[Review] The Scorch Trials (Buku Seri #2 The Maze Runner)

“Kawan, jika orang-orang WICKED sialan itu menginginkan Teresa mati, dia akan membusuk di bawah timbunan batu. Dia sama kuatnya seperti yang lainnya, mungkin lebih kuat. Dia akan bertahan.” – Minho hlm. 175.

Selama ini Thomas keliru. Ada dua Maze. Namun, berkebalikan dengan Maze yang dihuninya, Maze lain didiami oleh sekelompok anak perempuan, yang dikenal sebagai Grup B. Bahkan, Teresa yang disangkanya hilang, ternyata justru bergabung di sana. Kini Grup B menantinya dengan tugas khusus: membunuh Thomas! Namun, bukan kematian yang membuatnya jerih, melainkan pengkhianatan Teresa, gadis yang diam-diam dicintainya.

Sementara itu, jumlah para Glader berangsur berkurang. Keadaan di luar Maze lebih mengerikan dari yang mereka duga. Bola baja yang muncul tiba-tiba dari kegelapan, badai gurun pasir yang merajam habis sampai ke tulang, hingga gerombolan Crank haus darah, semakin menciutkan hati mereka. Namun, mereka terus melangkah maju, demi menemukan jawaban dari misteri selama ini, demi menemukan jalan pulang menuju rumah dan keluarga.

Semua kesulitan dan kengerian di Maze barulah awal dari serangkaan proses kejam dan mendebarkan. Berlanjut di Scorch, percobaan baru telah mengadang. Untuk bisa lolos, kali ini mereka tak boleh sekedar bermodal nekat. Diperlukan kecerdikan dan ketajaman insting karena musuh-musuh mereka bersembunyi rapat di balik dinding ilusi.

*****

maze_runner_the_scorch_trials

Novel ini merupakan novel sekuel kedua dari seri The Maze Runner. Kali ini, The Scorch Trials menceritakan usaha Thomas dan teman-temannya dalam mendapatkan obat yang sering dijanjikan WCKD. WCKD yang merupakan organisasi dengan nama lengkap World in Catastrophe: Killzone Experiment Department adalah organisasi yang bertujuan menemukan obat penyembuh wabah flare, sebuah wabah yang mampu mengubah manusia menjadi Crank, manusia zombi.

Scorch ini sebenarnya adalah percobaan Thomas yang kedua setelah Maze. Dalam Scorch ini selain dengan keadaan lebih parah,Thomas dan teman-temannya dihadapi oleh banyak hal mengerikan. Tantangan mengerikan itu adalah bola baja yang mampu menghilangkan kepala Gladers, badai pasir menyakitkan hingga ke tulang, belum lagi Crank si penghaus darah.

Sama seperti seri pertamanya, The Maze Runner, novel ini penuh dengan kata berlari. Sebagian besar alur yang digunakan adalah alur maju dan sedikit alur mundur sehingga mampu memudahkan pembaca dalam mengikuti ceritanya.

Novel ini pun telah masuk layar lebar loh! Pada September 2015, The Scorch Trials telah masuk dunia perfilman dengan disutradarai Wes Ball. Film ini pun mendatangkan beberapa aktor baru seperti Jacob Lofland sebagai Aris dan Rosa Salazar sebagai Brenda.

Kabar baik lainnya, seri prekuel The Maze Runner, yakni The Fever Code diluncurkan pada bulan ini loh! Penasaran kan? Pantau terus informasi seputar The Fever Code dengan menggunakan tagar #TheFeverCode di twitter maupun media sosial Bentang Pustaka lainnya!

Leovita Augusteen 

“Kawan, jika orang-orang WICKED sialan itu menginginkan Teresa mati, dia akan membusuk di bawah timbunan batu. Dia sama kuatnya seperti yang lainnya, mungkin lebih kuat. Dia akan bertahan.” – Minho hlm. 175.

Selama ini Thomas keliru. Ada dua Maze. Namun, berkebalikan dengan Maze yang dihuninya, Maze lain didiami oleh sekelompok anak perempuan, yang dikenal sebagai Grup B. Bahkan, Teresa yang disangkanya hilang, ternyata justru bergabung di sana. Kini Grup B menantinya dengan tugas khusus: membunuh Thomas! Namun, bukan kematian yang membuatnya jerih, melainkan pengkhianatan Teresa, gadis yang diam-diam dicintainya.

Sementara itu, jumlah para Glader berangsur berkurang. Keadaan di luar Maze lebih mengerikan dari yang mereka duga. Bola baja yang muncul tiba-tiba dari kegelapan, badai gurun pasir yang merajam habis sampai ke tulang, hingga gerombolan Crank haus darah, semakin menciutkan hati mereka. Namun, mereka terus melangkah maju, demi menemukan jawaban dari misteri selama ini, demi menemukan jalan pulang menuju rumah dan keluarga.

Semua kesulitan dan kengerian di Maze barulah awal dari serangkaan proses kejam dan mendebarkan. Berlanjut di Scorch, percobaan baru telah mengadang. Untuk bisa lolos, kali ini mereka tak boleh sekedar bermodal nekat. Diperlukan kecerdikan dan ketajaman insting karena musuh-musuh mereka bersembunyi rapat di balik dinding ilusi.

*****

maze_runner_the_scorch_trials

Novel ini merupakan novel sekuel kedua dari seri The Maze Runner. Kali ini, The Scorch Trials menceritakan usaha Thomas dan teman-temannya dalam mendapatkan obat yang sering dijanjikan WCKD. WCKD yang merupakan organisasi dengan nama lengkap World in Catastrophe: Killzone Experiment Department adalah organisasi yang bertujuan menemukan obat penyembuh wabah flare, sebuah wabah yang mampu mengubah manusia menjadi Crank, manusia zombi.

Scorch ini sebenarnya adalah percobaan Thomas yang kedua setelah Maze. Dalam Scorch ini selain dengan keadaan lebih parah,Thomas dan teman-temannya dihadapi oleh banyak hal mengerikan. Tantangan mengerikan itu adalah bola baja yang mampu menghilangkan kepala Gladers, badai pasir menyakitkan hingga ke tulang, belum lagi Crank si penghaus darah.

Sama seperti seri pertamanya, The Maze Runner, novel ini penuh dengan kata berlari. Sebagian besar alur yang digunakan adalah alur maju dan sedikit alur mundur sehingga mampu memudahkan pembaca dalam mengikuti ceritanya.

Novel ini pun telah masuk layar lebar loh! Pada September 2015, The Scorch Trials telah masuk dunia perfilman dengan disutradarai Wes Ball. Film ini pun mendatangkan beberapa aktor baru seperti Jacob Lofland sebagai Aris dan Rosa Salazar sebagai Brenda.

Kabar baik lainnya, seri prekuel The Maze Runner, yakni The Fever Code diluncurkan pada bulan ini loh! Penasaran kan? Pantau terus informasi seputar The Fever Code dengan menggunakan tagar #TheFeverCode di twitter maupun media sosial Bentang Pustaka lainnya!

Leovita AugusteenLeovita Augusteen

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta