Solid, Penggemar Sujiwo Tejo Tampil dalam Video Klip Sumantri Soliloquy Kumau Hidupku Panjang

Kumau hidupku panjang
S’panjang kaki langit
Kumau s’lalu melenggang
Lenggang nan tak henti
S’panjang kaki langit
Langkah kaki
Langitku tengadah
Di langit senyummu

Suara penyanyi, Joel Kriwil, mendayu penuh perasaan, menyanyikan sepenggal lagu Sumantri Soliloquy. Lagu ini adalah satu dari sembilan lagu yang dicipta, diproduseri, dan di-compose Sujiwo Tejo untuk album terbarunya, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. Tak sendiri, Sujiwo menggandeng sejumlah musisi ternama lainnya seperti Putri Ayu, Fakira Yusuf, Bintang Indrianto, dan masih banyak lagi. Album ini Sujiwo ciptakan sebagai lagu pengiring dari buku terbarunya berupa novel-grafis-bermusik, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati.
25 April lalu, Sujiwo merilis video klip Sumantri Soliloquy di channel Youtubenya. Di bagian awal video, nampak Sujiwo membacakan bagian dari novel grafis bermusiknya, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. Kemudian, dilanjutkan dengan kompilasi foto-foto beserta quote kiriman Jancukers, sebutan untuk penggemar Sujiwo. “Awalnya saya cuma bikin kuis #TaliJiwo #DiMaespati, mengkolaborasikan foto dan #TaliJiwo Mbah Sujiwo Tejo, berhadiah novel-grafis-bermusik Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati bertandatangan. Melihat antusiasme yang tinggi, jadi kepikiran untuk dibuat video klip, karena sayang kalau cuma dibuang, tidak bermanfaat,” terang Anggoro, sekaligus penggagas video klip Sumantri Soliloquy.
Lagu Sumantri Soliloquy sendiri bercerita mengenai suara hati Sumantri, lakon utama dalam novel-grafis-bermusik Sujiwo, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. Sumantri yang sangat patuh terhadap rajanya. Sumantri mengalami dilema cinta karena jatuh cinta pada pasangan rajanya sendiri. “Sebenarnya Sumantri Soliloquy lagunya sederhana, tetapi maknanya sangat dalam, dan sesuai dengan foto-foto kiriman Jancukers,” jelas Anggoro.
Dengan dirilisnya video klip Sumantri Soliloquy ini, Anggoro berharap, masyarakat semakin mengenal dan ingin membaca novel-grafis-bermusik gubahan Sujiwo Tejo, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. “Syukur-syukur bukunya bisa best seller,” kekehnya. Kumau hidupku panjang
S’panjang kaki langit
Kumau s’lalu melenggang
Lenggang nan tak henti
S’panjang kaki langit
Langkah kaki
Langitku tengadah
Di langit senyummu

Suara penyanyi, Joel Kriwil, mendayu penuh perasaan, menyanyikan sepenggal lagu Sumantri Soliloquy. Lagu ini adalah satu dari sembilan lagu yang dicipta, diproduseri, dan di-compose Sujiwo Tejo untuk album terbarunya, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. Tak sendiri, Sujiwo menggandeng sejumlah musisi ternama lainnya seperti Putri Ayu, Fakira Yusuf, Bintang Indrianto, dan masih banyak lagi. Album ini Sujiwo ciptakan sebagai lagu pengiring dari buku terbarunya berupa novel-grafis-bermusik, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati.
25 April lalu, Sujiwo merilis video klip Sumantri Soliloquy di channel Youtubenya. Di bagian awal video, nampak Sujiwo membacakan bagian dari novel grafis bermusiknya, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. Kemudian, dilanjutkan dengan kompilasi foto-foto beserta quote kiriman Jancukers, sebutan untuk penggemar Sujiwo. “Awalnya saya cuma bikin kuis #TaliJiwo #DiMaespati, mengkolaborasikan foto dan #TaliJiwo Mbah Sujiwo Tejo, berhadiah novel-grafis-bermusik Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati bertandatangan. Melihat antusiasme yang tinggi, jadi kepikiran untuk dibuat video klip, karena sayang kalau cuma dibuang, tidak bermanfaat,” terang Anggoro, sekaligus penggagas video klip Sumantri Soliloquy.
Lagu Sumantri Soliloquy sendiri bercerita mengenai suara hati Sumantri, lakon utama dalam novel-grafis-bermusik Sujiwo, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. Sumantri yang sangat patuh terhadap rajanya. Sumantri mengalami dilema cinta karena jatuh cinta pada pasangan rajanya sendiri. “Sebenarnya Sumantri Soliloquy lagunya sederhana, tetapi maknanya sangat dalam, dan sesuai dengan foto-foto kiriman Jancukers,” jelas Anggoro.
Dengan dirilisnya video klip Sumantri Soliloquy ini, Anggoro berharap, masyarakat semakin mengenal dan ingin membaca novel-grafis-bermusik gubahan Sujiwo Tejo, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati. “Syukur-syukur bukunya bisa best seller,” kekehnya.bentang

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta