Setelah Lama Dinanti, Gus Nadirsyah Hosen Hadir Lagi dengan Surat-Surat Cinta Islami

Seperti seorang kekasih yang merangkai kata demi kata untuk menyentuh hati pujaan, Gus Nadir kembali menuliskan surat-surat cintanya. Bukan hanya untuk satu orang, melainkan bagi semua yang merindukan kedamaian dalam berislam. Di tengah derasnya arus informasi digital, sering kali esensi Islam diperdebatkan lebih banyak daripada direnungkan. Menyadari kebutuhan akan pendekatan yang lebih lembut dan reflektif, Nadirsyah Hosen—cendekiawan Muslim sekaligus akademisi di University of Melbourne—menghadirkan “Surat Cinta Gus Nadir: Ilmu, Iman, Kehidupan”. Buku ini adalah kumpulan refleksi yang mengajak pembaca untuk menelusuri nilai-nilai Islam dengan kejernihan akal dan kebeningan hati.

Sebuah Dialog Penuh Cinta dan Kebijaksanaan

Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi sebuah percakapan intim antara Gus Nadir dan pembacanya—bukan dari mimbar tinggi, melainkan layaknya sahabat yang berbagi pemikiran dan hikmah. Mengadaptasi format media sosial yang singkat dan to the point, tulisan-tulisan dalam buku ini tidak hanya mencerahkan, tetapi juga menghangatkan hati.

Terdiri dari 10 bab, buku ini menyajikan berbagai tema yang menggugah, mulai dari refleksi diri, risalah cinta, hingga perspektif religius yang lebih luas. Setiap bab dirangkai dengan kisah, tafsir kehidupan, dan ajakan untuk bercermin dalam keseharian. Beberapa bagian menarik di antaranya:

  • Refleksi Diri: Menyoroti perjalanan personal Gus Nadir dalam menaklukkan ego dan menemukan makna mencintai diri sendiri.
  • Risalah Cinta: Memaknai cinta dalam berbagai aspek—dari kasih sayang Tuhan, hubungan antar sesama, hingga bagaimana mencintai diri sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan.
  • Perspektif Religius: Mengupas sisi lain dari berbagai ajaran Islam, seperti bagaimana agama sering kali hanya dijadikan pelarian daripada sebagai pedoman untuk bertumbuh.
  • Bismillah dan Maknanya: Tafsir mendalam tentang esensi kalimat “Bismillah” dalam kehidupan sehari-hari.

Keunggulan Buku

  • Relevan dan Relatable – Tulisan dalam buku ini berasal dari refleksi yang awalnya ditulis di Instagram dalam dua tahun terakhir, menjadikannya ringan dan relevan dengan dinamika media sosial.
  • Dikemas dengan Bahasa Cinta – Menyajikan Islam dengan pendekatan kasih sayang, bukan dengan nada menghakimi.
  • Dibimbing oleh Keilmuan yang Mendalam – Sebagai pakar hukum syariah dan pemikir Islam progresif, Gus Nadir menawarkan wawasan yang tajam dan inspiratif.

Menghadirkan Cahaya bagi Pembaca

“Buka lembar demi lembar buku ini dengan hati yang lapang,” ujar Gus Nadir dalam pengantar bukunya. “Kau akan menemukan senyum yang menenangkan, kisah yang menerbitkan harapan, dan renungan yang menyentuh relung hati terdalam.”

Diterbitkan oleh Bentang Pustaka, buku “Surat Cinta Gus Nadir” tersedia dalam edisi cetak dengan harga Rp 79.000. Buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang mencari kedalaman makna dalam beragama dengan pendekatan yang lembut dan penuh cinta.

Sebagai bagian dari peluncuran spesial, Bentang Pustaka menghadirkan special offer pada 28 Februari hingga 14 Maret 2025. Setiap pembelian 1 eksemplar buku Surat Cinta Gus Nadir akan langsung mendapatkan “Buklet Mini Eksklusif: Edisi Cinta dari Tanah Suci”, yang berisi doa, puisi, dan tulisan ringkas namun mendalam dari Gus Nadir.

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan buku, kunjungi situs resmi Bentang Pustaka atau marketplace resmi seperti Shopee, dan Tokopedia.

Tentang Penulis

Professor Nadirsyah Hosen dikenal secara internasional atas keahliannya di bidang Syariah dan hukum Indonesia.  Selama lebih dari dua dekade (2002-2022), beliau telah menghasilkan lebih dari 70 publikasi (buku, buku yang disunting, bab buku, artikel jurnal, dan resensi buku), yang menunjukkan produktivitas luar biasa dan dorongan untuk berpstasi. Beliau secara konsisten menerbitkan karya-karyanya di jurnal dan penerbit terkemuka. Dia juga merupakan anggota dewan editorial untuk dua jurnal hukum terkemuka di bidangnya: Asian Journal of Comparative Law (Cambridge University Press) dan The Australian Journal of Asian Law (The University of Melbourne).

Professor Nadirsyah Hosen telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman tentang masalah dan prospek reformasi hukum di Indonesia dalam empat bidang yang berbeda: konstitusi, politik, hak asasi manusia, dan antikorupsi. Sebagai seorang pembela yang kuat terhadap supmasi hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik, penelitiannya menawarkan perspektif baru di luar studi hukum, di mana ia juga mempertimbangkan aspek historis-budaya, sosial-budaya, dan politik. Profesor Hosen menyelesaikan dua gelar PhD: gelar PhD pertama (Hukum) di University of Wollongong dan gelar PhD kedua (Hukum Syariah) di National University of Singapore.

Dalam bidang hukum Syariah, setelah publikasi awalnya tentang fatwa dalam konteks Indonesia dan Australia di jurnal-jurnal terkemuka, beliau memperluas penelitiannya dengan meneliti peran Islam dalam negara modern, hukum dan agama, reformasi Syariah. Setiap kali ia diundang untuk menjadi pembicara di universitas dan pesantren di Indonesia, ia menyebarkan pesan bahwa penafsiran tradisional agama harus ditinjau dan direvisi untuk menghasilkan penafsiran Islam yang progresif dan modern.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta
Shopee bentangofficialshop

Tokopedia Bentang Pustaka
Shopee mizanofficialshop

Jogja
Akal Buku
Buku Akik

Malang
Book by Ibuk

Bondowoso
Rona Buku

Jakarta
Owlbookstore
Tangerang Selatan
Haru Semesta

Wilayah Toko Tautan
Jabodetabek Novely Young
Rangkai Kata
Jawa Barat Calia Buku
Jawa Tengah Tukubooks Group
Cintai Otakmu Books
Jawa Timur Owlbookstore

Hide WhatsApp Form
Lapor Buku Bajakan!