6 Kumpulan Cerpen yang Membuktikan Cerita Pendek Tidak Selalu Sederhana - Bentang Pustaka

6 Kumpulan Cerpen yang Membuktikan Cerita Pendek Tidak Selalu Sederhana

Salah satu kesenangan membaca cerpen adalah tidak pernah benar-benar tahu ke mana cerita akan membawa kita. Premis yang sederhana bisa berubah menjadi sesuatu yang ganjil, mengejutkan, bahkan meninggalkan pertanyaan setelah cerita tersebut selesai dibaca. 

Kalau itu tipe bacaan yang sedang kamu cari, berikut enam kumpulan cerpen yang bisa kamu coba.

1. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi — Eka Kurniawan

Jangan terkecoh oleh judulnya yang terdengar seperti kisah cinta biasa. Buku ini merupakan kumpulan 15 cerita pendek karya Eka Kurniawan dengan tema yang sangat beragam, mulai dari fabel kritis, dongeng klasik yang ditulis ulang dengan sudut pandang yang berbeda, kisah cinta, kisah buruh migran, memori tentang kekerasan, hingga kenangan tentang keluarga.

Salah satu cerpen di dalamnya, yang menjadi judul buku, berkisah tentang Maya yang patah hati setelah ditinggalkan kekasihnya. Kemudian, ia berulang kali memimpikan seorang lelaki yang tinggal di Pangandaran dan akhirnya mengikuti petunjuk dalam mimpinya untuk mencari lelaki tersebut.

Keragaman tema dan cara Eka mengolah cerita membuat buku ini cocok untuk kamu yang suka membaca kumpulan cerpen dengan cerita yang eksploratif, satire, dan penuh kejutan. Bahkan deskripsi penerbitnya sendiri menyebut karya-karya dalam buku ini ditulis dengan gaya yang lincah dan tajam.

2. Tanpa Rencana — Dee Lestari

Bagaimana jadinya kalau seorang penulis yang dikenal sangat terstruktur justru menulis secara random dan sama sekali tanpa rencana?

Itulah eksperimen kreatif yang dilakukan Dee Lestari dalam buku ini. Dikenal lewat seri Supernova, buku Tanpa Rencana merupakan antologi keempat Dee yang berisi cerita pendek dan puisi naratif yang lahir dari ide-ide spontan. Beberapa bahkan ditulis sekali jadi.

Ada 18 cerita pendek di dalamnya, dengan tema yang merentang dari kehidupan, kematian, kehilangan, penerimaan, hingga spiritualitas.

Karena proses kreatifnya sendiri berangkat dari ketidakpastian, buku ini menarik buat kamu yang ingin membaca cerita-cerita yang unik dan tak terduga, tapi tetap punya makna yang layak untuk direnungkan.

3. Ayah Paruh Waktu — Kurniawan Gunadi

Apa jadinya ketika sosok ayah diceritakan lewat hal-hal yang mungkin sering luput untuk kita sadari?

Ayah Paruh Waktu adalah kumpulan cerita reflektif yang berbicara tentang sosok ayah yang mungkin tidak selalu fasih mengungkapkan kasih sayang atau memahami arti penting sebuah kehadiran. Namun, ia bisa hadir sebagai guru kehidupan dan menunjukkan cinta melalui kerja kerasnya: keringat, langkah kaki, serta tangan yang kasar demi menjaga rumah tetap hangat.

Buku ini membawa tema ayah dan keluarga lewat cerita yang dekat dengan pengalaman emosional pembacanya. Cocok untuk kamu yang mencari kumpulan cerita yang mengajak melihat kembali dan mengenal bentuk-bentuk kasih sayang seorang ayah yang mungkin selama ini dianggap biasa.

4. Keluarga dan Silsilah Suka Duka — Ismail Basbeth

Kronologi kehidupan manusia bisa ditulis dengan banyak cara. Dalam Keluarga dan Silsilah Suka Duka, Ismail Basbeth memilih cerita sebagai cara untuk menginterpretasi berbagai fenomena yang ada di sekelilingnya.

Buku ini menghadirkan tokoh-tokoh seperti Paijo, yang merasa kehilangan akar di tanah kelahirannya dalam cerita “Pulang”, hingga Guntur yang tersesat di tengah riuhnya dunia internet. Menariknya, tokoh-tokoh tersebut bukan sekadar orang-orang dalam kehidupan Ismail Basbeth. Mereka juga digambarkan sebagai orang-orang yang ada di sekitar kita—bahkan bisa jadi merupakan cerminan diri kita sendiri.

Jadi, kalau kamu mencari kumpulan cerpen tentang kehidupan dan manusia, buku ini bisa menjadi bacaan yang menarik karena cerita-ceritanya berangkat dari berbagai fenomena yang dekat dengan keseharian.

5. Balada Suburbia — Zaky Yamani

Ada kota. Ada desa. Lalu ada wilayah di antara keduanya: suburbia.

Di tempat inilah Zaky Yamani menempatkan tokoh-tokoh yang “orang kota bukan, warga desa pun tidak”. Balada Suburbia merupakan album sepuluh cerita yang menghadirkan kehidupan masyarakat di ruang tersebut.

Cerita-ceritanya pun punya premis yang beragam. Ada perantau yang membayar kerinduan pada kampung halaman dengan jamur ajaib, ada pasangan suami istri pekerja pabrik yang bertengkar karena salah satunya terlilit judi online, dan masih ada delapan cerita lainnya.

Dari premis-premisnya saja, sudah terlihat bahwa kehidupan suburbia yang tampak biasa ternyata menyimpan banyak cerita. Buku ini bisa jadi pilihan buat kamu yang suka cerpen dengan kehidupan sehari-hari sebagai titik berangkat, tetapi membawanya ke situasi yang tidak biasa.

6. Goyang Terakhir Mira Marcela — T. Agus Khaidir

Bayangkan ada seorang biduan dangdut yang ingin menjadikan malam itu sebagai penampilan terakhirnya. Bukan karena pamornya meredup, melainkan karena ia sudah lelah menjadi biduan populer. Lalu, pertanyaannya, kenapa ia ingin berhenti?

Cerita tentang Mira Marcela menjadi salah satu bagian dalam album cerita karya T. Agus Khaidir yang membawa pembaca ke lanskap Sumatra Utara. Bergerak dalam berbagai masa, album cerita ini juga mengangkat berbagai kisah tentang konflik keluarga, intrik politik lokal, desas-desus yang berujung tragedi, kisah-kisah sejarah kelam Indonesia, perjuangan seorang ayah, hingga penculikan.

Berbagai kisah tersebut mempertemukan realitas dengan tragedi dan menghadirkan karakter-karakter manusia yang beragam. Buku ini bisa menjadi pilihan untuk kamu yang mulai bosan membaca cerita berlatar Pulau Jawa, sekaligus ingin membaca kisah realitas kehidupan masyarakat di pinggiran Kota Medan.

Cerita-Cerita yang Tidak Mudah Ditebak

Enam buku ini punya pendekatan yang berbeda. Tapi semuanya sama-sama mengisahkan berbagai realitas kehidupan yang begitu dekat dengan kita, tapi seringkali tidak kita sadari.

Keenam buku ini bisa kamu dapatkan di seluruh marketplace Bentang.

Ikuti seluruh media sosial Bentang untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai buku-buku terbaik lainnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta