Tuhan Menurunkan Jodoh Bagi Ia yang Bersungguh-sungguh

Processed with VSCOcam

Membincang tentang rahasia cinta antara manusia, memang tak pernah ada habisnya. Cinta, sesuatu yang abstrak, banyak didebat, rumit perkara, sulit dikata, namun tak mempunyai awal dan batasan yang benar-benar kentara. Tak ada satu pun yang bisa memastikan kepastian cinta, membuat rumus, atau menyuratkannya dalam kata-kata yang kaku dan pakem hingga saat ini. Lalu, bagaimana jika berbicara tentang jodoh yang hakikatnya adalah salah satu muara terbesar dari cinta?

Menurut Fahd Pahdepie, jodoh tidak bisa diartikan sebagai suatu hal yang sederhana. “Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar. Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu, sehingga seringkali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu,” katanya.

Tentu saja, pada kenyataannya jodoh tak sesederhana menyatakan cinta. Tak seremeh dua manusia yang mengucap janji setia untuk selalu bersama. Tak sesipil hari-hari indah atau susah yang ditanggung dua pecandu asmara. Jodoh adalah kejutan Tuhan yang sampai saat ini tak ada patokannya. Melibatkan insan, hati, cinta, dan rasa yang tidak terbatas ruang, masa, atau dua individu saja.

Lucunya, jodoh tidak pernah datang dengan pertanda yang jelas atau kasat mata, tetapi manusia bisa yakin akan keberadaannya. Manusia dengan takjub dan berseri-seri, meyatakan bahwa, “ia adalah jodoh saya!” Bagaimana bisa?

Kembali lagi, bahwa jodoh adalah rahasia. Tersimpan dalam tanda tanya besar yang dikemas rapi oleh Tuhan, dan akan dilempar tepat pada waktunya. Jika masa itu telah datang, manusia akan melihat tidak dengan mata, mendengar tidak dengan telinga, dan merasa tidak dengan kulit, untuk memahami kehadiran jodoh, lantas yakin mengucap, “kamu adalah jodoh saya.”

Jika jodoh adalah rahasia, sudah saatnya Tuhan membuka tabir dan menurunkan jodoh bagi ia yang bersungguh-sungguh ingin menjemputnya. Melalui tangan Fahd Pahdepie, rahasia tentang jodoh berusaha membincang segala tentang cinta. Menyajikan romansa yang bahkan menembus utopia, hanya jika kamu bisa merasakannya.

Nantikan Jodoh-mu pertengahan Desember 2015!

“Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar—jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri,” Fahd Pahdepie.

@fitriafarisa Processed with VSCOcam

Membincang tentang rahasia cinta antara manusia, memang tak pernah ada habisnya. Cinta, sesuatu yang abstrak, banyak didebat, rumit perkara, sulit dikata, namun tak mempunyai awal dan batasan yang benar-benar kentara. Tak ada satu pun yang bisa memastikan kepastian cinta, membuat rumus, atau menyuratkannya dalam kata-kata yang kaku dan pakem hingga saat ini. Lalu, bagaimana jika berbicara tentang jodoh yang hakikatnya adalah salah satu muara terbesar dari cinta?

Menurut Fahd Pahdepie, jodoh tidak bisa diartikan sebagai suatu hal yang sederhana. “Barangkali imajinasimu tentang belahan jiwa begitu sederhana: di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar. Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu, sehingga seringkali hanya bisa menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu,” katanya.

Tentu saja, pada kenyataannya jodoh tak sesederhana menyatakan cinta. Tak seremeh dua manusia yang mengucap janji setia untuk selalu bersama. Tak sesipil hari-hari indah atau susah yang ditanggung dua pecandu asmara. Jodoh adalah kejutan Tuhan yang sampai saat ini tak ada patokannya. Melibatkan insan, hati, cinta, dan rasa yang tidak terbatas ruang, masa, atau dua individu saja.

Lucunya, jodoh tidak pernah datang dengan pertanda yang jelas atau kasat mata, tetapi manusia bisa yakin akan keberadaannya. Manusia dengan takjub dan berseri-seri, meyatakan bahwa, “ia adalah jodoh saya!” Bagaimana bisa?

Kembali lagi, bahwa jodoh adalah rahasia. Tersimpan dalam tanda tanya besar yang dikemas rapi oleh Tuhan, dan akan dilempar tepat pada waktunya. Jika masa itu telah datang, manusia akan melihat tidak dengan mata, mendengar tidak dengan telinga, dan merasa tidak dengan kulit, untuk memahami kehadiran jodoh, lantas yakin mengucap, “kamu adalah jodoh saya.”

Jika jodoh adalah rahasia, sudah saatnya Tuhan membuka tabir dan menurunkan jodoh bagi ia yang bersungguh-sungguh ingin menjemputnya. Melalui tangan Fahd Pahdepie, rahasia tentang jodoh berusaha membincang segala tentang cinta. Menyajikan romansa yang bahkan menembus utopia, hanya jika kamu bisa merasakannya.

Nantikan Jodoh-mu pertengahan Desember 2015!

“Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar—jauh sebelum mereka mengenal ketakutan; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta, dan jodoh itu sendiri,” Fahd Pahdepie.

@fitriafarisabentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta