Noam Chomsky: Kita Tidak Punya Banyak Waktu

Noam Chomsky kembali hadir dalam bukunya Who Rules The World? yang menjelaskan dunia yang begitu beragam dan pelik. Fakta-fakta menarik yang jarang diungkap ke media Amerika Serikat sering diungkap ke publik oleh Noam Chomsky dalam artikel-artikelnya. Tak heran bahwa Chomsky dinobatkan sebagai musuh oleh Presiden Amerika Serikat yang ke-37, Richard Nixon, dalam daftar musuhnya. Meskipun begitu, Chomsky tetap aktif menyuarakan ketidaksetujuannya dengan sistem imperialisme pemerintah Amerika Serikat yang salah satunya terkait keterlibatan Amerika Serikat pada Perang Vietnam.

Sebagai pakar linguistik dari MIT (Massachusetts Institute of Technology), Chomsky berpendapat dalam Who Rules The World?, “Di antara berbagai negara, sejak akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat (AS) berdiri jauh di barisan terdepan tanpa penyeimbang, dan masih tetap demikian. Negara ini masih menentukan sebagian besar diskursus global, mulai urusan Israel-Palestina, Iran, Amerika Latin, “perang melawan teror”, organisasi ekonomi internasional, hak dan keadilan, dan semacamnya hingga persoalan utama seputar kelangsungan peradaban (perang nuklir dan kerusakan lingkungan).”

Who Rules The World by .

Berikut sinopsis Who Rules The World?:

Selama setengah abad terakhir, Noam Chomsky, telah banyak menggugat kekuatan global yang mengendalikan pilihan masyarakat serta meneliti berbagai kebijakan pemerintah, lembaga negara, dan media-media di Amerika Serikat.

Who Rules the World? merupakan investigasi intelektual yang telak dari Chomsky tentang berbagai isu utama pada masa kini. Mulai dari sejarah kelam AS dan Kuba, kebangkitan Tiongkok, konflik di Irak, Afganistan, dan Israel, hingga saksi terhadap Iran. Chomsky menguak bahwa seruan Amerika soal kebebasan sering bertentangan dengan tindakannya. Sebuah modus operandi kekuasaan imperial pada abad modern.

Buku ini adalah bacaan penting untuk memahami bagaimana segala sesuatunya berlangsung. Dengan suara lantang dan pandangan yang cukup jernih, Chomsky memandu kita menemukan kebenaran.

“Kita tidak punya banyak waktu.” – Noam Chomsky

**********

“Buku Chomsky ibarat… polemik yang dirancang untuk menggugah orang Amerika dari rasa puas diri. Amerika, dalam pandangannya, harus menahan diri, dan dia mengukuhkan pandangannya dengan menggebu… Kita perlu memahaminya sebagai ajakan untuk mengakhiri kemunafikan Amerika, untuk memperkenalkan dimensi mendasar yang lebih konsisten dalam hubungan Amerika dengan dunia, dan, alih-alih menyombongkan kemurahan hati Amerika, untuk menelaah secara kritis bagaimana sebenarnya pemerintahan AS menjalankan kekuasaannya yang masih tak tertandingi.” – The New York Review of Books

 Noam Chomsky kembali hadir dalam bukunya Who Rules The World? yang menjelaskan dunia yang begitu beragam dan pelik. Fakta-fakta menarik yang jarang diungkap ke media Amerika Serikat sering diungkap ke publik oleh Noam Chomsky dalam artikel-artikelnya. Tak heran bahwa Chomsky dinobatkan sebagai musuh oleh Presiden Amerika Serikat yang ke-37, Richard Nixon, dalam daftar musuhnya. Meskipun begitu, Chomsky tetap aktif menyuarakan ketidaksetujuannya dengan sistem imperialisme pemerintah Amerika Serikat yang salah satunya terkait keterlibatan Amerika Serikat pada Perang Vietnam.

Sebagai pakar linguistik dari MIT (Massachusetts Institute of Technology), Chomsky berpendapat dalam Who Rules The World?, “Di antara berbagai negara, sejak akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat (AS) berdiri jauh di barisan terdepan tanpa penyeimbang, dan masih tetap demikian. Negara ini masih menentukan sebagian besar diskursus global, mulai urusan Israel-Palestina, Iran, Amerika Latin, “perang melawan teror”, organisasi ekonomi internasional, hak dan keadilan, dan semacamnya hingga persoalan utama seputar kelangsungan peradaban (perang nuklir dan kerusakan lingkungan).”

Who Rules The World by .

Berikut sinopsis Who Rules The World?:

Selama setengah abad terakhir, Noam Chomsky, telah banyak menggugat kekuatan global yang mengendalikan pilihan masyarakat serta meneliti berbagai kebijakan pemerintah, lembaga negara, dan media-media di Amerika Serikat.

Who Rules the World? merupakan investigasi intelektual yang telak dari Chomsky tentang berbagai isu utama pada masa kini. Mulai dari sejarah kelam AS dan Kuba, kebangkitan Tiongkok, konflik di Irak, Afganistan, dan Israel, hingga saksi terhadap Iran. Chomsky menguak bahwa seruan Amerika soal kebebasan sering bertentangan dengan tindakannya. Sebuah modus operandi kekuasaan imperial pada abad modern.

Buku ini adalah bacaan penting untuk memahami bagaimana segala sesuatunya berlangsung. Dengan suara lantang dan pandangan yang cukup jernih, Chomsky memandu kita menemukan kebenaran.

“Kita tidak punya banyak waktu.” – Noam Chomsky

**********

“Buku Chomsky ibarat… polemik yang dirancang untuk menggugah orang Amerika dari rasa puas diri. Amerika, dalam pandangannya, harus menahan diri, dan dia mengukuhkan pandangannya dengan menggebu… Kita perlu memahaminya sebagai ajakan untuk mengakhiri kemunafikan Amerika, untuk memperkenalkan dimensi mendasar yang lebih konsisten dalam hubungan Amerika dengan dunia, dan, alih-alih menyombongkan kemurahan hati Amerika, untuk menelaah secara kritis bagaimana sebenarnya pemerintahan AS menjalankan kekuasaannya yang masih tak tertandingi.” – The New York Review of Books

Leovita Augusteen

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta