Empat Belas Fakta Kemerdekaan, Part 2

Tepat esok hari, Rabu, 17 Agustus 2016 Indonesia memasuki umurnya yang 71. Ternyata dibalik perayaan #17an, ada empat belas fakta unik yang belum banyak diketahui orang. Dan @SejarahRI berhasil merangkumnya. Ada apa saja? Yuk, kita simak keempat belas fakta part 2 yang berhasil dirangkum oleh @SejarahRI di dalam bukunya Indonesia Poenja Tjerita;

  1. Foto kemerdekaan hampir dirampas Jepang. Foto-foto detik-detik pembacaan Proklamasi yang sering kita lihat di buku-buku sejarah maupun media itu ternyata hampir dirampas oleh militer Jepang. Detik-detik Proklamasi itu berhasil diabadikan oleh Frans Mendoer, fotografer Ipphos. Karena foto itulah, Frans sempat didatangi oleh tentara Jepang yang hendak menghapuskan bukti tersebut. Untung saja Frans sempat berbohong dengan mengatakan bahwa negatif filmnya telah ia serahkan kepada Barisan Pelopor. Berkat jasanya yang berani membohongi tentara Jepang, seluruh rakyat Indonesia bisa mengetahui situasi Proklamasi.
  1. 17 Agustus 1945, jatuh pada hari Jumat dan merupakan hari ke-8 Ramadan pada tahun tersebut.
  2. Bung Hata, meminta B.M. Diah agar memperbanyak atau menggandakan teks proklamasi dan menyebarluaskannya.
  3. Tiang untuk mengibarkan sang Merah Putih itu ternyata terbuat dari bambu, dan baru disiapkan beberapa menit sebelum upacara oleh Barisan Pelopor yang dipimpin oleh Komandan PETA Shodancho Latif Hendraningrat dan Shodanco Arifin Abdurahman.
  4. Upacara pada saat proklamasi kemerdekaan ternyata diadakan secara sederhana. Tanpa protokol, korps musik, konduktor dan pancaragam. Upacara pagi itu hanya berisi, Pembacaan Proklamasi, Pengibaran bendera Merah Putih dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan terakhir, sambutan Wali Kota Soewirjo dan Dr. Moewardi.
  5. Untung saja, upacara pembacaan teks proklamasi telah usai ketika kedatangan lima orang opsir Jepang (versi lain menyebut tiga orang). Mereka datang untuk menyampaikan perintah Gunseikan (Kepala Pemerintah Militer Jepang) yang melarang Soekarno menyatakan Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, Barisan Pelopor yang ada di rumah Soekarno saat itu dapat mengusir mereka.
  6. Pembacaan teks Proklamasi yang pertama tidak sempat direkam, sehingga Bung Karno atas bujukan Yusuf Ronodipuro, berkenan mengulangi lagi pembacaan teks pada tahun 1951. Enam tahun setelah Indonesia merdeka. Selain itu, proklamasi yang diudarakan melalui pemancar RRI khusus saluran luar negri pada malam 17 Agustus 1945 adalah suara dari Yusuf Ronodipuro.

Itu tadi keempat belas fakta yang berhasil dirangkum oleh @SejarahRI. Ingin tahu sejarah-sejarah menarik lainnya, semuanya ada dalam Indonesia Poenja Tjerita.

Yuk, kenali sejarah bangsamu, jangan cuma mantan saja 😛

Empat Belas Fakta Kemerdekaan, Part I

  Tepat esok hari, Rabu, 17 Agustus 2016 Indonesia memasuki umurnya yang 71. Ternyata dibalik perayaan #17an, ada empat belas fakta unik yang belum banyak diketahui orang. Dan @SejarahRI berhasil merangkumnya. Ada apa saja? Yuk, kita simak keempat belas fakta part 2 yang berhasil dirangkum oleh @SejarahRI di dalam bukunya Indonesia Poenja Tjerita;

  1. Foto kemerdekaan hampir dirampas Jepang. Foto-foto detik-detik pembacaan Proklamasi yang sering kita lihat di buku-buku sejarah maupun media itu ternyata hampir dirampas oleh militer Jepang. Detik-detik Proklamasi itu berhasil diabadikan oleh Frans Mendoer, fotografer Ipphos. Karena foto itulah, Frans sempat didatangi oleh tentara Jepang yang hendak menghapuskan bukti tersebut. Untung saja Frans sempat berbohong dengan mengatakan bahwa negatif filmnya telah ia serahkan kepada Barisan Pelopor. Berkat jasanya yang berani membohongi tentara Jepang, seluruh rakyat Indonesia bisa mengetahui situasi Proklamasi.
  1. 17 Agustus 1945, jatuh pada hari Jumat dan merupakan hari ke-8 Ramadan pada tahun tersebut.
  2. Bung Hata, meminta B.M. Diah agar memperbanyak atau menggandakan teks proklamasi dan menyebarluaskannya.
  3. Tiang untuk mengibarkan sang Merah Putih itu ternyata terbuat dari bambu, dan baru disiapkan beberapa menit sebelum upacara oleh Barisan Pelopor yang dipimpin oleh Komandan PETA Shodancho Latif Hendraningrat dan Shodanco Arifin Abdurahman.
  4. Upacara pada saat proklamasi kemerdekaan ternyata diadakan secara sederhana. Tanpa protokol, korps musik, konduktor dan pancaragam. Upacara pagi itu hanya berisi, Pembacaan Proklamasi, Pengibaran bendera Merah Putih dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan terakhir, sambutan Wali Kota Soewirjo dan Dr. Moewardi.
  5. Untung saja, upacara pembacaan teks proklamasi telah usai ketika kedatangan lima orang opsir Jepang (versi lain menyebut tiga orang). Mereka datang untuk menyampaikan perintah Gunseikan (Kepala Pemerintah Militer Jepang) yang melarang Soekarno menyatakan Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, Barisan Pelopor yang ada di rumah Soekarno saat itu dapat mengusir mereka.
  6. Pembacaan teks Proklamasi yang pertama tidak sempat direkam, sehingga Bung Karno atas bujukan Yusuf Ronodipuro, berkenan mengulangi lagi pembacaan teks pada tahun 1951. Enam tahun setelah Indonesia merdeka. Selain itu, proklamasi yang diudarakan melalui pemancar RRI khusus saluran luar negri pada malam 17 Agustus 1945 adalah suara dari Yusuf Ronodipuro.

Itu tadi keempat belas fakta yang berhasil dirangkum oleh @SejarahRI. Ingin tahu sejarah-sejarah menarik lainnya, semuanya ada dalam Indonesia Poenja Tjerita.

Yuk, kenali sejarah bangsamu, jangan cuma mantan saja 😛

Empat Belas Fakta Kemerdekaan, Part I

 Vivekananda Gitanjali

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *