Pengalaman Metode KonMari, Nike Prima: Siap Jleb-jleb-jleb

Katakan selamat tinggal kepada kebiasaan yang berantakan dan selamat datang kepada keajaiban berbenah yang dahsyat. Setelah bertekad untuk mendalami seni berbenah dari usianya yang terbilang sangat belia, 15 tahun, Marie Kondo pun hadir dengan teknik berbenahnya yang dahsyat. Teknik berbenah yang diberi nama sesuai dengan nama belakang dan nama depannya, KonMari, telah menjadi fenomenal di berbagai negara. Melalui bukunya yang berjudul  The Life-changing Magic of Tidying Up, metode KonMari bahkan telah ditampilkan di tiga puluh stasiun televisi besar dan program radio di Jepang. Hal ini karena berdasarkan kajian yang telah dilakukan Marie Kondo mengenai seni tata-menata dan pengalamannya membantu orang-orang yang berantakan sehingga menjadi pribadi yang rapi, Marie Kondo menarik kesimpulan tak terbantahkan: Dengan menata ulang rumah kita secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif kita akan ikut berubah drastis. Kehidupan kita niscaya mengalami transformasi besar-besaran.

Hal ini terjadi pula pada Nike Prima, pemilik Living Loving, yang tergugah untuk mempelajari metode KonMari dari unggahan temannya di Facebook. Seperti yang ditulis dalam website livingloving.net, Nike Prima menjelaskan bahwa dalam bukunya, Marie Kondo tidak langsung membombardir bagaimana mengelompokkan barang seperti di artikel atau buku tentang merapikan rumah lainnya, tetapi justru diajak untuk merefleksikan sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: Apa sih tujuan kita dalam merapikan rumah/kamar? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang benar-benar merepresentasikan apa inginnya kita. “Jadi, siap jleb-jleb-jleb,” ungkap Nike Prima dalam tulisannya.

Dalam tulisannya, Nike Prima juga menjelaskan poin-poin yang menurutnya menarik untuk dibagi:living-loving-part-i-1

  • Visualisasikan tujuanmu
    • Pikirkan situasi yang benar-benar detail tentang bagaimana rasanya hidup di tempat yang bersih dan apik.
  • Proses merapikan ini cukup dilakukan sekali namun harus menyeluruh
    • Jangan melakukan proses merapikan rumah/ruang setengah-setengah. Namun bukan artinya kamu harus punya target merapikan dalam tiga hari penuh, ya.
  • Rapikan berdasarkan jenis barang
    • KonMari membuat urutan dari jenis barang yang kemungkinan emotional-attachment-nya paling sedikit dulu, supaya “hati” kita nih terlatih ketika sampai pada tahap menyortir barang yang agak sentimental.
  • Hanya simpan barang yang membuatmu senang
    • Di luar barang yang sifatnya kebutuhan, pilih dengan baik barang apa saja  yang benar-benar kita sukai. Bahkan saat menyortir, KonMari meminta kita untuk menyentuh dan “merasakan” barang satu per satu,
  • Jangan merapikan untuk orang lain
    • Ketika kita sibuk ingin merapikan ruangan orang lain, kemungkinan justru diri kita yang sebenarnya perlu “dibereskan”.
  • Jangan jadikan rumah orang tua sebagai gudang
    • Hal ini karena belum tentu mereka menginginkannya, dan akhirnya kita membuatnya merasa bersalah karena harus menyimpan barang yang nggak benar-benar disukai.

Pembahasan metode KonMari dari review Nike Prima ini tidak hanya sampai di sini. Nike Prima membagi pembahasan ke dalam dua postingan. Di postingan yang kedua, Nike Prima membagikan pengalamannya merapikan pakaiannya yang mana berhasil mengeluarkan 4 kantong besar! “And it felt really really good,” ungkapnya puas.

Buat teman-teman yang tergugah dengan berbenah atau memiliki kendala dalam hal kebersihan, mungkin ini saatnya kamu untuk membaca buku The Life-changing Magic of Tidying Up dan mulai mengikuti pengalaman Nike Prima. Selamat menikmati keajaiban berbenah :)

Leovita Augusteen Katakan selamat tinggal kepada kebiasaan yang berantakan dan selamat datang kepada keajaiban berbenah yang dahsyat. Setelah bertekad untuk mendalami seni berbenah dari usianya yang terbilang sangat belia, 15 tahun, Marie Kondo pun hadir dengan teknik berbenahnya yang dahsyat. Teknik berbenah yang diberi nama sesuai dengan nama belakang dan nama depannya, KonMari, telah menjadi fenomenal di berbagai negara. Melalui bukunya yang berjudul  The Life-changing Magic of Tidying Up, metode KonMari bahkan telah ditampilkan di tiga puluh stasiun televisi besar dan program radio di Jepang. Hal ini karena berdasarkan kajian yang telah dilakukan Marie Kondo mengenai seni tata-menata dan pengalamannya membantu orang-orang yang berantakan sehingga menjadi pribadi yang rapi, Marie Kondo menarik kesimpulan tak terbantahkan: Dengan menata ulang rumah kita secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif kita akan ikut berubah drastis. Kehidupan kita niscaya mengalami transformasi besar-besaran.

Hal ini terjadi pula pada Nike Prima, pemilik Living Loving, yang tergugah untuk mempelajari metode KonMari dari unggahan temannya di Facebook. Seperti yang ditulis dalam website livingloving.net, Nike Prima menjelaskan bahwa dalam bukunya, Marie Kondo tidak langsung membombardir bagaimana mengelompokkan barang seperti di artikel atau buku tentang merapikan rumah lainnya, tetapi justru diajak untuk merefleksikan sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: Apa sih tujuan kita dalam merapikan rumah/kamar? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang benar-benar merepresentasikan apa inginnya kita. “Jadi, siap jleb-jleb-jleb,” ungkap Nike Prima dalam tulisannya.

Dalam tulisannya, Nike Prima juga menjelaskan poin-poin yang menurutnya menarik untuk dibagi:living-loving-part-i-1

  • Visualisasikan tujuanmu
    • Pikirkan situasi yang benar-benar detail tentang bagaimana rasanya hidup di tempat yang bersih dan apik.
  • Proses merapikan ini cukup dilakukan sekali namun harus menyeluruh
    • Jangan melakukan proses merapikan rumah/ruang setengah-setengah. Namun bukan artinya kamu harus punya target merapikan dalam tiga hari penuh, ya.
  • Rapikan berdasarkan jenis barang
    • KonMari membuat urutan dari jenis barang yang kemungkinan emotional-attachment-nya paling sedikit dulu, supaya “hati” kita nih terlatih ketika sampai pada tahap menyortir barang yang agak sentimental.
  • Hanya simpan barang yang membuatmu senang
    • Di luar barang yang sifatnya kebutuhan, pilih dengan baik barang apa saja  yang benar-benar kita sukai. Bahkan saat menyortir, KonMari meminta kita untuk menyentuh dan “merasakan” barang satu per satu,
  • Jangan merapikan untuk orang lain
    • Ketika kita sibuk ingin merapikan ruangan orang lain, kemungkinan justru diri kita yang sebenarnya perlu “dibereskan”.
  • Jangan jadikan rumah orang tua sebagai gudang
    • Hal ini karena belum tentu mereka menginginkannya, dan akhirnya kita membuatnya merasa bersalah karena harus menyimpan barang yang nggak benar-benar disukai.

Pembahasan metode KonMari dari review Nike Prima ini tidak hanya sampai di sini. Nike Prima membagi pembahasan ke dalam dua postingan. Di postingan yang kedua, Nike Prima membagikan pengalamannya merapikan pakaiannya yang mana berhasil mengeluarkan 4 kantong besar! “And it felt really really good,” ungkapnya puas.

Buat teman-teman yang tergugah dengan berbenah atau memiliki kendala dalam hal kebersihan, mungkin ini saatnya kamu untuk membaca buku The Life-changing Magic of Tidying Up dan mulai mengikuti pengalaman Nike Prima. Selamat menikmati keajaiban berbenah :)

Leovita AugusteenLeovita Augusteen

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta