Dwarapala: Sebuah Desa Misterius yang Hilang

Dwarapala: Desa yang Penuh dengan Tanda Tanya <p style="text-align: center;"><em style="text-align: justify;">"Saya juga ngga nyangka kalau Mbak Dee, malah tracking dari Cemoro Kangen, lalu dikasih tau teman untuk ke wilayah tengah (jalur tengah). Jalur tengah itu dekat dengan Kali Purbo, itu jalur yang paling, bukannya ekstrim, tapi yang paling mistis. Untuk lawu sendiri, itu (cerita mistisnya) tidak akan habis, di sana masih menyimpan seribu misteri.  Dwarapala itu ada, desa yang hilang itu ada di Lawu. Orang sini (Masyarakat sekitar Gunung Lawu) percaya dulu pernah ada desa yang hilang, itu di Lawu. Dengan munculnya satu leret sinar yang pernah nampak, satu desa itu hilang. Termaksud penghuninya, semuannya tidak ada. Diyakini hilang itu, mungkin, berpindah tempat bisa. Mungkin, karena sinar misterius itu membawa mereka entah kemana atau mungkin mereka berpindah ke dimensi lain, tapi kita tidak tau , tapi desa yang hilang itu memang benar ada." </em><span style="text-align: justify;">- Mbah Po, Juru Kunci Gunung Lawu. <strong><span style="color:#FF0000;"><a href="http://mizanstore.com/aroma_karsa_60021">Aroma Karsa</a></span>.</strong></span></p>

<p style="text-align: justify;">Membahas mengenai cerita mistis yang bersembunyi di balik Gunung Lawu memang tidak ada habisnya. Setelah beberapa minggu yang lalu MinTang membahas tentang <a href="https://bentangpustaka.com/sas-admin/edit-blog/33960/?r=aHR0cDovL2JlbnRhbmdwdXN0YWthLmNvbS9zYXMtYWRtaW4vYmxvZy5odG1sP2Q9MTAmaz13dWtpcg=="><span style="color:#FF0000;"><strong>“Aroma Mistis dari Wukir Mahendra Giri”</strong></span></a>, ternyata masih ada sisa-sisa aroma mistis yang menyeruak dari gunung yang terletak di antara tiga kabupaten ini.</p>

<p><iframe allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/huC34EZakTw" width="560"></iframe></p>

<p style="text-align: justify;">Konon, menurut cerita yang berkembang di penduduk setempat, terdapat sebuah desa yang mereka sebut Dwarapala. Desa ini dulu pernah ada di lereng Gunung Lawu yang diperkirakan telah ada sebelum zaman Majapahit. Dugaan ini semakin diperkuat dengan adanya penemuan Candi Cemoro Pogog di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Mangkunagoro, yang berada di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Situs Candi ini ditemukan oleh Pak Polet, salah satu pengamat Gunung Lawu sekitar tahun 2014 lalu.</p>

<p style="text-align: justify;">Nama Cemoro Pogog sendiri dipilih sebagai nama candi karena letak penemuannya yang berada di dekat pohon cemara yang patah atau dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah <em>pogog</em>. Pemilihan nama yang disesuaikan dengan kondisi lokasi penemuan tersebut juga digunakan untuk mempermudah upaya mengingat tempat di mana candi itu ditemukan.</p>

<p style="text-align: justify;">Ketika situs Candi Cemoro Pogog ditemukan, diduga besar bahwa kompleks ini dulunya adalah permukiman. Selain karena banyaknya temuan berbagai gerabah peralatan rumah tangga kuno, hal ini diperkuat juga dengan cerita lisan dari masyarakat setempat. Mereka menyebutkan bahwa di tengah Tahura dulu pernah ada sebuah desa yang hilang.</p>

<p style="text-align: justify;">Tidak ada yang tahu pasti, kapan dan bagaimana desa ini menghilang. Konon, Desa Dwarapala ini menghilang secara misterius. Namun, meskipun disebut telah menghilang, beberapa penduduk ada yang menyembutkan bahwa terkadang desa ini sering menunjukkan tanda-tanda aneh. Mereka mengatakan, bahwa pada malam-malam tertentu, sering muncul sebuah sinar putih dari desa tersebut. Sinar ini dapat dilihat dari kawasan Candi Sukuh, Karanganyar.</p>

<p style="text-align: justify;">Cerita mistis memang tidak pernah lepas dari Gunung Lawu. Tidak berbeda jauh dari cerita adanya Hyang Arimong yang digambarkan Dee Lestari melalui bukunya <em>Aroma Karsa,</em> penduduk setempat yang tinggal di lereng Gunung Lawu pun, memercayai akan adanya hewan menyeramkan tersebut. Beberapa bahkan menyebutkan pernah melihat secara langsung.</p>

<p style="text-align: justify;">Kayaknya cerita mistis yang menyelimuti “Desa Dwarapala” membuat beberapa orang kerap menyambangi desa tersebut untuk melakukan wisata spiritual. Menurut Gunawan selaku kepala Tahura yang dikutip dari <strong>depthINFO.com</strong>, di desa sini kerap ditemui beberapa orang tengah melakukan meditasi atau olah batin lain dengan berbagai macam tujuan. Namun, sebagian besar dari wisatawan kerap melakukan upaya penarikan pusaka secara gaib. Hal ini didasarkan atas keyakinan masyarakat bahwa telah tersimpan banyak benda peninggalan purbakala yang kemungkinan tersembunyi di alam gaib. Ritual bersifat mistik ini dikenal dengan sebutan “ritual penarikan gaib”. Menurut penduduk setempat, ritual ini bahkan masih diadakan hingga saat ini. Tujuannya tidak lain untuk memburu harta karun “tersembunyi” di dalam Desa Dwarapala.</p>

<p style="text-align: justify;">Wah … kira-kira harta karun apa ya yang tersembunyi di balik Dwarapala? Apakah memang benar ada Puspa Karsa yang bertengger kokoh di sana? Kira-kira apakah Sahabat Bentang berminat pergi ke Dwarapala dan membuktikannya? Ingin ke sana tapi takut dengan aroma mistisnya?</p>

<p style="text-align: justify;">Eitsss…tidak usah khawatir. Kalau Sahabat Bentang tidak cukup nyali untuk melihat desa Dwarapala secara langsung, Sahabat Bentang bisa lebih mengenalnya melalui novel <a href="http://aromakarsa.bentangpustaka.com/"><strong>Aroma Karsa</strong>!</a> Sampai jumpa dan selamat membaca!</p>

<p style="text-align: justify;"><img alt="" src="/sas-content/uploads/files/images/aroma-karsa-1.jpg" style="width: 200px; height: 283px;" /></p>Aini Syarifah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta