciptakan pekerjaan sendiri. Berbisnis juga dapat menctipakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Hal terpenting dari berbisnis adalah mengembangkan kreativitas yang terpendam oleh ritme kerja yang begitu-begitu saja. Tentunya, bisnis pun akan jauh lebih fleksibel daripada bekerja pada perusahaan tetap.

Keharusan untuk berbisnis menjadi sangat penting di era modern seperti sekarang. Mengawali dunia bisnis memang bukan hal yang mudah. Namun, membangun sebuah bisnis bukan berarti tidak mungkin. Dibutuhkan keyakinan dan tekad kuat untuk menyukseskan bisnis yang kita jalani. Sebelum berbisnis, tentunya kita mesti mempelajari bagaimana caranya menjalankan bisnis. Dalam hal ini, beberapa buku yang dapat dijadikan acuan dalam mempelajari bisnis adalah The Lean Start Up yang ditulis oleh Eric Ries, The Innovator yang ditulis oleh Walter Isaacson, Indiepreneur yang ditulis dengan baik oleh penulis Indonesia yaitu Pandji Pragiwaksono, Apple vs Google, dan StartupPedia.

Bagaimana, sudah siap untuk berbisnis?

Lamia Putri D. Meledaknya jumlah penduduk di Indonesia tidak dibarengi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Apalagi dengan munculnya Masyarakat Ekonomi Asean, para pekerja di Indonesia harus bersaing dengan warga negara lain. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh kita juga sudah begini?

Amerika adalah salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi global yang besar. Hampir semua penduduknya bukan golongan pekerja. Mereka adalah golongan menengah ke atas. Bagaimana Amerika mendapatkan para pekerja? Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat tersebar di India dan Asia dan mendapatkan banyak tenaga kerja dari negara-negara tersebut.

Mengapa Amerika mendapatkan pekerja malah dari India dan Asia? Sebab, orang-orang Amerika lebih memilih menjadi pebisnis. Satu hal yang harus kita pelajari dari negara tersebut adalah keberanian masyarakatnya dalam berbisnis. Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam mencari lapangan pekerjaan, mereka memutuskan untuk menciptakan bisnis maupun usaha kecil sampai perusahaan yang besar.

Belajar dari hal tersebut, kita tidak boleh menggantungkan diri pada lapangan pekerjaan semata. Setiap tahunnya, ribuan sarjana lulus tetapi tidak banyak di antara mereka yang mendapatkan pekerjaan layak. Beberapa orang malah mengalami disorientasi karena  mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan yang ia dapatkan sewaktu kuliah.

Dengan berbisnis, selain dapat menciptakan pekerjaan sendiri. Berbisnis juga dapat menctipakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Hal terpenting dari berbisnis adalah mengembangkan kreativitas yang terpendam oleh ritme kerja yang begitu-begitu saja. Tentunya, bisnis pun akan jauh lebih fleksibel daripada bekerja pada perusahaan tetap.

Keharusan untuk berbisnis menjadi sangat penting di era modern seperti sekarang. Mengawali dunia bisnis memang bukan hal yang mudah. Namun, membangun sebuah bisnis bukan berarti tidak mungkin. Dibutuhkan keyakinan dan tekad kuat untuk menyukseskan bisnis yang kita jalani. Sebelum berbisnis, tentunya kita mesti mempelajari bagaimana caranya menjalankan bisnis. Dalam hal ini, beberapa buku yang dapat dijadikan acuan dalam mempelajari bisnis adalah The Lean Start Up yang ditulis oleh Eric Ries, The Innovator yang ditulis oleh Walter Isaacson, Indiepreneur yang ditulis dengan baik oleh penulis Indonesia yaitu Pandji Pragiwaksono, Apple vs Google, dan StartupPedia.

Bagaimana, sudah siap untuk berbisnis?

Lamia Putri D.bentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta