Benarkah Hormon Feromon dapat membuat kamu dimabuk Asmara?

Hormon Feromon – Tentu kamu sudah pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Di mana hati dan pikiran hanya terisi penuh dengan semua tentang dirinya. Sesibuk apa pun kegiatan yang kamu lakukan, si dia tetap hadir dan mengisi hati maupun pikiranmu. Lalu, seperti apa ciri kamu dimabuk asmara? Ciri yang mudah diketahui adalah yang awalnya tidak bisa ber-make-up, kini tidak bisa keluar rumah tanpa menggunakan make-up? Setelah itu, ciri yang mudah terlihat oleh mata adalah tidak bisa terlepas dari smartphone karena setiap waktu dan setiap menit ingin terus chatting dan mengobrol dengan orang yang disukainya. Jika kamu memiliki tanda-tanda tersebut bisa dipastikan bahwa kamu sedang dimabuk asmara atau istilahnya adalah kasmaran. <p style="text-align: justify;">Hormon Feromon – Tentu kamu sudah pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Di mana hati dan pikiran hanya terisi penuh dengan semua tentang dirinya. Sesibuk apa pun kegiatan yang kamu lakukan, si dia tetap hadir dan mengisi hati maupun pikiranmu. Lalu, seperti apa ciri kamu dimabuk asmara? Ciri yang mudah diketahui adalah yang awalnya tidak bisa ber-<em>make</em><em>-</em><em>up</em><em>, </em>kini tidak bisa keluar rumah tanpa menggunakan <em>make</em><em>-</em><em>up</em>? Setelah itu, ciri yang mudah terlihat oleh mata adalah tidak bisa terlepas dari <em>smartphone</em> karena setiap waktu dan setiap menit ingin terus <em>cha</em><em>t</em><em>t</em><em>ing</em> dan mengobrol dengan orang yang disukainya. Jika kamu memiliki tanda-tanda tersebut bisa dipastikan bahwa kamu sedang dimabuk asmara atau istilahnya adalah kasmaran.</p>

<p style="text-align: justify;">Berbicara soal kasmaran atau dimabuk asmara ada salah satu tersangka yang dijadikan sebagai penyebab mengapa seseorang jadi jatuh cinta yaitu hormon feromon. Banyak yang menjadikan hormon ini sebagai dalang dari rasa cinta yang dirasakan oleh muda mudi yang sedang kasmaran. Lalu, benarkah jika feromon menjadi dalang semua perasaan cinta? Simak penjelasannya berikut ini:</p>

<h2 style="text-align: justify;">Dari Hidung Turun Ke Hati</h2>

<p style="text-align: justify;">Banyak yang mengatakan cinta itu dari mata turun ke hati, padahal tidak sepenuhnya benar karena dari segi ilmiah justru ditemukan fakta bahwa jatuh cinta itu dari hidung turun ke hati. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal itu karena adanya rasa cinta muncul akibat di dalam tubuh diproduksi beberapa zat tertentu. Zat tersebut seperti narkoba karena mampu membius otak. Salah satu zat yang efeknya bisa seperti narkoba ini adalah feromon. Istilah feromon sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah ‘si pembawa sensasi’. Senyawa yang ada pada zat ini merupakan substansi kimia yang asalnya dari kelenjar endokrin dan banyak digunakan makhluk hidup sebagai pendeteksi lawan jenis, mengenali individu lain, mengenali kelompok, dan membantu dalam reproduksi. Senyawa feromon  tersebut dihasilkan oleh beberapa kelenjar endokrin yang sering ditemukan pada ketiak, telinga, hidung, mulut, kulit, dan juga kemaluan manusia.</p>

<p style="text-align: justify;">Pada seseorang yang belum balig, feromon ini tidak akan ditemukan. Namun, jika sudah memasuki pubertas maka hormon ini akan mudah ditemukan. Hormon ini juga bisa berpengaruh terhadap hormon lainnya. Terutama yang diserang oleh hormon ini adalah bagian otak. Tidak mengherankan jika saat kamu jatuh cinta, pikiranmu akan selalu dipenuhi olehnya. Ternyata senyawa feromon ini juga bisa dikeluarkan ketika kamu berkeringat. Saat berkeringat kamu akan memiliki bau badan. Bau badan manusia ini sangat khas dan berbeda-beda. Oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa cinta itu berawal dari hidung turun ke hati. Karena kamu bisa tertarik dengan seseorang hanya dari aroma tubuhnya saja.</p>

<h2 style="text-align: justify;">Perbedaan Feromon Wanita dan Laki-Laki</h2>

<p style="text-align: justify;">Hormon feromon wanita dan juga laki-laki ini berbeda. Pada wanita aroma tersebut akan keluar ketika masa subur tiba yaitu saat sel telur akan siap dibuahi oleh sperma.  Pada pria feromon ini akan dikeluarkan ketika sperma di puncak kesuburan yaitu saat sperma tersebut siap untuk membuahi. Perbedaan menarik antara feromon perempuan dan juga laki-laki ini adalah sifatnya. Feromon wanita akan mudah menyebar dari satu ruangan ke ruangan lainnya karena memiliki daya jangkau yang luas, sedangkan feromon laki-laki hanya akan bisa tercium saat berkontak langsung dengannya.</p>

<p style="text-align: justify;">Berkat feromon yang dikeluarkan oleh tubuh manusia membuat seseorang menjadi tergetar hatinya. Oleh sebab itu, ilmiah mengatakan bahwa jatuh cinta itu dari hidung turun ke hati, bukan dari mata turun ke hati karena hormon feromon-lah penyebabnya. Nah kira-kira Sahabat Bentang penasaran tidak dengan kisah cinta dari hidung turun ke hati? Kalau iya, sepertinya kamu harus baca <a href="https://mizanstore.com/aroma_karsa_60021"><span style="color:#800000;"><strong>Aroma Karsa</strong></span></a>! Selamat membaca!</p>bentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta