Mahfud Ikhwan Raih Penghargaan Anugrah Sastra dan Kebahasaan

Dalam ajang puncak bulan bahasa dan sastra 2016 yang bertepatan dengan 88 tahun Sumpah Pemuda, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beri penghargaan Anugerah kepada 11 Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan.

Salah satu peraih Anugerah Sastra tersebut adalah Mahfud Ikhwan dengan karyanya Kambing dan Hujan. Setelah berhasil memenangkan juara pertama Sayembara Dewan Kesenian Jakarta, kini karyanya kembali mendapatkan penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kategori novel. Novel yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka ini memang cukup menggelitik karena mengisahkan percintaan dari dua organisasi Islam Terbesar di Indonesia.

Tidak hanya itu, kabarnya novel Kambing dan Hujan juga akan segera difilmkan. Novel ini memang patut menjadi refleksi bagi kita semua untuk melihat perbedaan. Bahwa perbedaan itu sendiri tidak hanya dapat ditemukan di agama yang berbeda tetapi juga di agama yang sama. Novel ini menjadi sebuah refleksi bagaimana orang-orang menghadapi perbedaan tersebut. Pantas saja, walaupun diseleksi dengan sangat ketat, Mahfud dapat meraih penghargaan ini.

Sementara itu, Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa diberikan juga kepada para sastrawan, yaitu

1. Kategori Sastrawan Indonesia Penerima Penghargaan Sastra Asia Tenggara (SEA Write Award) : Yanusa Nugroho (kumpulan cerita pendek Setubuh Seribu Mawar)

2. Kategori Kumpulan Puisi : Yudhistira A.N.M Massardi ( kumpulan Puisi 99 Sajak)

3. Kategori Kumpulan Cerita Pendek : A.S. Laksana (kumpulan cerpen Si janggut Mengencingi Herucakra)

4. Kategori Esai atau Kritik Sastra : Maman S. Mahayana (Kitab Kritik Sastra)

Lamia Putri D

 Dalam ajang puncak bulan bahasa dan sastra 2016 yang bertepatan dengan 88 tahun Sumpah Pemuda, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beri penghargaan Anugerah kepada 11 Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan.

Salah satu peraih Anugerah Sastra tersebut adalah Mahfud Ikhwan dengan karyanya Kambing dan Hujan. Setelah berhasil memenangkan juara pertama Sayembara Dewan Kesenian Jakarta, kini karyanya kembali mendapatkan penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kategori novel. Novel yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka ini memang cukup menggelitik karena mengisahkan percintaan dari dua organisasi Islam Terbesar di Indonesia.

Tidak hanya itu, kabarnya novel Kambing dan Hujan juga akan segera difilmkan. Novel ini memang patut menjadi refleksi bagi kita semua untuk melihat perbedaan. Bahwa perbedaan itu sendiri tidak hanya dapat ditemukan di agama yang berbeda tetapi juga di agama yang sama. Novel ini menjadi sebuah refleksi bagaimana orang-orang menghadapi perbedaan tersebut. Pantas saja, walaupun diseleksi dengan sangat ketat, Mahfud dapat meraih penghargaan ini.

Sementara itu, Penghargaan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa diberikan juga kepada para sastrawan, yaitu

1. Kategori Sastrawan Indonesia Penerima Penghargaan Sastra Asia Tenggara (SEA Write Award) : Yanusa Nugroho (kumpulan cerita pendek Setubuh Seribu Mawar)

2. Kategori Kumpulan Puisi : Yudhistira A.N.M Massardi ( kumpulan Puisi 99 Sajak)

3. Kategori Kumpulan Cerita Pendek : A.S. Laksana (kumpulan cerpen Si janggut Mengencingi Herucakra)

4. Kategori Esai atau Kritik Sastra : Maman S. Mahayana (Kitab Kritik Sastra)

Lamia Putri D

Leovita Augusteen

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta