Salah Siap Tampil di Piala Dunia 2018

Mohamed Salah siap membela timnas Mesir di Piala Dunia 2018. Spekulasi Salah batal ikut berlaga memang mengemuka. Terlebih lagi proses pemulihan cedera bahu serius yang dideritanya diperkirakan butuh waktu minimal 3 minggu. Namun, kekhawatiran publik akhirnya terjawab. <p>Mohamed Salah siap membela timnas Mesir di Piala Dunia 2018. Spekulasi Salah batal ikut berlaga memang mengemuka. Terlebih lagi proses pemulihan cedera bahu serius yang dideritanya diperkirakan butuh waktu minimal 3 minggu. Namun, kekhawatiran publik akhirnya terjawab. Gelandang sayap Liverpool tersebut dipastikan turut serta ke Rusia setelah Federasi Sepak Bola Mesir (HFA) resmi memasukkan nama Salah dalam daftar 23 pemain yang akan berlaga di Piala Dunia.</p>

<p>Hector Cuper, pelatih timnas Mesir, merasa optimistis Salah akan <em>fit</em> bahkan sembuh lebih cepat dari yang diperkirakan. Pelatih asal Argentina itu memiliki alasan kuat bahwa Salah akan memperkuat tim “The Pharaoh” karena belakangan kondisi Salah mengalami banyak kemajuan pesat. Bahkan dalam akun <a href="https://www.instagram.com/mosalah/?hl=en">instagramnya @mosalah</a>, Salah memperlihatkan foto dirinya sedang melatih pergerakan bahu kirinya yang mengalami cedera.</p>

<p>Usai pertandingan final liga Champion 2017/2018 yang mempertemukan Liverpool versus Real Madrid, Salah menjalani terapi di Valencia, Spanyol. Didampingi tim dokter dari Liverpool dan Timnas Mesir, Salah yang bernama lengkap Mohamed Salah Ghaly, mendapatkan perawatan ekstra komplet. Menurut Joshua Dines, spesialis kedokteran olahraga, dilansir dalam situs <em>forbes.com</em>, cedera yang dialami Salah disebut <em>shoulder sprain</em> atau dislokasi bahu (<em>sholder dislocation</em>). Cedera tersebut memiliki tingkat keparahan dari ringan sampai berat. Dari hasil analisisnya berdasarkan kronologi jatuhnya Salah, gerak tubuh Salah di lapangan usai jatuh, diagnosis tim medis, hingga pemberitaan pers, setidaknya dapat disimpulkan bahwa Salah tidak perlu dibawa di meja operasi. Bisa dipastikan kalau mantan pemain AS Roma itu akan merumput di Piala Dunia.</p>

<p>Mungkin, bagi Salah, peristiwa penjegalan dirinya oleh Sergio Ramos, boleh dibilang kerikil yang menggelincirkan impiannya meraih gelar juara Champion 2017/2018 bersama Liverpool. Maklum, lebih dari satu dekade, Liverpool puasa gelar di kancah Eropa. Pada menit 30 babak I, suami dari Magi Salah ini harus keluar lapangan. Ia tak kuasa menahan sakit setelah dilanggar oleh Sergio Ramos. <em>Back </em>Real Madrid itu menjadi sosok yang harus bertanggung jawab atas cedera yang membelit Salah. Sampai-sampai, tekanan dari fans Salah merenggut ruang privasinya. Ramos mendapat ancaman pembunuhan lewat telepon sehingga ia pun harus mengganti nomor teleponnya. Ketidaknyamanan tersebut terus berlanjut. Manakala Salah terancam tidak memperkuat Timnas Mesir di ajang Piala Dunia 2018, seorang pengacara Mesir, Bassem Wahba, siap menggugat Ramos senilai 16,3 triliun rupiah. Jumlah yang fantastis! Namun, sebagai pemain bintang yang kenyang pengalaman, Ramos menanggapi segala tudingan yang mengarah kepadanya dengan lapang dada. “Saya tidak bermaksud melukainya. Saya memang telah membuat kesalahan, tapi saya tidak punya niat untuk menyebabkan Salah cedera,” ungkap Sergio Ramos dalam situs <em>Goal.com</em>.</p>

<p>Pernyataan Ramos tersebut setidaknya patut diapresiasi karena ia telah mengemukakan perasaan bersalahnya di media. Bahkan, Ramos menyuntikkan motivasi untuk Salah, “Terkadang, sepak bola memperlihatkan kepada kita satu sisi baik sekaligus sisi buruk. Namun di atas semua itu, kami adalah pemain profesional. Semoga Salah lekas pulih.” Salah pun menyambut baik sikap Ramos tersebut dan sama sekali tidak memendam amarah kepada Ramos, meski di pihak lain, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) sendiri akan mempertimbangkan untuk membentuk tim investigasi terkait peristiwa tersebut.</p>

<p>Baik Ramos maupun Salah telah memperlihatkan semangat sportivitas, mereka bertarung di lapangan, sudi mengaku salah, dan beritikad mendinginkan suasana. Kini, Salah membutuhkan ketenangan jiwa agar dapat fokus bertanding di Piala Dunia. Pemain terbaik Afrika 2017 tersebut tentunya ingin bermain lepas, tanpa diusik beban asa dari para fans. Dan, sudah pasti, ia ingin mewujudkan impiannya membawa Mesir yang sudah absen selama 28 tahun di Piala Dunia, menjadi tim yang tangguh dan diperhitungkan.   </p>

<p>Kisah tentang Mohamed Salah dibahas dengan mendalam dan eksklusif dalam buku <em>Mohamed Salah: Pesepakbola Muslim yang Menghapus Islamofobia </em>yang akan diterbitkan Bentang Pustaka<em>. </em>Tidak hanya di lapangan, buku setebal 152 halaman ini akan mengulas kisah hidup Salah yang fenomenal di dalam maupun luar lapangan hijau.</p>

<p>Nantikan buku pertama yang membahas tentang pesepakbola legendaris, Mohamad Salah, dengan mengikuti info terbaru seputar buku ini di media sosial <a href="https://bentangpustaka.com">Bentang Pustaka.</a></p>

<p> </p>

<p>Sumber gambar: goal.com</p>Sigit Suryanto

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta