Enam Fakta Tasaro GK Mengawali Menjadi Penulis Best Seller

Di dunia literasi, Tasaro GK sudah dikenal luas. Namanya dikenal olah khalayak luas lewat profesinya yang dulu pernah menjadi jurnalis dan lewat hasil karya novelnya. Meskipun namanya sudah banyak dikenal, tidak dapat dimungkiri ada juga orang yang tidak tahu seperti apa sosoknya. Sekilas, bagi yang belum mengenalnya, nama Tasaro adalah orang Jepang yang menulis buku di Indonesia, bukan? <p style="text-align: justify;">Bagi pencinta buku fiksi, pasti sudah tidak asing dengan nama <a href="https://mizanstore.com/penulis/TG-01">Tasaro GK</a>. Di dunia literasi, Tasaro GK sudah dikenal luas. Namanya dikenal olah khalayak luas lewat profesinya yang dulu pernah menjadi jurnalis dan lewat hasil karya novelnya. Meskipun namanya sudah banyak dikenal, tidak dapat dimungkiri ada juga orang yang tidak tahu seperti apa sosoknya. Sekilas, bagi yang belum mengenalnya, nama Tasaro adalah orang Jepang yang menulis buku di Indonesia, bukan?</p>

<p style="text-align: justify;">Ingin mengenal lebih jauh tentang penulis buku <em>Muhammad </em>yang <em>best seller </em>ini? Berikut beberapa fakta yang perlu Anda tahu.</p>

<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Memiliki Akronim Nama </strong><strong>y</strong><strong>ang Unik </strong></li>
</ol>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Ada fakta unik dari nama <a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> yang kita kenal sebagai penulis novel <em>best</em> <em>seller</em>. Siapa yang mengira jika Tasaro kepanjangan dari nama asli, Taufik Saptoto Rohadi. Nama GK di belakang Tasaro singkatan dari nama Kabupaten di Yogyakarta, yaitu Gunung Kidul. Wah, namanya kejepang-jepangan ternyata tulen orang Jawa.</p>

<ol>
<li style="text-align: justify;" value="2"><strong>Seorang Wartawan </strong></li>
</ol>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Sebelum mengawali dunia perbukuan, <a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> mengawali kariernya menjadi seorang jurnalis di <em>Jawa Pos Grup</em>. Pria kelahiran 1 September 1980 ini mengawali profesi sebagai jurnalis karena kampusnya memberi tugas magang selama 3 bulan. Berawal dari magang inilah, ia jatuh cinta dengan jurnalistik dan memutuskan untuk menekuni jurnalistik.</p>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Tasaro menjadi kuli tinta selama 5 tahun. Menjadi jurnalis selama 5 tahun  bukan waktu yang singkat, ia belajar banyak hal selama menekuni profesinya. Selama kurun waktu itu pula kemampuan menulisnya terasah. Wajar jika akhirnya ia ditunjuk menjadi Redaktur Pelaksana di Radar Bandung. Selama 5 tahun menjadi reporter tidak membuatnya bosan, ia justru menjadikan pekerjaannya sebagai sekolah baru yang menuntun untuk memperdalam ilmu penulisan jurnalistik.</p>

<ol>
<li style="text-align: justify;" value="3"><strong>Hijrah Menjadi Penulis dan Editor </strong></li>
</ol>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;"><a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> akhirnya mengambil keputusan besar. Setelah menempati sebagai Redaktur Pelaksana di Radar Bandung ia kemudian hijrah ke profesi penulis. Selain itu juga menjadi seorang editor buku di salah satu penerbit. Pekerjaan sebagai editor ternyata tidak sepadat menjadi seorang reporter, wajar jika ia mampu mengelola waktu untuk menulis beberapa novel.</p>

<ol>
<li style="text-align: justify;" value="4"><strong>Aktif Menjuara</strong><strong>i</strong><strong> Ajang Perlombaan </strong></li>
</ol>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Karya novel <a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> yang terbaik di antaranya adalah <em>Kinanthi </em>dan <em>Muhammad </em>yang diterbitkan Bentang Pustaka. Siapa yang mengira jika <a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> mengasah kemampuan menulis tidak hanya lewat menjadi jurnalis. Ia juga mengasah kemampuannya dengan mengikuti beberapa ajang perlombaan. Pada 2006, Tasaro memperoleh juara cerita bersambung dari Femina. Pada tahun yang sama, ia juga memperoleh penghargaan menjuarai lomba BUBAT dalam pembuatan skenario dari Direktorat Film. Pada 2009, Tasaro juga pernah memperoleh penghargaan dari Menpora dan memperoleh penghargaan dari Anugerah Pena.</p>

<ol>
<li style="text-align: justify;" value="5"><strong>Rahasia Karyanya Menjadi <em>Best Seller</em> </strong></li>
</ol>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Seperti yang kita tahu, <a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> mengawali karier menjadi jurnalis. Kunci keberhasilan Tasaro menjadi penulis fiksi yang bukunya <em>best seller</em> adalah motivasi belajarnya yang besar. Ia menjadikan pengalamannya sebagai bekal. Selama menjadi jurnalis, Tasaro fokus menulis berita <em>feature</em> (berita bertutur) yang sifatnya fakta. Berawal dari sinilah ia belajar menulis dan wajar jika karya penuturan Tasaro dalam bukunya sangat enak dibaca.</p>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Bagi Tasaro GK, menulis fiksi dan menulis berita <em>f</em><em>eature</em> itu hanya beda tipis. Berita <em>feature</em> dan fiksi perbedaannya terletak di bagian eksekusi. Berita <em>feature</em> sifatnya fakta, sedangkan novel dalam bentuk fiksi. Keduanya memiliki kesamaan dalam pengambilan data. Pengambilan data bisa dilakukan dengan wawancara, riset, dan observasi.</p>

<p style="margin-left: 14.2pt; text-align: justify;">Kali ini, <a href="https://mizanstore.com/patah_hati_di_tanah_60894">Tasaro GK</a> hadir dengan karya terbarunya yang berjudul <em>Patah Hati di Tanah Suci.</em> Buku ini mengisahkan tentang napak tilas pembuatan seri Muhammad. Melalui karya ini, pembaca disuguhkan dengan keagungan kisah-kisah zaman nabi di tanah kelahiran Rasulullah sendiri.</p>Elisa

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta