Empat Belas Fakta Kemerdekaan, Part I

Sejak duduk di bangku sekolah setiap tanggal 17 Agustus, kita selalu memeringati hari Kemerdekaan Republik ini dengan mengikuti Upacara bendera. Selain itu, selama bulan Agustus setiap daerah, bahkan perkampungan, pasti diadakan sebuah perlombaan, entah panjat pinang, balap karung, ataupun lomba makan kerupuk. Semua itu kita lakukan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Tapi siapa sangka, dibalik euforia tersebut ada berbagai fakta yang belum banyak diketahui, yang dapat membuat hati ini bergetar. Ada apa saja? Yuk, kita simak keempat belas fakta yang berhasil dirangkum oleh @SejarahRI dalam bukunya Indonesia Poenja Tjerita;

  1. Soekarno Terserang Malaria Tertiana.

Ya, sebenarnya Soekarno sedang terserang Malaria Tertiana pada saat sebelum kemerdekaan. Hal itu diperparah dengan penculikan yang dilakukan oleh golongan Muda ditambah dengan beliau harus begadang untuk merumuskan teks Proklamasi bersama para Founding Father. Tapi untungnya, Dokter Pribadi Soekarno yaitu Dokter Soeharto mau untuk dipanggil ke rumah Laksamana Maeda untuk memeriksa dan memberinya obat penurun panas. Hingga sekitar dua jam sebelum pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI pada pukul 10.00, Bung Karno masih tertidur pulas di kamarnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat.

  1. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah.

Ternyata, naskah asli proklamasi kemerdekaan RI yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didiktekan Bung Hatta, mulanya tidak disimpan Pemerintah Indonesia. Naskah itu justru disimpan dengan baik oleh seorang wartawan bernama B.M. Diah. Konon, Diah menemukan naskah asli itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari. Diah menyerahkan naskah itu kepada Presiden Soeharto setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

  1. Dibalik Kalimat, “Atas Nama Bangsa Indonesia”

Awalnya Hatta mengusulkan agar penandatangan naskah Proklamasi adalah semua yang hadir dalam penyusunan naskah Proklamasi, yaitu sebagian anggota PPKI dan perwakilan pemuda. Ide Hatta ini mengikuti Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Usul tersebut disetujui oleh Soekarno, tetapi ditolak oleh Sukarni, seorang tokoh pemuda. Ia mengusulkan agar naskah Proklamasi itu cukup ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama Rakyat Indonesia.

  1. Pembacaan Proklamasi Rencananya Diadakan di Lapangan Ikada.

Rencana pembacaan teks Proklamasi di Lapangan Ikada merupakan ide dari para golongan muda. Namun ide tersebut ditolak oleh Soekarno yang menganggap, jika teks Proklamasi dilakukan di lapangan terbuka, hal itu akan menimbulkan bentrok antar warga dan juga militer Jepang. Soekarno kemudian mengusulkan untuk dilakukan di halaman rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur no 56. Usul tersebut kemudian disambut baik oleh semua orang.

  1. Ada Kain Tukang Soto Dibalik Bendera Merah Putih

Sang Saka Merah Putih dibuat dari seprai dan kain milik tukang soto. Menurut salah satu versi sejarah, kain putih bendera resmi pertama RI itu terbuat dari seprai, sementara kain merahnya milik tukang soto.

  1. Indonesia Diakui Dunia

Negara Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Kemudian pada 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan negara RI secara de jure. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya secara resmi perjanjian persahabatan antara Indonesia dan Mesir. Kemudian, Liga Arab memberikan dukungan dan pengakuan secara de jure terhadap kemerdekaan Negara Indonesia.

  1. Mendapat Pengakuan dari Palestina

Negara Palestina justru secara de facto mengakui RI sebagai negara yang merdeka setahun sebelum kemerdekaan RI yang sebenarnya, yaitu tepatnya pada 6 September 1944.

Tak hanya itu, PALESTINA JUGA MENDESAK NEGARA-NEGARA TIMUR TENGAH LAINNYA MENGAKUI KEMERDEKAAN INDONESIA sehingga berhasil meyakinkan negara-negara Arab lainnya.

1 Sejak duduk di bangku sekolah setiap tanggal 17 Agustus, kita selalu memeringati hari Kemerdekaan Republik ini dengan mengikuti Upacara bendera. Selain itu, selama bulan Agustus setiap daerah, bahkan perkampungan, pasti diadakan sebuah perlombaan, entah panjat pinang, balap karung, ataupun lomba makan kerupuk. Semua itu kita lakukan untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Tapi siapa sangka, dibalik euforia tersebut ada berbagai fakta yang belum banyak diketahui, yang dapat membuat hati ini bergetar. Ada apa saja? Yuk, kita simak keempat belas fakta yang berhasil dirangkum oleh @SejarahRI dalam bukunya Indonesia Poenja Tjerita;

  1. Soekarno Terserang Malaria Tertiana.

Ya, sebenarnya Soekarno sedang terserang Malaria Tertiana pada saat sebelum kemerdekaan. Hal itu diperparah dengan penculikan yang dilakukan oleh golongan Muda ditambah dengan beliau harus begadang untuk merumuskan teks Proklamasi bersama para Founding Father. Tapi untungnya, Dokter Pribadi Soekarno yaitu Dokter Soeharto mau untuk dipanggil ke rumah Laksamana Maeda untuk memeriksa dan memberinya obat penurun panas. Hingga sekitar dua jam sebelum pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan RI pada pukul 10.00, Bung Karno masih tertidur pulas di kamarnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat.

  1. Naskah Asli Proklamasi Ditemukan di Tempat Sampah.

Ternyata, naskah asli proklamasi kemerdekaan RI yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didiktekan Bung Hatta, mulanya tidak disimpan Pemerintah Indonesia. Naskah itu justru disimpan dengan baik oleh seorang wartawan bernama B.M. Diah. Konon, Diah menemukan naskah asli itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari. Diah menyerahkan naskah itu kepada Presiden Soeharto setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

  1. Dibalik Kalimat, “Atas Nama Bangsa Indonesia”

Awalnya Hatta mengusulkan agar penandatangan naskah Proklamasi adalah semua yang hadir dalam penyusunan naskah Proklamasi, yaitu sebagian anggota PPKI dan perwakilan pemuda. Ide Hatta ini mengikuti Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Usul tersebut disetujui oleh Soekarno, tetapi ditolak oleh Sukarni, seorang tokoh pemuda. Ia mengusulkan agar naskah Proklamasi itu cukup ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama Rakyat Indonesia.

  1. Pembacaan Proklamasi Rencananya Diadakan di Lapangan Ikada.

Rencana pembacaan teks Proklamasi di Lapangan Ikada merupakan ide dari para golongan muda. Namun ide tersebut ditolak oleh Soekarno yang menganggap, jika teks Proklamasi dilakukan di lapangan terbuka, hal itu akan menimbulkan bentrok antar warga dan juga militer Jepang. Soekarno kemudian mengusulkan untuk dilakukan di halaman rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur no 56. Usul tersebut kemudian disambut baik oleh semua orang.

  1. Ada Kain Tukang Soto Dibalik Bendera Merah Putih

Sang Saka Merah Putih dibuat dari seprai dan kain milik tukang soto. Menurut salah satu versi sejarah, kain putih bendera resmi pertama RI itu terbuat dari seprai, sementara kain merahnya milik tukang soto.

  1. Indonesia Diakui Dunia

Negara Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Kemudian pada 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan negara RI secara de jure. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya secara resmi perjanjian persahabatan antara Indonesia dan Mesir. Kemudian, Liga Arab memberikan dukungan dan pengakuan secara de jure terhadap kemerdekaan Negara Indonesia.

  1. Mendapat Pengakuan dari Palestina

Negara Palestina justru secara de facto mengakui RI sebagai negara yang merdeka setahun sebelum kemerdekaan RI yang sebenarnya, yaitu tepatnya pada 6 September 1944.

Tak hanya itu, PALESTINA JUGA MENDESAK NEGARA-NEGARA TIMUR TENGAH LAINNYA MENGAKUI KEMERDEKAAN INDONESIA sehingga berhasil meyakinkan negara-negara Arab lainnya.

1Vivekananda Gitanjali

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© Copyright - PT. Bentang Pustaka, Yogyakarta